Dosen ITS Ini Hobi Bersekolah hingga Raih Banyak Gelar

Kamis, 28 Juli 2022 - 08:41 WIB
loading...
Dosen ITS Ini Hobi Bersekolah hingga Raih Banyak Gelar
Sosok dosen ITS inspiratif yang gemar bersekolah Prof Dr Ir Dra Danawati Hari Prajitno SE MPd,.
A A A
JAKARTA - Tuntutlah ilmu sepanjang hayatmu, sebuah petuah yang amat menggambarkan perjalanan Prof Dr Ir Dra Danawati Hari Prajitno SE MPd. Dosen Departemen Teknik Kimia Industri Institut Teknologi Sepuluh Nopember ( ITS ) ini telah mengantongi berbagai gelar dari rumpun ilmu yang berbeda.

Baginya, kecintaan menimba ilmu sejak muda seakan tak pernah lekang seiring bertambahnya usia. Dana, begitu biasa ia disapa, merampungkan studi sarjananya di Departemen Teknik Kimia ITS pada tahun 1978. Perjalanan kariernya dimulai dengan terjun ke sebuah industri cat hingga mengantarkannya menjadi kepala pabrik dari tahun 1981 hingga 1985.

Selang satu tahun kemudian untuk meraih mimpinya bersekolah kembali, suami Dana menyarankan untuk alih profesi sebagai dosen pengajar di ITS untuk mendapatkan beasiswa pendidikan lanjutan.

Baca: 3 BUMN Ini Masih Buka Lowongan Kerja untuk Lulusan D3 hingga S1, Cek Syaratnya

Setelahnya, hari-hari Dana pun diliputi dengan peningkatan kompetensi akademik yang terus ia gencarkan. Dana yang sedari kecil memang menyukai bahasa Inggris pun mengambil pendidikan S1 Bahasa Inggris di Universitas PGRI Adi Buana (UNIPA) Surabaya dan lulus di tahun 1992.

Kegemarannya pada bahasa Inggris berawal dari masa kecilnya yang rutin mendengarkan siaran radio BBC Australia sebelum berangkat ke sekolah. “Demi mendengarkan siaran itu, saya harus terburu-buru berangkat ke sekolah karena siaran baru berakhir pukul 6.45 pagi,” imbuh perempuan tujuh bersaudara ini, dikutip dari laman ITS, Kamis (28/7/2022).

Pendidikan bahasa Inggris tersebut Dana tempuh bersama sang suami. Dana mengungkapkan bahwa suaminyalah yang mengajak karena mengetahui dirinya suka bahasa Inggris. Tak cukup bergumul dengan satu bidang, ia turut berhasil menamatkan pendidikan S1 Ekonomi Pembangunan di Universitas Terbuka (UT) pada tahun 1994.

“Biasanya selepas pulang kerja adalah waktu saya kuliah bahasa inggris, lalu untuk kuliah di UT masih bisa disambi karena lebih fleksibel,” tuturnya mengenang kesehariannya kala itu.

Seiring waktu berjalan, dengan bekal pengalamannya di dunia industri dan besarnya semangat belajar dalam diri, Dana tergiur untuk melanjutkan jenjang akademik keteknikkimiaannya melalui program beasiswa magister di luar negeri.

“Pasalnya peluang beasiswa lebih besar dan mudah, didukung dengan banyaknya hubungan kerjasama. Akhirnya saya meninggalkan pekerjaan di pabrik dan memilih jadi dosen,” terang istri dari Prof Kusno Budhikarjono yang merupakan purna dosen Departemen Teknik Kimia ITS ini.
Halaman :
Komentar
Copyright © 2022 SINDOnews.com
read/ rendering in 0.1597 seconds (11.252#12.26)