Alumni ITS Gagas Startup Biogas Atasi Emisi Karbon
Senin, 13 Juni 2022 - 19:09 WIB
loading...
Founder beserta staf Bionersia pada acara pameran [RE]Spark Renewable Energy Festival 2022. Foto/Humas ITS.
A
A
A
JAKARTA - Emisi karbon di Indonesia naik 20% setiap tahunnya. Hal tersebut menjadi penyebab berkurangnya kadar oksigen di udara. Menanggapi permasalahan tersebut, Bio Energi Indonesia (Bionersia) yang merupakan startup alumni Institut Teknologi Sepuluh Nopember ( ITS ) hadir sebagai solusi untuk memanfaatkan emisi karbon tersebut.
Startup Bionersia dirintis oleh tiga alumni ITS dan Kasubdit Pengembangan Kewirausahaan dan Karir ITS Ir Arief Abdurrakhman pada awal 2019 lalu. Di antaranya adalah Almira Ose AMdT sebagai Chief Executive Officer (CEO), Radian Indra ST MT sebagai Chief Technology Officer (CTO), dan Mohammad Berel Toriki ST MT sebagai Chief Operating Officer (COO).
Staf administrasi Bionersia, Nicken Ayu Febrianti Soeyoto mengungkapkan bahwa startup ini merupakan perusahaan yang peduli terhadap isu-isu lingkungan, khususnya pemanasan global. Perusahaan ini bergerak di bidang energi terbarukan, khususnya biogas. “Perusahaan kami menghasilkan biogas yang berasal dari kotoran sapi,” ungkap mahasiswa Teknik Instrumentasi tersebut, melalui siaran pers, Senin (13/6/2022).
Baca: Kembangkan Kapal Robot Autonomous, ITS Optimistis Rebut Juara IRC 2022 di Amerika
Selanjutnya, wanita yang kerap disapa Yani menjelaskan bahwa Bionersia memiliki empat produk utama yang saling terintegrasi. Di antaranya adalah bio digester yang berfungsi untuk mengolah limbah kotoran sapi menjadi biogas. Bio digester memerlukan waktu dua minggu untuk mengolah kotoran sapi menjadi biogas. “Berbeda dengan bio digester pada umumnya, bio digester ini bersifat portabel dan dapat berjalan secara otomatis,” terangnya.
Startup Bionersia dirintis oleh tiga alumni ITS dan Kasubdit Pengembangan Kewirausahaan dan Karir ITS Ir Arief Abdurrakhman pada awal 2019 lalu. Di antaranya adalah Almira Ose AMdT sebagai Chief Executive Officer (CEO), Radian Indra ST MT sebagai Chief Technology Officer (CTO), dan Mohammad Berel Toriki ST MT sebagai Chief Operating Officer (COO).
Staf administrasi Bionersia, Nicken Ayu Febrianti Soeyoto mengungkapkan bahwa startup ini merupakan perusahaan yang peduli terhadap isu-isu lingkungan, khususnya pemanasan global. Perusahaan ini bergerak di bidang energi terbarukan, khususnya biogas. “Perusahaan kami menghasilkan biogas yang berasal dari kotoran sapi,” ungkap mahasiswa Teknik Instrumentasi tersebut, melalui siaran pers, Senin (13/6/2022).
Baca: Kembangkan Kapal Robot Autonomous, ITS Optimistis Rebut Juara IRC 2022 di Amerika
Selanjutnya, wanita yang kerap disapa Yani menjelaskan bahwa Bionersia memiliki empat produk utama yang saling terintegrasi. Di antaranya adalah bio digester yang berfungsi untuk mengolah limbah kotoran sapi menjadi biogas. Bio digester memerlukan waktu dua minggu untuk mengolah kotoran sapi menjadi biogas. “Berbeda dengan bio digester pada umumnya, bio digester ini bersifat portabel dan dapat berjalan secara otomatis,” terangnya.
Lihat Juga :