Masih Bingung Pilih Jurusan? Tengok Keunggulan Prodi Analisis Kimia IPB

Rabu, 06 April 2022 - 15:31 WIB
loading...
Masih Bingung Pilih...
Masih bingung pilih jurusan? Tengok keunggulan prodi analisis kimia IPB. Foto/Ilustrasi/Dok/SINDOnews.
A A A
JAKARTA - Program studi (Prodi) Analisis Kimia (Ankim) berada di bawah naungan Sekolah Vokasi (SV) IPB University sejak 2005. Prodi ini memiliki visi menjadi prodi terbaik dalam menghasilkan tenaga vokasional bidang analis kimia berdaya saing tinggi di kawasan Asia Tenggara.

“Mata kuliah disusun berbasis Kerangka Kualifikasi Nasional Indonesia (KKNI). Penyusunan kurikulum juga melibatkan sivitas akademika, stakeholder industri, pemerintah, dan alumni. Diharapkan lulusan Prodi Ankim memiliki kompetensi sesuai dengan tingkatan keilmuannya,” ungkap Ketua Prodi Ankim Armi Wulanawati, dikutip dari laman resmi IPB University, Rabu (6/4/2022).

Saat berkuliah, katanya, mahasiswa akan mempelajari mata kuliah seperti kimia dasar, mikrobiologi, kimia polimer, analisis pangan, kimia lingkungan, dan kimia industri. “Berada di bawah naungan IPB University dengan basis pertanian, Prodi Ankim juga memasukkan unsur pertanian di setiap mata kuliah. Hal ini yang menjadi ciri khas Prodi Ankim dibandingkan Prodi serupa lainnya,” jelasnya.

Baca: Rancang VirtuoStroke, Tim Mahasiswa UI Jadi Finalis Kompetisi Teknologi Dunia

Ia menambahkan, perkuliahan yang berfokus pada kegiatan praktik menjadi keunggulan Prodi Ankim. Mahasiswa dapat mengasah soft skill bersama tenaga pendidik (dosen) yang berkompeten. "Saat ini, Prodi Ankim setidaknya memiliki 27 dosen tetap dan 10 dosen praktisi. 40 % diantaranya telah bergelar doktor. Setiap dosen harus memiliki sertifikat kompetensi dan pendidik yang mendukung keilmuannya,” tuturnya.

Kegiatan perkuliahan dan praktikum Prodi Ankim juga ditunjang dengan berbagai sarana prasarana yang lengkap dan memadai. "Untuk mencetak lulusan yang berkualitas, perlu juga penyediaan sarana prasarana yang baik. Kami memfasilitasi mahasiswa dengan berbagai macam laboratorium untuk kepentingan praktikum. Guna meningkatkan skill dalam berorganisasi, mahasiswa dapat mengikuti himpunan Mahasiswa Analisis Kimia Vokasi IPB ‘Aromatik’,” tuturnya.

Lanjutnya, Prodi Ankim telah banyak bekerja sama dengan berbagai lembaga pemerintah dan industri di sektor kesehatan, pangan, dan lingkungan. "Kerja sama ini memfasilitasi mahasiswa untuk melaksanakan Praktik Kerja Lapangan (PKL). Selain itu, kami mendatangkan dosen tamu untuk meningkatkan kompetensi mahasiswa di bidang analisis kimia. Tentunya semua itu demi pengembangan diri mahasiswa,” jelasnya.

Baca juga: 6 Nama Sudah Daftar Pemilihan Rektor UB, Siapa Saja Mereka?

Selain kegiatan perkuliahan, tambahnya, Prodi Ankim turut berpartisipasi dalam kegiatan pengabdian masyarakat. Dosen dan mahasiswa berkolaborasi dalam mengaplikasikan ilmu ke masyarakat. Prodi Ankim juga turut serta dalam upaya pemecahan masalah di lingkungan seperti melakukan pengecekan kondisi tanah dan air di suatu daerah.

