Sekolah Muhammadiyah Miliki Potensi Jadi Model Sekolah Toleransi
Sabtu, 27 Agustus 2022 - 11:48 WIB
loading...
Sekolah Muhammadiyah dinilai memiliki potensi jadi model sekolah toleransi. Foto/Istimewa.
A
A
A
JAKARTA - Kementerian Koordinator Bidang Pembangunan Manusia dan Kebudayaan ( Kemenko PMK ) kembali menggandeng organisasi masyarakat besar untuk menanamkan nilai-nilai Revolusi Mental di tengah masyarakat. Salah satunya bekerja sama dengan Pimpinan Pusat Muhammadiyah.
Deputi Bidang Revolusi Mental, Pemajuan Kebudayaan, dan Prestasi Olahraga Kemenko PMK Didik Suhardi, berharap nilai-nilai Revolusi Mental yang mengusung lima gerakan yaitu Gerakan Indonesia Melayani, Gerakan Indonesia Bersih, Gerakan Indonesia Tertib, Gerakan Indonesia Mandiri, dan Gerakan Indonesia Bersatu dapat melibatkan semua elemen bangsa agar gerakannya lebih cepat dan masif.
Baca juga: Buka Expo LP Ma'arif, Waketum PBNU Optimistis Masa Depan Pendidikan NU Cerah
"Muhammadiyah memiliki pengalaman yang panjang di dunia pendidikan, dan pembangunan karakter untuk menanamkan nilai-nilai toleransi dan anti perundungan ada di sekolah," harapnya pada pembukaan Workshop Penyusunan Modul Penguatan Toleransi dan Anti Perundungan di dunia Pendidikan di Tangerang Selatan, melalui keterangan resmi, Sabtu (27/8/2022).
Sekretaris Majelis Pendidikan Dasar dan Menengan (Dikdasmen) PP Muhammadiyah R. Alpha Amirrachman menyambut positif kerja sama Kemenko PMK dan PP Muhammadiyah dalam gerakan Revolusi Mental, karena Muhammadiyah menurutnya memiliki modal untuk menanamkan nilai-nilai toleransi dan anti perundungan dengan berpegangan pada nilai-nilai Keislaman dan Kemuhammadiyahan.
Deputi Bidang Revolusi Mental, Pemajuan Kebudayaan, dan Prestasi Olahraga Kemenko PMK Didik Suhardi, berharap nilai-nilai Revolusi Mental yang mengusung lima gerakan yaitu Gerakan Indonesia Melayani, Gerakan Indonesia Bersih, Gerakan Indonesia Tertib, Gerakan Indonesia Mandiri, dan Gerakan Indonesia Bersatu dapat melibatkan semua elemen bangsa agar gerakannya lebih cepat dan masif.
Baca juga: Buka Expo LP Ma'arif, Waketum PBNU Optimistis Masa Depan Pendidikan NU Cerah
"Muhammadiyah memiliki pengalaman yang panjang di dunia pendidikan, dan pembangunan karakter untuk menanamkan nilai-nilai toleransi dan anti perundungan ada di sekolah," harapnya pada pembukaan Workshop Penyusunan Modul Penguatan Toleransi dan Anti Perundungan di dunia Pendidikan di Tangerang Selatan, melalui keterangan resmi, Sabtu (27/8/2022).
Sekretaris Majelis Pendidikan Dasar dan Menengan (Dikdasmen) PP Muhammadiyah R. Alpha Amirrachman menyambut positif kerja sama Kemenko PMK dan PP Muhammadiyah dalam gerakan Revolusi Mental, karena Muhammadiyah menurutnya memiliki modal untuk menanamkan nilai-nilai toleransi dan anti perundungan dengan berpegangan pada nilai-nilai Keislaman dan Kemuhammadiyahan.
Lihat Juga :