MPR Minta Pemerintah Fokus Perhatikan Ponpes Kecil di Pelosok
Minggu, 28 Juni 2020 - 08:54 WIB
loading...
A
A
A
Diakui, bantuan dari pemerintah kepada pesantren memang ada. Namun lebih menyasar ponpes-ponpes besar dan di perkotaan. Sementara Pesantren kecil di pelosok, menurut Gus Jazil, luput dari perhatian.
"Saya tadi melihat pesantren yang kecil, saya yakin pemerintah nggak bisa mengakses itu pak. Dianggap tidak penting," kata Gus Jazil merujuk pada Ponpes Raudhatul Muta'allimin di Kampung Cijambe, Desa Cibaregbek, Kecamatan Cibeber, Kabupaten Cianjur yang sempat dikunjunginya.
Dikatakan, dalam sejarahnya pondok pesantren memang mendidik orang-orang tidak mampu. Sampai hari ini masih ada kategori pesantren yang melayani orang-orang tidak mampu itu. "Semestinya itu yang menjadi fokus pemerintah," katanya.
Pengasuh Ponpes Al-Ittihad Cianjur, KH Kamali Abdul Ghani mengakui pandemi Covid-19 sangat berdampak terhadap pesantrennya. Ponpes yang menaungi SMP, SMA, dan SMK dengan total santri 3.500 orang dan guru 160 orang ini telah tutup selama tiga bulan dan hingga kini belum buka.
"Terdampak. Kantin terdampak. Dapur terdampak. Untuk operasional kami memanfaatkan dana bos, semampunya kita menggunakannya," kata KH Kamali.
"Saya tadi melihat pesantren yang kecil, saya yakin pemerintah nggak bisa mengakses itu pak. Dianggap tidak penting," kata Gus Jazil merujuk pada Ponpes Raudhatul Muta'allimin di Kampung Cijambe, Desa Cibaregbek, Kecamatan Cibeber, Kabupaten Cianjur yang sempat dikunjunginya.
Dikatakan, dalam sejarahnya pondok pesantren memang mendidik orang-orang tidak mampu. Sampai hari ini masih ada kategori pesantren yang melayani orang-orang tidak mampu itu. "Semestinya itu yang menjadi fokus pemerintah," katanya.
Pengasuh Ponpes Al-Ittihad Cianjur, KH Kamali Abdul Ghani mengakui pandemi Covid-19 sangat berdampak terhadap pesantrennya. Ponpes yang menaungi SMP, SMA, dan SMK dengan total santri 3.500 orang dan guru 160 orang ini telah tutup selama tiga bulan dan hingga kini belum buka.
"Terdampak. Kantin terdampak. Dapur terdampak. Untuk operasional kami memanfaatkan dana bos, semampunya kita menggunakannya," kata KH Kamali.
(maf)
Lihat Juga :