KTT G20 akan Gunakan Bus Listrik Buatan Konsorsium Perguruan Tinggi
Selasa, 24 Mei 2022 - 08:27 WIB
loading...
Penandatanganan kontrak proposal Matching Fund untuk Bus Listrik Merah Putih. Foto/Humas ITS
A
A
A
JAKARTA - Institut Teknologi Sepuluh Nopember (ITS) melakukan penandatanganan kontrak proposal matching fund untuk Pengembangan dan Pembuatan Bus Listrik Merah Putih yang berlangsung di Gedung Rektorat ITS. Penandatangan kontrak ini merupakan bentuk kontribusi ITS dan Ditjen Tinggi, Riset, dan Teknologi (Diktiristek) demi melancarkan kegiatan Presidensi KTT G20 2022.
Penandatanganan kontrak ini dihadiri langsung oleh Rektor ITS Prof Dr Ir Mochamad Ashari dan Plt Sekretaris Ditjen Dikti Prof Tjitjik Sri Tjahjandarie. Turut hadir mendampingi antara lain Direktur Pengembangan PT INKA Ir Agung Sedaju MT, Wakil Rektor II ITS Ir Mas Agus Mardiyanto, Wakil Rektor IV ITS Bambang Pramujati, serta Koordinator peneliti Bus Listrik Merah Putih Dr Muhammad Nur Yuniarto.
Dr Muhammad Nur Yuniarto atau yang akrab disapa Nur ini memaparkan, latar belakang pembuatan bus listrik ini adalah untuk menunjukkan kemampuan riset dan pengembangan perguruan tinggi yang ada di Indonesia. Pembuatan bus listrik yang berjalan sejak Februari 2022 ini ditargetkan akan selesai pada bulan Oktober 2022 mendatang.
Baca: Kisah Inspiratif Nisa, Anak Satpam yang Lolos Beasiswa LPDP ke Inggris
Menurut Nur, pembuatan bus listrik ini merupakan pengembangan lebih lanjut dari bus listrik buatan PT INKA, Inobus. Dosen Departemen Teknik Mesin ITS ini menuturkan bahwa Inobus memiliki Tingkat Komponen Dalam Negeri (TKDN) masih rendah yakni sebesar 30 persen. “Sehingga membutuhkan bantuan kerja sama dengan beberapa perguruan tinggi untuk meningkatkan TKDN tersebut menjadi 60 persen,” ujarnya, melalui siaran pers, Selasa (24/5/2022).
Penandatanganan kontrak ini dihadiri langsung oleh Rektor ITS Prof Dr Ir Mochamad Ashari dan Plt Sekretaris Ditjen Dikti Prof Tjitjik Sri Tjahjandarie. Turut hadir mendampingi antara lain Direktur Pengembangan PT INKA Ir Agung Sedaju MT, Wakil Rektor II ITS Ir Mas Agus Mardiyanto, Wakil Rektor IV ITS Bambang Pramujati, serta Koordinator peneliti Bus Listrik Merah Putih Dr Muhammad Nur Yuniarto.
Dr Muhammad Nur Yuniarto atau yang akrab disapa Nur ini memaparkan, latar belakang pembuatan bus listrik ini adalah untuk menunjukkan kemampuan riset dan pengembangan perguruan tinggi yang ada di Indonesia. Pembuatan bus listrik yang berjalan sejak Februari 2022 ini ditargetkan akan selesai pada bulan Oktober 2022 mendatang.
Baca: Kisah Inspiratif Nisa, Anak Satpam yang Lolos Beasiswa LPDP ke Inggris
Menurut Nur, pembuatan bus listrik ini merupakan pengembangan lebih lanjut dari bus listrik buatan PT INKA, Inobus. Dosen Departemen Teknik Mesin ITS ini menuturkan bahwa Inobus memiliki Tingkat Komponen Dalam Negeri (TKDN) masih rendah yakni sebesar 30 persen. “Sehingga membutuhkan bantuan kerja sama dengan beberapa perguruan tinggi untuk meningkatkan TKDN tersebut menjadi 60 persen,” ujarnya, melalui siaran pers, Selasa (24/5/2022).
Lihat Juga :