Semarakkan Kemerdekaan RI, ITS Hadiahkan Inovasi Teknologi Lepas Pantai

Kamis, 18 Agustus 2022 - 09:07 WIB
loading...
Semarakkan Kemerdekaan...
ITS kembali meluncurkan inovasi teknologi lepas pantai melalui Ocean FarmITS (OFITS). Foto/Humas ITS.
A A A
JAKARTA - Institut Teknologi Sepuluh Nopember (ITS) kembali meluncurkan inovasi teknologi lepas pantai melalui Ocean FarmITS (OFITS). Teknologi berupa keramba jaring apung (KJA) lepas pantai yang resmi dipasang bertepatan dengan Hari Ulang Tahun (HUT) Kemerdekaan ke-77 RI di kawasan perairan Sendang Biru, Kabupaten Malang, Jawa Timur.

Peresmian ini berlangsung khidmat yang diawali dengan upacara pengibaran bendera merah putih dan dilanjutkan dengan menyanyikan lagu kebangsaan Indonesia Raya di atas permukaan laut pantai selatan Indonesia, Rabu (17/8/202). Upacara yang agak berbeda pada umumnya ini juga ditujukan untuk menyambut Dies Natalies ke-62 ITS yang disesuaikan dengan tema Innovation for Indonesia.

Baca juga: Cerita Mahasiswa Indonesia Rayakan Hari Kemerdekaan di Rusia

Mengenai teknologi lepas pantai ini, Ketua Tim Peneliti OFITS Dr Yeyes Mulyadi ST MSc menyampaikan, peluncuran OFITS sendiri telah dilakukan sejak tahun 2020 lalu dalam bentuk soft launching desain dan fabrikasi di Pelabuhan Perikanan Pantai (PPP) Pondokdadap, Malang milik Dinas Kelautan dan Perikanan Provinsi Jawa Timur. Lantas, Tim OFITS melakukan finalisasi dengan menambahkan bangunan huni, pemasangan panel surya, dan pengelolaan sistem air.

Dijelaskan Yeyes, inovasi terkait KJA lepas pantai bagi nelayan-nelayan tersebut dilakukan karena selama ini hanya bisa menangkap ikan selama enam bulan dalam setahun. Permasalahan tersebut banyak dialami nelayan tradisional yang notabene memiliki kapal ukuran kecil, ditambah dengan cuaca buruk dan musim ikan yang tidak menentu. “Setelah semua tahap finalisasi selesai, hari ini kita luncurkan KJA tersebut ke laut,” katanya, melalui siaran pers, Kamis (18/8/2022).

Sesuai dengan tagline ITS yakni Advancing Humanity, Yeyes menuturkan inovasi ini tidak hanya berfungsi sebagai media budidaya ikan dan membantu nelayan setempat, tetapi akan diperuntukkan pula bagi kegiatan wisata bahari. Ia menyebutkan, ide ini disepakati karena melihat KJA yang telah memiliki bangunan bawah dengan jaring sedalam tujuh meter untuk budidaya ikan dan bangunan atas berupa hotel terapung untuk wisata.

Terkait wisata bahari yang dicanangkan, Kepala Subdirektorat Pengembangan Kemahasiswaan, Direktorat Kemahasiswaan (Ditmawa) ITS ini menjelaskan bahwa bahwa Tim Ocean FarmITS akan menyediakan skenario berupa paket wisata. Dalam hal ini, pengunjung bisa menikmati suasana pantai selatan berdasarkan preferensi mereka dengan tujuh paket wisata yang teridentifikasi.

Ketujuh paket wisata tersebut meliputi paket berenang, menikmati kopi, makan siang, penginapan di OFITS, naik perahu nelayan, kemah di lingkungan Pantai Perawan, serta pengenalan teknologi lepas pantai dan budidaya ikan di KJA. “Kita coba tawarkan tujuh paket wisata singkat tersebut,” tuturnya.

Baca juga: 16 Sekolah Kedinasan yang Bisa Langsung Jadi PNS, Nomor 1 dan 3 Paling Diburu Lulusan SMA

Setelah dilakukannya launching yang bertepatan dengan HUT Kemerdekaan Indonesia ini, Yeyes berharap kolaborasi antara Departemen Teknik Kelautan, Biologi, Desain Interior, Desain Komunikasi Visual (DKV), serta Teknik Sistem dan Industri ini digadang-gadang mampu menjadi salah satu karya unggulan ITS di bidang maritim. Yeyes dan tim percaya jika proyek ini akan membawa dampak positif, tidak hanya bagi ITS tetapi juga masyarakat sekitar.

