Makin Diakui Fungsinya di Dunia Pendidikan, Metaverse Merambah Sekolah
Kamis, 11 Agustus 2022 - 15:18 WIB
loading...
A
A
A
Project Manager Medusa Technology Maria Magdalena mengatakan, pihaknya mengkhususkan diri untuk menjadi penyedia metaverse bagi dunia pendidikan. Selain itu juga memberikan pelatihan gamifikasi belajar di dalam dunia virtual bagi guru-guru Sekolah Santa Ursula.
“Kalau berbicara tentang metaverse, siswa-siswa ini mengenal metaverse terlebih dahulu dibandingkan orang dewasa. Mereka telah memanfaatkannya untuk berkolaborasi dalam games bersama teman-temannya,” ucap Maria.
“Mereka adalah digital native, sehingga dalam bereksplorasi di dalam metaverse pun tidak akan mengalami kesulitan. Orang dewasalah yang sering mengalami kesulitan. Itu sebabnya jika ingin menjangkau mereka dalam aktivitas belajar, kita harus masuk ke dalam dunia mereka,” lanjutnya.
Seperti diketahui, saat ini metaverse sedang trend sebagai media untuk belajar dan berkolaborasi. “Metaverse sudah ada sejak tahun 2000-an, tapi baru booming akhir-akhir ini,” kata Maria.
Baca juga: Peringatan Hakteknas, Nadiem Sebut Platform Merdeka Mengajar Telah Diakses Jutaan Guru
“Pada awalnya dulu, metaverse memang dimaksudkan untuk bertemu, berkolaborasi dalam berbagai bidang, role-playing, bahkan penelitian, namun sekitar tahun 2015 mulai banyak kampus-kampus di dunia yang melirik metaverse sebagai tempat belajar, sehingga penggunaan metaverse di sekolah-sekolah Indonesia sangat layak dipertimbangkan,” lanjut Maria.
“Kalau berbicara tentang metaverse, siswa-siswa ini mengenal metaverse terlebih dahulu dibandingkan orang dewasa. Mereka telah memanfaatkannya untuk berkolaborasi dalam games bersama teman-temannya,” ucap Maria.
“Mereka adalah digital native, sehingga dalam bereksplorasi di dalam metaverse pun tidak akan mengalami kesulitan. Orang dewasalah yang sering mengalami kesulitan. Itu sebabnya jika ingin menjangkau mereka dalam aktivitas belajar, kita harus masuk ke dalam dunia mereka,” lanjutnya.
Seperti diketahui, saat ini metaverse sedang trend sebagai media untuk belajar dan berkolaborasi. “Metaverse sudah ada sejak tahun 2000-an, tapi baru booming akhir-akhir ini,” kata Maria.
Baca juga: Peringatan Hakteknas, Nadiem Sebut Platform Merdeka Mengajar Telah Diakses Jutaan Guru
“Pada awalnya dulu, metaverse memang dimaksudkan untuk bertemu, berkolaborasi dalam berbagai bidang, role-playing, bahkan penelitian, namun sekitar tahun 2015 mulai banyak kampus-kampus di dunia yang melirik metaverse sebagai tempat belajar, sehingga penggunaan metaverse di sekolah-sekolah Indonesia sangat layak dipertimbangkan,” lanjut Maria.
Lihat Juga :