KBI Ajak Masyarakat Gemar Membaca
Kamis, 08 September 2022 - 13:53 WIB
loading...
Fuji Dwi Nurfitri, Ketua Arkadewi (Srikandi BUMN KBI) mendampingi anak-anak dari Rumah Pelangi membeli buku bacaan di salah satu toko buku di Jakarta. Pemberian buku kepada anak-anak ini merupakan salah satu program CSR KBI. Foto: Ist
A
A
A
JAKARTA - Di tengah upaya bersama meningkatkan kualitas sumber daya manusia, minat baca masyarakat Indonesia perlu ditingkatkan. Dari membaca diharapkan meningkatkan pengetahuan dan wawasan masyarakat.
Untuk itu, PT Kliring Berjangka Indonesia melalui Program KBI Peduli memberikan kontribusi berupa bantuan buku-buku bacaan masyarakat. “Tidak kalah penting, upaya mendorong masyarakat untuk gemar membaca,” ujar Direktur Utama PT Kliring Berjangka Indonesia Fajar Wibhiyadi, Kamis (8/9/2022).
Terkait rendahnya minat baca masyarakat, mengutip laporan dari Badan Pusat Statistik (BPS) tahun 2022 disebutkan tingkat kegemaran membaca masyarakat Indonesia secara keseluruhan berada di angka 59,52 dengan durasi membaca 4-5 jam per minggu dan 4-5 buku per triwulan.
Baca juga: Melindungi Minat Baca Anak
Sebelumnya, United Nations Educational, Scientific and Cultural Organizatoin (UNESCO) menyebutkan masyarakat Indonesia memiliki minat baca sangat rendah. Dalam data UNESCO tersebut, hanya 0,001 persen atau 1 dari 1.000 orang di Indonesia rajin membaca.
“Kegiatan tanggung jawab sosial dan lingkungan (TJSL) KBI terkait upaya peningkatan minat membaca masyarakat ini adalah bagian dari program korporasi kepada masyarakat, khususnya dalam pilar pendidikan,” katanya.
Untuk itu, PT Kliring Berjangka Indonesia melalui Program KBI Peduli memberikan kontribusi berupa bantuan buku-buku bacaan masyarakat. “Tidak kalah penting, upaya mendorong masyarakat untuk gemar membaca,” ujar Direktur Utama PT Kliring Berjangka Indonesia Fajar Wibhiyadi, Kamis (8/9/2022).
Terkait rendahnya minat baca masyarakat, mengutip laporan dari Badan Pusat Statistik (BPS) tahun 2022 disebutkan tingkat kegemaran membaca masyarakat Indonesia secara keseluruhan berada di angka 59,52 dengan durasi membaca 4-5 jam per minggu dan 4-5 buku per triwulan.
Baca juga: Melindungi Minat Baca Anak
Sebelumnya, United Nations Educational, Scientific and Cultural Organizatoin (UNESCO) menyebutkan masyarakat Indonesia memiliki minat baca sangat rendah. Dalam data UNESCO tersebut, hanya 0,001 persen atau 1 dari 1.000 orang di Indonesia rajin membaca.
“Kegiatan tanggung jawab sosial dan lingkungan (TJSL) KBI terkait upaya peningkatan minat membaca masyarakat ini adalah bagian dari program korporasi kepada masyarakat, khususnya dalam pilar pendidikan,” katanya.
Lihat Juga :