43 Laboratorium Fakultas Teknik UI Raih Sertifikat ISO Berstandar Internasional
Selasa, 19 April 2022 - 16:32 WIB
loading...
Sebanyak 43 laboratorium di tujuh departemen yang berada di lingkungan FTUI berhasil mendapatkan sertifikasi ISO 45001:2018. Foto/Dok/Humas UI
A
A
A
JAKARTA - Fakultas Teknik Universitas Indonesia ( FTUI ) kembali menorehkan capaian yang membanggakan. Sebanyak 43 laboratorium di tujuh departemen yang berada di lingkungan FTUI berhasil mendapatkan sertifikasi ISO 45001:2018. Sertifikasi ini adalah standar internasional pertama di dunia yang menetapkan persyaratan atau pedoman untuk Sistem Manajemen Keselamatan dan Kesehatan Kerja (SMK3).
Laboratorium yang meraih sertifikat ISO 45001:2018 tersebut merupakan tempat pendidikan dan penelitian yang tersebar di Departemen Teknik Sipil (5 laboratorium), Departemen Teknik Mesin (8 laboratorium), Departemen Teknik Elektro (9 laboratorium), Departemen Teknik Metalurgi dan Material (6 laboratorium), Departemen Arsitektur (2 laboratorium), Departemen Teknik Kimia (8 laboratorium) dan Departemen Teknik Industri (6 laboratorium).
Baca juga: Kemenag Kembali Buka Program Beasiswa 5.000 Doktor, Tertarik?
“Pelaksanaan audit sertifikasi ISO 45001:2018 FTUI dilaksanakan pada 4-5 November 2021 oleh pihak DQS Certification Indonesia, dan sertifikat diterbitkan pada 6 Januari 2022. Pelaksanaan audit dilaksanakan secara daring diikuti oleh pimpinan fakultas, pimpinan departemen, koodinator K3, kepala laboratorium terkait, dan laboran yang akan diaudit. Sebelum pelaksanaan audit sertifikasi dilakukan, telah dilakukan beberapa kegiatan pendahuluan yang merupakan mandatory activities seperti audit internal dan rapat tinjauan manajemen,” kata Dr. Ir. Hendri D. S. Budiono, M.Eng., penggagas pelaksanaan sertifikasi ini dan merupakan mantan dekan FTUI, dalam keterangan pers, Selasa (19/4/2022).
Dekan FTUI Prof. Dr. Heri Hermansyah, ST., M.Eng., IPU mengapresiasi pencapaian ini, dan mengatakan, “Sertifikasi ISO 45001:2018 melengkapi serfikasi 14001:2015 yang telah terlebih dahulu diperoleh ke-43 laboratorium pendidikan dan penelitian FTUI pada tahun 2020. Saat ini, FTUI sudah dapat memberikan jaminan keselamatan lingkungan dari sisi regulasi dan informasi dan juga jaminan pengelolaan risiko dan peluang K3, menciptakan tempat kerja yang sehat dan aman, serta untuk melindungi aset terpenting organisasi serta sumber daya manusia yang dimiliki,” terangnya.
Laboratorium yang meraih sertifikat ISO 45001:2018 tersebut merupakan tempat pendidikan dan penelitian yang tersebar di Departemen Teknik Sipil (5 laboratorium), Departemen Teknik Mesin (8 laboratorium), Departemen Teknik Elektro (9 laboratorium), Departemen Teknik Metalurgi dan Material (6 laboratorium), Departemen Arsitektur (2 laboratorium), Departemen Teknik Kimia (8 laboratorium) dan Departemen Teknik Industri (6 laboratorium).
Baca juga: Kemenag Kembali Buka Program Beasiswa 5.000 Doktor, Tertarik?
“Pelaksanaan audit sertifikasi ISO 45001:2018 FTUI dilaksanakan pada 4-5 November 2021 oleh pihak DQS Certification Indonesia, dan sertifikat diterbitkan pada 6 Januari 2022. Pelaksanaan audit dilaksanakan secara daring diikuti oleh pimpinan fakultas, pimpinan departemen, koodinator K3, kepala laboratorium terkait, dan laboran yang akan diaudit. Sebelum pelaksanaan audit sertifikasi dilakukan, telah dilakukan beberapa kegiatan pendahuluan yang merupakan mandatory activities seperti audit internal dan rapat tinjauan manajemen,” kata Dr. Ir. Hendri D. S. Budiono, M.Eng., penggagas pelaksanaan sertifikasi ini dan merupakan mantan dekan FTUI, dalam keterangan pers, Selasa (19/4/2022).
Dekan FTUI Prof. Dr. Heri Hermansyah, ST., M.Eng., IPU mengapresiasi pencapaian ini, dan mengatakan, “Sertifikasi ISO 45001:2018 melengkapi serfikasi 14001:2015 yang telah terlebih dahulu diperoleh ke-43 laboratorium pendidikan dan penelitian FTUI pada tahun 2020. Saat ini, FTUI sudah dapat memberikan jaminan keselamatan lingkungan dari sisi regulasi dan informasi dan juga jaminan pengelolaan risiko dan peluang K3, menciptakan tempat kerja yang sehat dan aman, serta untuk melindungi aset terpenting organisasi serta sumber daya manusia yang dimiliki,” terangnya.
Lihat Juga :