Mengajar sebagai Panggilan Hati, Simak Pengalaman Mahasiswa UNY Ajari Siswa SD Matematika
Jum'at, 22 April 2022 - 15:20 WIB
loading...
A
A
A
Mahasiswa jurusan pendidikan matematika FMIPA UNY tersebut mengatakan bahwa mengajar merupakan panggilan hati. “Bertemu dan dapat merasakan belajar sekaligus bermain bersama anak anak adalah kegiatan yang menyenangkan dan memiliki rasa greget yang berbeda,” katanya, dilansir dari laman resmi UNY, Jumat (22/4/2022).
Bertemu dengan beragam kepribadian, beragam kemampuan membuatnya belajar banyak hal. Sesuai dengan pendidikannya yaitu matematika, Izza mengaku, mengajarkan matematika untuk anak sekolah dasar itu gampang-gampang susah, karena walaupun materinya tergolong sederhana, namun salah konsep sedikit saja akan berimbas bagi pendidikan setelahnya.
Warga Tersan Gede, Salam, Magelang itu berkisah dia ditugaskan mengajar AKM Numerasi pada siswa kelas IV SD, yaitu mengenalkan apa yang dimaksud dengan bilangan bulat positif dan bilangan bulat negatif yang merupakan hal baru untuk siswa. “Sebenarnya cukup sulit. Melihat peserta didik yang hanya melongo saja atau tidak paham membuat saya memutar otak,” ungkapnya.
Izza melakukan pendekatan-pendekatan mata pelajaran numerasi dengan masalah kontekstual yang biasanya ada di kehidupan sehari-hari seperti memisalkan tanda negatif sebagai hutang ataupun meminjam barang. Selain itu juga sebisa mungkin menggunakan bahasa yang mudah dipahami. “Tantangannya di SD, kita harus menyederhanakan apa-apa yang terasa rumit hingga sebisa mungkin dapat dipahami oleh siswa,” paparnya.
Baca juga: Kisah Olivia Nike, Anak Sopir Bus yang Berhasil Lulus Cumlaude
Bertemu dengan beragam kepribadian, beragam kemampuan membuatnya belajar banyak hal. Sesuai dengan pendidikannya yaitu matematika, Izza mengaku, mengajarkan matematika untuk anak sekolah dasar itu gampang-gampang susah, karena walaupun materinya tergolong sederhana, namun salah konsep sedikit saja akan berimbas bagi pendidikan setelahnya.
Warga Tersan Gede, Salam, Magelang itu berkisah dia ditugaskan mengajar AKM Numerasi pada siswa kelas IV SD, yaitu mengenalkan apa yang dimaksud dengan bilangan bulat positif dan bilangan bulat negatif yang merupakan hal baru untuk siswa. “Sebenarnya cukup sulit. Melihat peserta didik yang hanya melongo saja atau tidak paham membuat saya memutar otak,” ungkapnya.
Izza melakukan pendekatan-pendekatan mata pelajaran numerasi dengan masalah kontekstual yang biasanya ada di kehidupan sehari-hari seperti memisalkan tanda negatif sebagai hutang ataupun meminjam barang. Selain itu juga sebisa mungkin menggunakan bahasa yang mudah dipahami. “Tantangannya di SD, kita harus menyederhanakan apa-apa yang terasa rumit hingga sebisa mungkin dapat dipahami oleh siswa,” paparnya.
Baca juga: Kisah Olivia Nike, Anak Sopir Bus yang Berhasil Lulus Cumlaude
Lihat Juga :