President University, Kampus dengan Jumlah Mahasiswa Asing Terbanyak se-Indonesia
Jum'at, 29 Juli 2022 - 23:41 WIB
loading...
A
A
A
"Dengan adanya mahasiswa asing tersebut, mahasiswa Indonesia bisa mengenal beragam bahasa, tradisi dan budaya dari berbagai negara di dunia. Mereka, mahasiswa asing dan mahasiswa Indonesia, akan saling berinteraksi. Mereka akan saling mengenal, belajar untuk memahami perbedaan budaya, tradisi dan gaya hidup masing-masing," papar Chairy.
Dengan adanya interaksi tersebut, mahasiswa-mahasiswa PresUniv juga akan menjadi lebih terbuka terhadap berbagai perbedaan. Sikap semacam ini, tutur Chairy, sangat penting dan bisa menjadi bekal untuk berkarier setelah mereka lulus dari PresUniv. Entah itu bagi yang ingin berkarier sebagai eksekutif profesional, menjadi entrepreneur atau akademisi.
Lanjut Chairy, bahasa biasanya kerap menjadi "pintu pembuka" bagi setiap orang untuk mengenal beragam budaya dan tradisi yang berlaku di suatu negara. Adanya mahasiswa asing tersebut membuat mahasiswa Indonesia bisa belajar bahasa asing lainnya, sesuai asal negara si mahasiswa.
Mereka bisa belajar bahasa Mandarin, Jepang, Korea, Jerman, dan sebagainya. Sebaliknya seluruh mahasiswa asing juga bisa belajar bahasa Indonesia. Dengan memahami bahasanya, setiap orang menjadi lebih mudah memahami gaya hidup, budaya dan tradisi yang ada di negara tersebut.
Pemahaman seperti ini, tutur Handa S. Abidin, S.H., LL.M., Ph.D., Wakil Rektor Bidang Akademik, menjadi modal penting bagi seluruh lulusan PresUniv jika kelak mereka ingin berkarier di luar negeri.
"Sebab, mereka sudah memiliki mindset yang terbuka terhadap beragam perbedaan. Mereka mau bersikap toleran, mau mengenal dan memahami. Mau memberi dan menerima. Sikap semacam ini sangat penting jika kelak lulusan PresUniv ingin sukses dalam berkarier di luar negeri. Dalam bidang apa pun," ucap Handa.
Dengan adanya interaksi tersebut, mahasiswa-mahasiswa PresUniv juga akan menjadi lebih terbuka terhadap berbagai perbedaan. Sikap semacam ini, tutur Chairy, sangat penting dan bisa menjadi bekal untuk berkarier setelah mereka lulus dari PresUniv. Entah itu bagi yang ingin berkarier sebagai eksekutif profesional, menjadi entrepreneur atau akademisi.
Lanjut Chairy, bahasa biasanya kerap menjadi "pintu pembuka" bagi setiap orang untuk mengenal beragam budaya dan tradisi yang berlaku di suatu negara. Adanya mahasiswa asing tersebut membuat mahasiswa Indonesia bisa belajar bahasa asing lainnya, sesuai asal negara si mahasiswa.
Mereka bisa belajar bahasa Mandarin, Jepang, Korea, Jerman, dan sebagainya. Sebaliknya seluruh mahasiswa asing juga bisa belajar bahasa Indonesia. Dengan memahami bahasanya, setiap orang menjadi lebih mudah memahami gaya hidup, budaya dan tradisi yang ada di negara tersebut.
Pemahaman seperti ini, tutur Handa S. Abidin, S.H., LL.M., Ph.D., Wakil Rektor Bidang Akademik, menjadi modal penting bagi seluruh lulusan PresUniv jika kelak mereka ingin berkarier di luar negeri.
"Sebab, mereka sudah memiliki mindset yang terbuka terhadap beragam perbedaan. Mereka mau bersikap toleran, mau mengenal dan memahami. Mau memberi dan menerima. Sikap semacam ini sangat penting jika kelak lulusan PresUniv ingin sukses dalam berkarier di luar negeri. Dalam bidang apa pun," ucap Handa.
(mpw)
Lihat Juga :