Prof Roosseno Bapak Beton Indonesia Diabadikan Jadi Nama Gedung Baru UGM
Rabu, 03 Agustus 2022 - 13:20 WIB
loading...
A
A
A
“Kami sekeluarga sangat bersyukur dapat ikut menyaksikan gedung dengan penamaan Roosseno. Terima kasih atas penghargaan pada ayah saya atas pengabdiannya pada pendidikan,” ujarnya.
Amalia bercerita bahwa ayahnya termasuk pelopor konstruksi beton di Indonesia. Selain menjadi inisiator pendirian Fakultas Teknik UGM dan UI, Roosseno juga menjadi Guru Besar di ITB Bandung.
“Di masa Soekarno beliau dipercayakan sebagai Menteri Pekerjaan Umum, Menteri Perhubungan dan Menteri Perekonomian. Ia merealisasikan pembangunan proyek mercusuar dari Gedung Sarinah, Hotel Indonesia, dan Pelabuhan. Lalu Monas, Gelora Bung karno dan Restorasi Borobudur,” katanya.
Dalam kesempatan itu, Amalia menyampaikan pada tanggal 2 Agustus ini merupakan hari ulang tahun Roosseno yang lahir pada 2 Agustus 1908. Ia pun meminta para tamu undangan untuk menundukkan kepala sejenak mendoakan almarhum Roosseno.
Di akhir sambutannya, Amalia menyampaikan usulan bahwa pihaknya mengapresiasi pemberian nama ayahnya dilekatkan pada gedung baru. Namun, sebaliknya pihaknya ingin berkontribusi pada kampus UGM melalui pemberian beasiswa pendidikan bagi mahasiswa yang berasal dari keluarga kurang mampu.
“Kami bisa berkontribusi untuk bantuan beasiswa bagi mahasiswa keluarga yang tersendat keuangannya. Mungkin itulah yang dapat kami berikan dari keluarga besar Roosseno," pungkasnya.
Amalia bercerita bahwa ayahnya termasuk pelopor konstruksi beton di Indonesia. Selain menjadi inisiator pendirian Fakultas Teknik UGM dan UI, Roosseno juga menjadi Guru Besar di ITB Bandung.
“Di masa Soekarno beliau dipercayakan sebagai Menteri Pekerjaan Umum, Menteri Perhubungan dan Menteri Perekonomian. Ia merealisasikan pembangunan proyek mercusuar dari Gedung Sarinah, Hotel Indonesia, dan Pelabuhan. Lalu Monas, Gelora Bung karno dan Restorasi Borobudur,” katanya.
Dalam kesempatan itu, Amalia menyampaikan pada tanggal 2 Agustus ini merupakan hari ulang tahun Roosseno yang lahir pada 2 Agustus 1908. Ia pun meminta para tamu undangan untuk menundukkan kepala sejenak mendoakan almarhum Roosseno.
Di akhir sambutannya, Amalia menyampaikan usulan bahwa pihaknya mengapresiasi pemberian nama ayahnya dilekatkan pada gedung baru. Namun, sebaliknya pihaknya ingin berkontribusi pada kampus UGM melalui pemberian beasiswa pendidikan bagi mahasiswa yang berasal dari keluarga kurang mampu.
“Kami bisa berkontribusi untuk bantuan beasiswa bagi mahasiswa keluarga yang tersendat keuangannya. Mungkin itulah yang dapat kami berikan dari keluarga besar Roosseno," pungkasnya.
(nnz)
Lihat Juga :