Mahasiswa ITS Gagas Rompi Detektor Serangan Jantung Koroner Berbasis IoT
Jum'at, 13 Mei 2022 - 16:47 WIB
loading...
Prototipe rompi detektor karya mahasiswa ITS. Foto/Dok/Humas ITS.
A
A
A
JAKARTA - Pekerja yang sering melakukan kerja lembur hingga larut malam berisiko mengalami gangguan dalam tubuh, salah satunya peningkatan risiko penyakit jantung koroner. Tim mahasiswa Institut Teknologi Sepuluh Nopember ( ITS ) pun berinisiatif menciptakan rompi pendeteksi serangan jantung koroner sebagai pertolongan cepat tanggap bagi penderitanya.
Tim tersebut terdiri dari Muhammad Cendekia Airlangga, Brilliant Rizqi Haqiqi, Renaka Agusta, Dwisainstia Aponno, dan Izzah Awwalin Khoirun Nisa. Lima mahasiswa dari Fakultas Teknologi Elektro dan Informatika Cerdas (FTEIC) ITS ini melahirkan gagasan cemerlang berupa rompi berbasis Internet of Things (IoT) dan deep learning yang terhubung dengan aplikasi berbasis ponsel cerdas. Adapun rompi tersebut diproyeksikan bekerja meniru proses kerja otak manusia.
Salah seorang anggota tim, Dwisainstia Aponno mengungkapkan, ide ini lahir dari pengamatan mereka atas fakta bahwa penyakit jantung merupakan salah satu penyebab kematian utama di Indonesia. “Sehingga kami melihat adanya kesempatan untuk membuat alat yang dapat digunakan dan akurat dalam mendeteksi serangan jantung,” ungkap mahasiswi yang akrab disapa Enzy ini, melalui siaran pers, Jumat (13/5/2022).
Baca: Qonita, Alumni Unhas Sukses Raih Gelar Doktor di Irlandia Pada Usia 25 Tahun
Mengenai mekanisme kerjanya, Enzy menjelaskan, pengguna akan diberi peringatan melalui telepon seluler (ponsel) pintar untuk segera melakukan rujukan ke fasilitas kesehatan terdekat apabila terdeteksi adanya indikasi serangan jantung. Pada saat yang bersamaan, kondisi serta lokasi pengguna juga akan dikirimkan ke tenaga medis terdekat, sehingga pertolongan pertama dapat dilakukan secara ringkas dan tepat.
Tim tersebut terdiri dari Muhammad Cendekia Airlangga, Brilliant Rizqi Haqiqi, Renaka Agusta, Dwisainstia Aponno, dan Izzah Awwalin Khoirun Nisa. Lima mahasiswa dari Fakultas Teknologi Elektro dan Informatika Cerdas (FTEIC) ITS ini melahirkan gagasan cemerlang berupa rompi berbasis Internet of Things (IoT) dan deep learning yang terhubung dengan aplikasi berbasis ponsel cerdas. Adapun rompi tersebut diproyeksikan bekerja meniru proses kerja otak manusia.
Salah seorang anggota tim, Dwisainstia Aponno mengungkapkan, ide ini lahir dari pengamatan mereka atas fakta bahwa penyakit jantung merupakan salah satu penyebab kematian utama di Indonesia. “Sehingga kami melihat adanya kesempatan untuk membuat alat yang dapat digunakan dan akurat dalam mendeteksi serangan jantung,” ungkap mahasiswi yang akrab disapa Enzy ini, melalui siaran pers, Jumat (13/5/2022).
Baca: Qonita, Alumni Unhas Sukses Raih Gelar Doktor di Irlandia Pada Usia 25 Tahun
Mengenai mekanisme kerjanya, Enzy menjelaskan, pengguna akan diberi peringatan melalui telepon seluler (ponsel) pintar untuk segera melakukan rujukan ke fasilitas kesehatan terdekat apabila terdeteksi adanya indikasi serangan jantung. Pada saat yang bersamaan, kondisi serta lokasi pengguna juga akan dikirimkan ke tenaga medis terdekat, sehingga pertolongan pertama dapat dilakukan secara ringkas dan tepat.
Lihat Juga :