Dihadiri 1.000 Peserta, Kemenkominfo Gelar Seminar Literasi Digital untuk Pesantren

Selasa, 26 Juli 2022 - 12:00 WIB
loading...
Dihadiri 1.000 Peserta,...
Seminar Literasi Digital untuk Pesantren Kemenkominfo. Foto/Kemenkominfo.
A A A
JAKARTA - Kemenkominfo bersama Gerakan Nasional Literasi Digital Siberkreasi (GNLD) dan Kaukus Muda Indonesia (KMI) melaksanakan rangkaian kegiatan Seminar Literasi Digital Pesantren. Seminar ini bertujuan meningkatkan pemahaman dan pengetahuan literasi digital masyarakat khususnya untuk para santri.

Seminar Literasi Digital Pesantren ini digelar di Kampus Institut Keislaman (INSTIKA) Pondok Pesantren Annuqayah Guluk-Guluk, Kabupaten Sumenep, Jawa Timur. Kegiatan ini dihadiri oleh 1.000 peserta secara luring, pekan lalu.

Wakil Rektor INSTIKA Pondok Pesantren Annuqayah M. Mushthafa, menyampaikan, kecakapan digital ini menjadi penting untuk diberikan karena literasi digital ini merupakan salah satu wujud dari perilaku akhlak santri atau mahasiswa.

Baca: William Jadi Lulusan Terbaik, Termuda, Tercepat Magister Teknik Telekomunikasi ITB

“Maka kecakapan digital ini menjadi penting untuk mahasiswa agar tidak terjerumus dari efek buruk dunia digital,” jelas M. Mushthafa, melalui siaran pers, Selasa (26/7/2022).

Perwakilan dari Kaukus Muda Indonesia (KMI) Ahmad Munsorif juga menambahkan, kegiatan ini diharapkan menjadi bekal agar para santri dan mahasiswa tidak salah dalam menggunakan dunia digital.

Seminar Literasi Digital Pesantren juga dihadiri oleh Hariqo Satria selaku influencer dan praktisi literasi digital, Irwan Sujatmiko selaku Staf Dinas Kementerian Komunikasi dan Informatika (Diskominfo) Kab.Sumenep.

Juga ada Rofiatur Rofiah, selaku influencer dan praktisi literasi digital, serta Damanhuri selaku Dosen Pondok Pesantren Annuqayah, sebagai narasumber yang membahas tentang kecakapan digital, etika digital, keamanan digital, dan budaya digital.

Kegiatan ini diselenggarakan dengan empat sesi materi literasi digital secara paralel oleh empat narasumber. Empat sesi tersebut membahas tentang pembuatan konten positif di media sosial, bijak berinternet, perilaku di media sosial, dan revolusi digital.

Sesi pertama yang bertemakan kecakapan digital, dipaparkan oleh Hariqo Satria selaku influencer dan praktisi literasi digital, membahas tentang bagaimana membuat konten yang positif di media sosial. Dia mengatakan, media sosial harus digunakan secara bijak dan jangan berlebihan.

Baca juga: Siapkan SDM Andal Era 4.0, Unpad Buka Program Magister Berbasis Proyek

"Jangan pernah merasa bahwa kalau kita SMS/chatting-an itu adalah percakapan pribadi. Sekarang semuanya bisa di-screenshot. Orang bisa dinilai dari percakapan, terlihat santun atau tidaknya. Jadi jangan mudah memberikan rahasia lewat DM/SMS atau media sosial lainnya," jelas Hariqo Satria.

Sesi kedua, Rofiatul Rofiah selaku influencer dan praktisi literasi digital menambahkan, memang benar sifat seseorang ini bisa terlihat dari apa yang dia posting di media sosial.

"Behaviour ini akan menciptakan health kamu. Kesopanan ini lebih tinggi nilainya daripada kecerdasan. Kepribadian itu meliputi akhlak, perilaku, etika, dan moral yang bisa membedakan mana yang baik dan buruk. Beberapa contoh behaviour yang baik di media sosial, yang pertama tidak menggunakan kalimat provokatif dan SARA,” katanya.

“Buatlah konten yang bermanfaat dan jangan buat berita bohong. Jangan seenaknya membagikan artikel atau gambar yang ada hak ciptanya. Dan berikan komentar yang relevan jika ingin berkomentar di media sosial,” pungkasnya.
(nnz)
Dapatkan berita terkini dan kejutan menarik dari SINDOnews.com, Klik Disini untuk mendaftarkan diri anda sekarang juga!
Lanjut Baca Berita Terkait Lainnya
Berita Terkait
IPB University dan Pesantren...
IPB University dan Pesantren Darunnajah 14 Gelar Pelatihan Produk Unggulan Pesantren
Kemenag Salurkan BOS...
Kemenag Salurkan BOS Pesantren Rp111,9 Miliar Jelang Lebaran
Mengenang Jasa KH Abdul...
Mengenang Jasa KH Abdul Wahab Turcham: Tanamkan Pendidikan Karakter, Lahirkan Anak Didik Sukses
Manajemen Pesantren...
Manajemen Pesantren Berbasis Kinerja Jadi Sorotan Kuliah Umum Universitas Darunnajah
UDN Jakarta Perkenalkan...
UDN Jakarta Perkenalkan Prodi Manajemen Pesantren, Ulama MUI Nilai Sangat Strategis
Darunnajah di Pleno...
Darunnajah di Pleno 'Ketahanan Pangan': Pesantren Sebagai Aktor Ekonomi Produktif
Kang Cucun Ajak Pesantren...
Kang Cucun Ajak Pesantren Cetak Santri Unggul Berjiwa Wirausaha dan Literasi Digital
Pesantren dan AI, Cucun...
Pesantren dan AI, Cucun Tekankan Pentingnya Etika serta Nilai Keagamaan dalam Teknologi
PBNU: Segelintir Kasus...
PBNU: Segelintir Kasus Kekerasan Seksual Tak Mewakili Wajah Pesantren
Rekomendasi
Tak Bisa Ditunda, Tata...
Tak Bisa Ditunda, Tata Kelola, Dana, dan Independensi PBNU Harus Dibenahi
Kunjungi Lampung Tengah,...
Kunjungi Lampung Tengah, Jokowi Jajan Es Kopi dan Keripik Pisang di Sentra UMKM
Genderang Perang Dagang,...
Genderang Perang Dagang, Trump Ancam Tarif 100% yang Berani Pajaki Google, Meta, dan Apple!
Berita Terkini
Prabowo Respons Usulan...
Prabowo Respons Usulan Tambahan Beasiswa Doktor bagi Dosen: Akan Kita Tindak Lanjuti
Mahasiswa Doktoral UNJ...
Mahasiswa Doktoral UNJ Perkuat Literasi Keuangan bagi Calon Guru Malaysia di UTHM
Mengelola Risiko Jadi...
Mengelola Risiko Jadi Skill Penting yang Harus Dimiliki Entrepreneur Muda
Momen Haru di Wisuda...
Momen Haru di Wisuda Unesa, Ibu Terima Ijazah Putrinya yang Wafat Sebelum Kelulusan
Kisah Syahla, Anak Driver...
Kisah Syahla, Anak Driver Ojol dan Penjual Nasi Lolos UGM lewat Jalur SNBP
Teknik Elektro UMB Hadirkan...
Teknik Elektro UMB Hadirkan Teknologi Tepat Guna dan Akuaponik di Srengseng
Infografis
5 Buah Rendah Gula yang...
5 Buah Rendah Gula yang Aman untuk Diet, Tetap Manis dan Menyegarkan
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved