Intip Kunci Sukses Dewi, Anak Petani Lereng Gunung Lawu Bisa Kuliah di UGM
Jum'at, 15 Juli 2022 - 09:01 WIB
loading...
Mahasiswa UGM Apia Dewi Agustin. Foto/Tangkap layar laman UGM.
A
A
A
JAKARTA - Lahir dan besar di pedesaan kaki Gunung Lawu, Magetan, Jawa Timur, Apia Dewi Agustin, 22 tahun, tidak menyangka jika ia tidak lama lagi akan menyelesaikan kuliahnya di prodi Akuntansi Fakultas Ekonomika dan Bisnis (FEB) Universitas Gadjah Mada (UGM).
“Sekarang sedang di penghujung semester 8. Bentar lagi lulus,” kata Dewi, dikutip dari laman UGM, Jumat (15/7/2022).
Orang tua Dewi bekerja petani sayur. Ibunya juga berjualan di rumah. Meski merasa senang namun ia sedikit sedih karena ayahnya sudah berpulang satu tahun lalu. Hanya sang ibu yang terus menyemangatinya untuk terus menyelesaikan kuliahnya.
Baca: Inilah 10 Negara dengan IQ Tertinggi, Ternyata Asia Mendominasi
“Ibu pedagang toko kelontong sederhana di depan rumah. Rumahku di pedesaan. Rata-rata penghasilan mungkin sekarang sekitar Rp1 jutaan, efek pandemi juga sih. Ayahku meninggal di tahun 2021 kemarin. Tapi sakitnya sudah lama, semenjak aku masuk kuliah udah jatuh sakit,” katanya.
Dewi merasa beruntung, ketika masuk di UGM empat tahun lalu, ia tidak mendaftar beasiswa Bidikmisi saat pendaftaran. Namun, karena ia masuk dalam kelompok UKT 2 sehingga pada semester satu diikutkan pada beasiswa Bidikmisi.
“Sekarang sedang di penghujung semester 8. Bentar lagi lulus,” kata Dewi, dikutip dari laman UGM, Jumat (15/7/2022).
Orang tua Dewi bekerja petani sayur. Ibunya juga berjualan di rumah. Meski merasa senang namun ia sedikit sedih karena ayahnya sudah berpulang satu tahun lalu. Hanya sang ibu yang terus menyemangatinya untuk terus menyelesaikan kuliahnya.
Baca: Inilah 10 Negara dengan IQ Tertinggi, Ternyata Asia Mendominasi
“Ibu pedagang toko kelontong sederhana di depan rumah. Rumahku di pedesaan. Rata-rata penghasilan mungkin sekarang sekitar Rp1 jutaan, efek pandemi juga sih. Ayahku meninggal di tahun 2021 kemarin. Tapi sakitnya sudah lama, semenjak aku masuk kuliah udah jatuh sakit,” katanya.
Dewi merasa beruntung, ketika masuk di UGM empat tahun lalu, ia tidak mendaftar beasiswa Bidikmisi saat pendaftaran. Namun, karena ia masuk dalam kelompok UKT 2 sehingga pada semester satu diikutkan pada beasiswa Bidikmisi.
Lihat Juga :