Saat ini, Prodi Ankim sedang dalam proses upgrading dari program D3 menjadi D4 (Sarjana Terapan). Hal ini selaras dengan kebutuhan perusahaan dan industri saat ini. “Industri memerlukan tenaga kerja yang tidak hanya unggul di bidang keahlian, melainkan juga daya analisis. Diharapkan lulusan dari program D4 Ankim nanti akan memiliki kompetensi yang sesuai dengan kebutuhan industri,” katanya.

Menurutnya, lulusan Prodi Ankim dapat mengaplikasikan ilmu dan praktiknya sehingga mampu beradaptasi di dunia kerja. “Lulusan Prodi Ankim mampu menjadi teknisi analisis kimia tingkat madya yang mampu melakukan pekerjaan di laboratorium. Lulusan dapat bekerja sebagai analis di berbagai industri seperti industri polimer, pertambangan, pertanian, kehutanan, lingkungan, pangan, farmasi, dan kesehatan,” pungkasnya.
(nz)
Dapatkan berita terkini dan kejutan menarik dari SINDOnews.com, Klik Disini untuk mendaftarkan diri anda sekarang juga!
Lanjut Baca Berita Terkait Lainnya
Berita Terkait
Mengapa Kunang-Kunang...
Mengapa Kunang-Kunang Semakin Sulit Ditemukan? Pakar IPB Ungkap Penyebabnya
Bukan Hanya Umur, Pakar...
Bukan Hanya Umur, Pakar IPB Sebut 6 Aspek Kesiapan Anak Sebelum Masuk SD
IPB University dan Pesantren...
IPB University dan Pesantren Darunnajah 14 Gelar Pelatihan Produk Unggulan Pesantren
SNI Bukan Sekadar Regulasi,...
SNI Bukan Sekadar Regulasi, Mahasiswa IPB Diajak Memahami Budaya Mutu di Industri Pangan
Distribusi MBG Dinilai...
Distribusi MBG Dinilai Bermasalah, Pakar IPB Tawarkan Solusi Berbasis KIP dan KIS
Bukan Pelangi Biasa,...
Bukan Pelangi Biasa, Ini Fakta Awan Warna-Warni di Jonggol Menurut Ahli IPB
Mitos atau Fakta Golongan...
Mitos atau Fakta Golongan Darah O Rentan Kolesterol Tinggi? Ini Penjelasan Pakar IPB
Dirut Perkebunan Nusantara...
Dirut Perkebunan Nusantara III Dorong Pemuda Jadi Motor Transformasi Perkebunan
Selain Daun Pepaya dan...
Selain Daun Pepaya dan Nanas, Ini Bahan Alami Lain untuk Mengempukkan Daging Kurban
Rekomendasi
Mengapa Negara-negara...
Mengapa Negara-negara Arab Khawatir Kesepakatan Iran Jadi Titik Balik yang Membawa Bencana?
Mengapa Umat Islam Dianjurkan...
Mengapa Umat Islam Dianjurkan Berpuasa di Hari Asyura? Ini Penjelasannya
Harga Emas Antam Stagnan...
Harga Emas Antam Stagnan di Posisi Rp2.655.000 per Gram, Saatnya Beli?
Berita Terkini
Sekolah Garda Terdepan...
Sekolah Garda Terdepan Pencegahan dan Penanganan Kekerasan di Lingkungan Belajar
Tak Kenal Menyerah,...
Tak Kenal Menyerah, Maryanti Jadi Lulusan Terbaik UNY 2026 Meski Kuliah Sambil Berwirausaha
UGM Masuk Peringkat...
UGM Masuk Peringkat 41 Dunia THE Sustainability Impact Ratings 2026, Naik Signifikan
ITS Tembus Peringkat...
ITS Tembus Peringkat 101-200 Besar Dunia di THE Impact Ratings 2026
Ketat! Hanya 17 Sekolah...
Ketat! Hanya 17 Sekolah dari Depok yang Lolos ke Babak Jakarta Liga Bintang Juara GTV
Lolos ke Jakarta, Peserta...
Lolos ke Jakarta, Peserta Liga Bintang Juara GTV Ungkap Pengalaman Seru dan Menegangkan
Infografis
10 Negara dengan Cadangan...
10 Negara dengan Cadangan Emas Terbesar Dunia, AS Masih Teratas
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved