Kisah Chanthoeurn, Bhante Asal Kamboja yang Kuliah di Unesa
Jum'at, 06 Mei 2022 - 08:37 WIB
loading...
Mahasiswa BIPA Unesa dari Kamboja, Chanthoeurn Dock. Foto/Dok/Unesa.
A
A
A
JAKARTA - Bahasa Indonesia bagi Penutur Asing ( BIPA ) merupakan program pembelajaran keterampilan berbahasa Indonesia bagi penutur asing baik dalam berbicara, menulis, membaca, maupun mendengarkan. BIPA Universitas Negeri Surabaya ( Unesa ) menjadi salah satu tempat tujuan belajar bahasa Indonesia bagi mahasiswa luar.
Setiap tahun, Unesa bisa menerima puluhan mahasiswa dari berbagai negara. Ada yang dari Asia hingga Eropa. Dari sekian banyak mahasiswa BIPA Unesa, adalah Chanthoeurn Dock dari Phnom Penh, Kamboja yang tampak berbeda dari mahasiswa lainnya.
Pria 30 tahun itu berprofesi sebagai biarawan atau bhante. Dalam aktivitas sehari-hari baik di asrama maupun di lingkungan kampus selalu mengenakan jubah bhante-nya, termasuk saat kuliah.
Pria yang disapa Chanthoeurn itu menuturkan, sudah dua semester dia mengikuti program BIPA di Unesa. Sejauh ini, proses perkuliahan masih dilakukan secara daring dan banyak waktu yang dihabiskan untuk belajar dan mendalami bahasa Indonesia di asrama.
Baca: 17 Mei 2022 UTBK Gelombang I, Jangan Lupa Bawa Dokumen Ini
Kendati demikian, di waktu senggang, kadang keluar nongkrong bersama teman-temannya sembari melihat suasana Kota Surabaya dan aktivitas serta budaya di masyarakat. Dia mengaku cepat beradaptasi dengan kuliner Indonesia, nasi goreng salah satu kesukaannya.
Dia menganggap penting belajar bahasa Indonesia. Itu berkaitan dengan hobinya yang kerap meneliti bidang pendidikan dan tugas-tugas keagamaannya yang tidak menutup kemungkinan akan banyak terlibat di Indonesia. Apalagi umat Buddha di Indonesia sekitar 2,04 juta jiwa, ketika suatu waktu ada keperluan, jadinya tidak terkendala bahasa. “Termasuk kalau dapat tugas lain atau meneliti di Indonesia. Belajar bahasa dan budaya di sini jadi kunci buat saya,” katanya.
Setiap tahun, Unesa bisa menerima puluhan mahasiswa dari berbagai negara. Ada yang dari Asia hingga Eropa. Dari sekian banyak mahasiswa BIPA Unesa, adalah Chanthoeurn Dock dari Phnom Penh, Kamboja yang tampak berbeda dari mahasiswa lainnya.
Pria 30 tahun itu berprofesi sebagai biarawan atau bhante. Dalam aktivitas sehari-hari baik di asrama maupun di lingkungan kampus selalu mengenakan jubah bhante-nya, termasuk saat kuliah.
Pria yang disapa Chanthoeurn itu menuturkan, sudah dua semester dia mengikuti program BIPA di Unesa. Sejauh ini, proses perkuliahan masih dilakukan secara daring dan banyak waktu yang dihabiskan untuk belajar dan mendalami bahasa Indonesia di asrama.
Baca: 17 Mei 2022 UTBK Gelombang I, Jangan Lupa Bawa Dokumen Ini
Kendati demikian, di waktu senggang, kadang keluar nongkrong bersama teman-temannya sembari melihat suasana Kota Surabaya dan aktivitas serta budaya di masyarakat. Dia mengaku cepat beradaptasi dengan kuliner Indonesia, nasi goreng salah satu kesukaannya.
Dia menganggap penting belajar bahasa Indonesia. Itu berkaitan dengan hobinya yang kerap meneliti bidang pendidikan dan tugas-tugas keagamaannya yang tidak menutup kemungkinan akan banyak terlibat di Indonesia. Apalagi umat Buddha di Indonesia sekitar 2,04 juta jiwa, ketika suatu waktu ada keperluan, jadinya tidak terkendala bahasa. “Termasuk kalau dapat tugas lain atau meneliti di Indonesia. Belajar bahasa dan budaya di sini jadi kunci buat saya,” katanya.
Lihat Juga :