BWI Bangga IPB Investasikan Rp200 Miliar di Sukuk Wakaf, Prof. Nuh: Contoh Bagi Kampus Lain

Kamis, 22 September 2022 - 11:45 WIB
loading...
BWI Bangga IPB Investasikan Rp200 Miliar di Sukuk Wakaf, Prof. Nuh: Contoh Bagi Kampus Lain
Penandatanganan PKS BWI dengan IPB University terkait pengelolaan dana wakaf. Foto/Istimewa.
A A A
JAKARTA - Institut Pertanian Bogor ( IPB University ) bersama dengan Badan Wakaf Indonesia ( BWI ) kembali akan menjalin kerja sama pengelolaan wakaf uang melalui penandatanganan Perjanjian Kerja Sama (PKS). PKS dilaksanakan di Ruang Sidang Rektor, Gedung Andi Hakim Nasoetion, Kampus IPB Dramaga, Bogor, Kamis (22/9/2022).

Penandatanganan PKS dilakukan Ketua Badan Pelaksana Badan Wakaf Indonesia Prof. Dr. Ir H. Mohammad Nuh dan Rektor IPB University Prof. Dr. Arif Satria, serta dihadiri anggota komisioner BWI serta Wakil Pimpinan dan dosen IPB.

Pemerintah melalui Kementerian Keuangan memberi andil yang sangat besar dalam menerbitkan sukuk wakaf private placement. Bagi hasil investasi sukuk lebih tinggi dari rata-rata bagi hasil deposito dan seluruh dana dijamin keutuhannya dan dikembalikan pada saat jatuh tempo sukuk wakafnya.

Baca juga: Nadiem: Pendidikan Indonesia Memulai Transformasi Paling Progresif dalam Sejarah

IPB University menyerahkan wakaf uang berjangka untuk dikelola BWI senilai Rp200 miliar melalui skema Sukuk Wakaf Private Placement dengan tujuan pemanfaatan untuk mendukung pelaksanaan kegiatan Tri Dharma Perguruan Tinggi IPB di bidang pendidikan, penelitian, dan pengabdian masyarakat.

BWI sangat mengapresiasi langkah IPB dalam menempatkan dana Endowment Fundnya di Sukuk Wakaf. Sukuk Wakaf IPB menjadi sukuk wakaf pertama yang terbesar yang dikelola BWI. Sebelumnya pada 30 Juni 2022, Institut Teknologi Sepuluh Nopember menjadi pelopor penempatan endowment fund Perguruan Tinggi di sukuk wakaf yang dikelola melalui skema private placement. Pengelolaan dana abadi perguruan tinggi dalam skema sukuk wakaf private placement memberikan keuntungan yang optimal karena seluruh dana dijamin oleh pemerintah dan imbal hasil sukuk lebih tinggi dari rata-rata deposito.

Ketua BWI Prof. Dr. Ir. Mohammad Nuh, DEA menyampaikan rasa terima kasih dan bangga pada IPB , yang menjadi salah satu kampus pioneer dalam mengembangkan dan mendayagunakan wakaf.

“Saya sampaikan rasa syukur dan terima kasih. Bukan saja soal seratus, dua ratus, atau satu triliun, tapi yang paling penting adalah membuka urusan wakaf yang kita tahu tidak hanya urusan ukhrawi, tetapi juga ada hitungan bisnis (kebermanfaatan di dunia),” katanya, melalui keterangan resmi, Kamis (22/9/2022).

Prof Nuh yakin bahwa langkah yang dilakukan IPB , menyusul ITS untuk mengembangkan dan mendayagunakan wakaf akan menjadi corong yang akan membesarkan wakaf di kampus-kampus Indonesia.

“Kami sangat yakin, hal ini akan menjadi endorser atau corong, yang dapat diikuti kampus-kampus lain. Terlebih, investasi wakaf di CWLS ini banyak manfaatnya. Kalau saya hitung setidaknya ada sepuluh, di antaranya, sekarang itu kan dana abadi (Endowment Fund) sudah kewajiban bukan lagi pilihan, kampus secara imperative harus punya. Tapi dana abadi ini tidak boleh diam, harus berkembang, dan dinvestasikan ke produk yang memiliki return baik,” ujarnya.
Halaman :
Komentar
Copyright © 2022 SINDOnews.com
read/ rendering in 0.1354 seconds (10.177#12.26)