Wamenag Ungkap Tiga Cara Masifkan Moderasi Beragama di Kampus

Rabu, 24 Agustus 2022 - 09:34 WIB
loading...
Wamenag Ungkap Tiga Cara Masifkan Moderasi Beragama di Kampus
Wakil Menteri Agama (Wamenag) Zainut Tauhid. Foto/Kemenag.
A A A
JAKARTA - Wakil Menteri Agama ( Wamenag ) Zainut Tauhid mengungkapkan tiga cara dalam memasifkan prinsip moderasi beragama di wilayah kampus. Hal ini dinilai penting karena dunia pendidikan berperan dalam menumbuhkan kesadaran berbangsa dan bernegara.

Tiga hal yang diungkap Wamenag ialah mempromosikan pengalaman dan interaksi sosial lintas kelompok keagamaan, meningkatkan kultur toleransi beragama, dan pembuatan program atau kebijakan toleransi beragama di satuan pendidikan.

Baca juga: 27.952 Mahasiswa Lolos MSIB, Magang dan Studi di Perusahaan Bonafide

Diketahui, Moderasi Beragama adalah cara pandang, sikap, dan praktik beragama dalam kehidupan bersama, dengan cara mengejewantahkan esensi ajaran agama, yang melindungi martabat kemanusiaan dan membangun kemaslahatan umum, berlandaskan prinsip adil, berimbang, dan menaati konstitusi sebagai kesepakatan berbangsa.

Penguatan Moderasi Beragama pada dasarnya adalah menghadirkan negara sebagai rumah bersama yang adil dan ramah bagi bangsa Indonesia untuk menjalani kehidupan beragama yang rukun, damai, dan makmur.

"Secara konkret, masing-masing kampus mengajarkan atau mengajak mahasiswanya untuk bertemu dengan agama-agama yang berlainan secara intelektual dan akademik, agar muncul sikap-sikap yang lebih apresiatif terhadap perbedaan keagamaan dan kekayaan tafsir keagamaan,” kata Zainut dikutip dalam laman resmi Kemenag, Rabu, (24/08/2022).

Zainut menilai dunia pendidikan merupakan instrumen efektif untuk mendesiminasi pemahaman dan karakter yang produktif, termasuk dalam menumbuhkan kesadaran berbangsa dan bernegara.

Dengan demikian, Zainut melihat semestinya tidak perlu terjadi adanya satuan pendidikan yang mengajarkan nilai-nilai yang kontraproduktif dengan ideologi kebangsaannya.

Baca juga: ITB Mulai Jalani Kuliah Luring untuk Asah Soft Skill Mahasiswa

“Moderasi beragama perlu lebih dimasifkan di dunia pendidikan, pada satu sisi, dan intoleransi dapat dihentikan, pada sisi lain,” ujarnya.

Apalagi, lanjutnya, dunia pendidikan saat ini dihadapkan pada tiga tantangan utama. Pertama, berkembangnya cara pandang, sikap dan praktik beragama yang berlebihan atau ekstrim.

Kedua, berkembangnya klaim kebenaran subyektif dan pemaksaan kehendak atas sebuah tafsir agama. Ketiga, berkembangnya semangat beragama yang tidak selaras dengan kecintaan berbangsa dalam bingkai Negara Kesatuan Republik Indonesia (NKRI).

“Dunia pendidikan harus mampu berkontribusi untuk menanggulangi dan turut serta mencari solusi atas problematika di atas. Salah satu tawarannya adalah gerakan penguatan moderasi beragama,” tutur dia.
(nnz)
Komentar
Copyright © 2023 SINDOnews.com
read/ rendering in 0.3068 seconds (10.177#12.26)