Dengan konsep budidaya dan wisata yang ditonjolkan, ditargetkan akan melibatkan masyarakat di wilayah sekitar Sidoarsi, Malang. Melihat potensi lokasi yang besar tetapi masih terpencil, Kepala Laboratorium Dinamika Struktur Laut Departemen Teknik Kelautan ITS ini berharap agar proyek tersebut dapat menjadi daya tarik wisatawan lokal hingga mancanegara.

Tak hanya itu, melalui instalasi Ocean FarmITS ke perairan, dosen Departemen Teknik Kelautan ini mengungkapkan bahwa inovasi tersebut merupakan langkah strategis yang ditempuh ITS untuk memperkenalkan dan memperlihatkan keunggulan dari program studi (prodi) baru ITS yaitu Teknik Lepas Pantai. “Saya yakin, ke depan kita punya kepercayaan diri untuk mengembangkan hal-hal ini,” tegas Yeyes optimistis.
(nnz)
Dapatkan berita terkini dan kejutan menarik dari SINDOnews.com, Klik Disini untuk mendaftarkan diri anda sekarang juga!
Lanjut Baca Berita Terkait Lainnya
Berita Terkait
Mahasiswa ITS Kembangkan...
Mahasiswa ITS Kembangkan Nanopestisida yang Tahan Hujan dan Paparan Sinar UV
Teknik Elektro UMB Hadirkan...
Teknik Elektro UMB Hadirkan Teknologi Tepat Guna dan Akuaponik di Srengseng
ITS Tembus Peringkat...
ITS Tembus Peringkat 101-200 Besar Dunia di THE Impact Ratings 2026
ITS Raih Peringkat 497...
ITS Raih Peringkat 497 Dunia di QS WUR 2027, Unggul pada Rasio Mahasiswa Internasional
Disertasi Doktor Komunikasi...
Disertasi Doktor Komunikasi Ungkap Bahaya Ketergantungan pada AI Smartwatch
2.468 Peserta SNBT 2026...
2.468 Peserta SNBT 2026 Diterima di ITS, Cek Jadwal Daftar Ulangnya
AI Impact Challenge,...
AI Impact Challenge, Microsoft, Komdigi, dan Dicoding Tampilkan Karya AI Terbaik Lulusan METC
Skandal Riset Palsu...
Skandal Riset Palsu Internasional, Mendiktisaintek Ungkap 4 Terduga Pelaku Lulusan UNY
Jadi Sekolah Unggulan,...
Jadi Sekolah Unggulan, SMA Al Hikmah Surabaya Bangun Pembelajaran Berbasis Riset-Karakter
Rekomendasi
AI Analytics-Trade Flow...
AI Analytics-Trade Flow Siapkan Keputusan Investasi buat Pemula
Kawal Kedaulatan Energi...
Kawal Kedaulatan Energi di Jatim, Komut Pertamina Mochamad Iriawan Cek Kesiapan SAF hingga B50
Insentif Kendaraan Listrik...
Insentif Kendaraan Listrik Mundur Jauh, Begini Kata Purbaya
Berita Terkini
Mahasiswa ITS Kembangkan...
Mahasiswa ITS Kembangkan Nanopestisida yang Tahan Hujan dan Paparan Sinar UV
Diumumkan Besok, Ini...
Diumumkan Besok, Ini Link Resmi Hasil Seleksi SMMPTN-Barat 2026
Program Studi Pendidikan...
Program Studi Pendidikan Bahasa Inggris MNC University Jalani Asesmen Lapangan LAMDIK untuk Perkuat Mutu Pendidikan
Cek SIMPKB! Kemendikdasmen...
Cek SIMPKB! Kemendikdasmen Umumkan 60.896 Peserta PPG Guru Tertentu Tahap 2 2026
Usai KSTI 2026, Kemendiktisaintek...
Usai KSTI 2026, Kemendiktisaintek Siapkan Kelompok Kerja Percepat Kebijakan Strategis
Kemendikdasmen Buka...
Kemendikdasmen Buka Seleksi PPG Calon Guru 2026, Cek Syarat dan Bidang Studinya
Infografis
Kaleidoskop 2025: 10...
Kaleidoskop 2025: 10 Peristiwa Teknologi Paling Menonjol di Indonesia
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved