Lembaga Pendidikan Ma'arif Dorong Santri Ambil Peran Strategis di Era Digital
Rabu, 20 Juli 2022 - 21:00 WIB
loading...
A
A
A
Baca juga: LPDP-Kemenag Berikan Beasiswa S1 kepada 2.000 Guru Madrasah, Pesantren, dan PAI
Ramdhani menerangkan, literasi digital merupakan kecakapan seputar digital dan perkembangan teknologi. “Hal yang tidak pernah diwakili oleh digital adalah tidur, semuanya akan memanfaatkannya, maka perlu bagi santri untuk memahami dan menjadi pemain-pemain utama pada ruang digital,”tuturnya.
Ramdhani menegaskan, santri adalah agent of change, agen perubah yang tidak hanya hadir menjadi sosok yang berwujud menjadi menara gading yang indah elok dan wibawa dipandang, tapi menjadi mercusuar yaitu insan-insan yang mampu menerangi disaat kegelapan dan mampu menunjukkan arah kepada orang yang tengah mencari peradaban.
Pada dasarnya, lanjut Ramdhani, literasi digital meliputi banyak hal, penataan ruang digital, pengenalan budaya baru dan juga mengenai etika dan keamanan.
“Maka pada hari ini kita akan mengemas hal tersebut menjadi sebuah knowledge/pengetahuan, kemampuan/skill dan juga attitude,” tegasnya.
“Karena eksistensi manusia sangat tergantung pada 3 hal ini, bagaimana memiliki pengetahuan yang kuat, keterampilan yang kokoh dan memiliki perilaku yang baik,” sambungnya.
Ramdhani menerangkan, literasi digital merupakan kecakapan seputar digital dan perkembangan teknologi. “Hal yang tidak pernah diwakili oleh digital adalah tidur, semuanya akan memanfaatkannya, maka perlu bagi santri untuk memahami dan menjadi pemain-pemain utama pada ruang digital,”tuturnya.
Ramdhani menegaskan, santri adalah agent of change, agen perubah yang tidak hanya hadir menjadi sosok yang berwujud menjadi menara gading yang indah elok dan wibawa dipandang, tapi menjadi mercusuar yaitu insan-insan yang mampu menerangi disaat kegelapan dan mampu menunjukkan arah kepada orang yang tengah mencari peradaban.
Pada dasarnya, lanjut Ramdhani, literasi digital meliputi banyak hal, penataan ruang digital, pengenalan budaya baru dan juga mengenai etika dan keamanan.
“Maka pada hari ini kita akan mengemas hal tersebut menjadi sebuah knowledge/pengetahuan, kemampuan/skill dan juga attitude,” tegasnya.
“Karena eksistensi manusia sangat tergantung pada 3 hal ini, bagaimana memiliki pengetahuan yang kuat, keterampilan yang kokoh dan memiliki perilaku yang baik,” sambungnya.
Lihat Juga :