Program Bangkit-Kampus Merdeka Luluskan 2.517 Talenta Digital
Selasa, 06 September 2022 - 10:36 WIB
loading...
Program Bangkit dan Kampus Merdeka meluluskan 2.517 talenta digital. Foto/Dok/Zenius.
A
A
A
JAKARTA - Bangkit , program kesiapan karier persembahan Grow With Google bekerja sama dengan Kemendikbudristek berhasil meluluskan 2.517 mahasiswa dari 226 kampus se-Indonesia pada 2022 ini. Selama 3 tahun Bangkit sudah melahirkan lebih dari 5.000 lulusan yang siap berkontribusi pada percepatan transformasi digital Indonesia.
Awalnya, setelah lolos seleksi ketat dari 63.000 pendaftar, mereka diterima sebagai peserta Bangkit. Selanjutnya peserta Bangkit menyelesaikan 900 jam pembelajaran Bangkit semester genap tahun ajaran 2021/2022. Hasil studi mereka tercermin dari 18.000 spesialisasi / micro credentials di bidang Machine Learning, Mobile Development, atau Cloud Computing.
Baca juga: Inovasi Keren, Bantal Anti Bakteri-Tungau Kreasi Mahasiswa UGM
“Pada hari ini kita mencatat sejarah penting dalam perjalanan gerakan Merdeka Belajar di mana lebih dari 3.000 mahasiswa dari ratusan perguruan tinggi di Indonesia menjadi pelajar yang merdeka melalui program Kampus Merdeka. 900 jam yang telah adik-adik berikan untuk mengikuti pelatihan yang berbasis industri di bidang teknologi, ditambah dengan kemampuan softskills, saya jamin tidak akan sia-sia,” kata Mendikbudristek Nadiem Anwar Makarim, melalui siaran pers, Selasa (6/9/2022).
Direktur Hubungan Pemerintah dan Kebijakan Publik di Google Indonesia Putri Alam mengaku bangga dengan antusiasme dan dukungan dari universitas seluruh Indonesia yang tergambar dari jumlah pendaftar tahun ini. Selama tiga tahun program ini telah menarik hampir 100.000 pendaftar, melatih kompetensi IT pada lebih dari 6.400 peserta, dan mengentaskan lebih dari 5.000 lulusan, 27 % di antaranya adalah perempuan.
Bangkit 2022 diminati oleh 63.000 mahasiswa dan mahasiswi dari 32 provinsi di Indonesia. Kemudian, lewat seleksi kemampuan dan berkas administratif, sebanyak 3.100 mahasiswa dan mahasiswi terbaik diterima sebagai peserta. Mayoritas atau sebanyak 67% partisipan Bangkit tahun ini berasal dari kota kecil dan menengah.
Dari Februari hingga Juli 2022 para peserta ini aktif mempelajari tiga keahlian utama secara daring. Pertama, kompetensi IT yang terdiri dari Machine Learning, Mobile Development, atau Cloud Computing. Semua pembelajaran ini menyiapkan mahasiswa untuk mampu mengikuti dan lulus dari sertifikasi global dari Google.
Awalnya, setelah lolos seleksi ketat dari 63.000 pendaftar, mereka diterima sebagai peserta Bangkit. Selanjutnya peserta Bangkit menyelesaikan 900 jam pembelajaran Bangkit semester genap tahun ajaran 2021/2022. Hasil studi mereka tercermin dari 18.000 spesialisasi / micro credentials di bidang Machine Learning, Mobile Development, atau Cloud Computing.
Baca juga: Inovasi Keren, Bantal Anti Bakteri-Tungau Kreasi Mahasiswa UGM
“Pada hari ini kita mencatat sejarah penting dalam perjalanan gerakan Merdeka Belajar di mana lebih dari 3.000 mahasiswa dari ratusan perguruan tinggi di Indonesia menjadi pelajar yang merdeka melalui program Kampus Merdeka. 900 jam yang telah adik-adik berikan untuk mengikuti pelatihan yang berbasis industri di bidang teknologi, ditambah dengan kemampuan softskills, saya jamin tidak akan sia-sia,” kata Mendikbudristek Nadiem Anwar Makarim, melalui siaran pers, Selasa (6/9/2022).
Direktur Hubungan Pemerintah dan Kebijakan Publik di Google Indonesia Putri Alam mengaku bangga dengan antusiasme dan dukungan dari universitas seluruh Indonesia yang tergambar dari jumlah pendaftar tahun ini. Selama tiga tahun program ini telah menarik hampir 100.000 pendaftar, melatih kompetensi IT pada lebih dari 6.400 peserta, dan mengentaskan lebih dari 5.000 lulusan, 27 % di antaranya adalah perempuan.
Bangkit 2022 diminati oleh 63.000 mahasiswa dan mahasiswi dari 32 provinsi di Indonesia. Kemudian, lewat seleksi kemampuan dan berkas administratif, sebanyak 3.100 mahasiswa dan mahasiswi terbaik diterima sebagai peserta. Mayoritas atau sebanyak 67% partisipan Bangkit tahun ini berasal dari kota kecil dan menengah.
Dari Februari hingga Juli 2022 para peserta ini aktif mempelajari tiga keahlian utama secara daring. Pertama, kompetensi IT yang terdiri dari Machine Learning, Mobile Development, atau Cloud Computing. Semua pembelajaran ini menyiapkan mahasiswa untuk mampu mengikuti dan lulus dari sertifikasi global dari Google.
Lihat Juga :