Hari Lahir Pancasila, Kemendikbudristek Tegaskan Semangat Gotong Royong Demi Pemulihan Pendidikan
Rabu, 01 Juni 2022 - 14:24 WIB
loading...
A
A
A
Pelajar Pancasila yang memiliki profil beriman, bertakwa kepada Tuhan Yang Maha Esa, dan berakhlak mulia, berkebinekaan global, bergotong royong, mandiri, bernalar kritis, dan kreatif. Upaya Kemendikbudristek dalam menciptakan peserta didik dengan profil Pelajar Pancasila ini dituangkan dalam berbagai terobosan Merdeka Belajar.
Chair of G20 EdWG 2022, Iwan Syahril mengatakan, sudah menjadi sebuah komitmen bagi Indonesia melalui Kemendikbudristek untuk menciptakan pelajar Indonesia dengan perilaku yang sesuai dengan nilai-nilai Pancasila.
Baca juga: Dukung Pembelajaran di SMK Kemaritiman, Ship Simulator Resmi Masuk E-Katalog
“Menariknya, salah satu profil Pelajar Pancasila yaitu gotong royong, menjadi semangat agenda prioritas dari Education Working Group (EdWG) di Presidensi G20. Nilai gotong royong memang sengaja didorong pada EdWG dalam rangka pemulihan pendidikan, terutama dengan adanya dampak pandemi COVID-19. Selain memang nilai gotong royong merupakan nilai yang sudah sejak lama menjadi budaya bangsa Indonesia,” katanya, melalui siaran pers, Rabu (1/6/2022).
“Untuk itu, pada pertemuan G20 EdWG tahun ini, Indonesia mengajak dunia untuk bergotong royong untuk pulih bersama, dengan menciptakan akses pendidikan yang berkualitas untuk semua, menghadirkan teknologi yang mendukung pendidikan, membangun solidaritas dan kemitraan, dan menciptakan masa depan dunia kerja pasca COVID-19 demi terciptanya sistem pendidikan yang lebih baik,” tegas Iwan.
Chair of G20 EdWG 2022, Iwan Syahril mengatakan, sudah menjadi sebuah komitmen bagi Indonesia melalui Kemendikbudristek untuk menciptakan pelajar Indonesia dengan perilaku yang sesuai dengan nilai-nilai Pancasila.
Baca juga: Dukung Pembelajaran di SMK Kemaritiman, Ship Simulator Resmi Masuk E-Katalog
“Menariknya, salah satu profil Pelajar Pancasila yaitu gotong royong, menjadi semangat agenda prioritas dari Education Working Group (EdWG) di Presidensi G20. Nilai gotong royong memang sengaja didorong pada EdWG dalam rangka pemulihan pendidikan, terutama dengan adanya dampak pandemi COVID-19. Selain memang nilai gotong royong merupakan nilai yang sudah sejak lama menjadi budaya bangsa Indonesia,” katanya, melalui siaran pers, Rabu (1/6/2022).
“Untuk itu, pada pertemuan G20 EdWG tahun ini, Indonesia mengajak dunia untuk bergotong royong untuk pulih bersama, dengan menciptakan akses pendidikan yang berkualitas untuk semua, menghadirkan teknologi yang mendukung pendidikan, membangun solidaritas dan kemitraan, dan menciptakan masa depan dunia kerja pasca COVID-19 demi terciptanya sistem pendidikan yang lebih baik,” tegas Iwan.
(nnz)
Lihat Juga :