Nadiem: Pendidikan Indonesia Memulai Transformasi Paling Progresif dalam Sejarah

Rabu, 21 September 2022 - 13:26 WIB
loading...
Nadiem: Pendidikan Indonesia Memulai Transformasi Paling Progresif dalam Sejarah
Menteri Pendidikan, Kebudayaan, Riset, dan Teknologi (Mendikbudristek), Nadiem Anwar Makarim. Foto/Dok/Kemendikbudristek
A A A
JAKARTA - Menteri Pendidikan, Kebudayaan, Riset, dan Teknologi ( Mendikbudristek ), Nadiem Anwar Makarim mengklaim, Pendidikan di Indonesia telah Memulai Tranformasi Paling Progresif dalam Sejarah.

Hal itu, Ia sampaikan dalam acara Digital Learning and Transformation’ di New York, Amerika Serikat.

Baca juga: Beasiswa LPDP Siapkan Kuota bagi 3.256 Mahasiswa di 2023, Cek Info Lengkapnya

Nadiem mengatakan, Pendidikan di Indonesia , kini telah menunjang kebutuhan guru dan peserta didik dalam balutan teknologi. Sehingga, katanya, Pendidikan Indonesia dinilai paling mutakhir selama 3 tahun terakhir.

“Dalam tiga tahun terakhir, Indonesia telah memulai transformasi paling progresif dalam sejarah pendidikan Indonesia. Kebijakan ini kami beri nama Merdeka Belajar,” ujar Nadiem dalam keterangannya, dikutip Rabu (21/9/2022).

Lebih lanjut, Nadiem menuturkan, teknologi yang dikembangkan oleh Kemendikbudristek berpusat pada pemangku kepentingan. Hal itu, kata Nadiem, bagian dari mendengarkan guru, kepala sekolah, peserta didik, dan lain sebagainya.

Baca juga: 10 Jurusan Kuliah yang Lulusannya Paling Mudah Cari Kerja, Banyak Diburu Calon Mahasiswa

"Alih-alih membangun produk teknologi yang kami pikir diperlukan, kami lebih berfokus pada apa yang sebenarnya mereka butuhkan,” ungkapnya.

Berbagai platform teknologi yang dikembangkan, lanjut Nadiem, adalah platform Merdeka Mengajar, Rapor Pendidikan, Kampus Merdeka, Kedaireka, belajar.id, Arkas, TanyaBOS, dan SIPLah. “Kesemuanya itu telah digunakan oleh jutaan orang di Indonesia,” jelasnya.

“Tanpa mandat dari Presiden Republik Indonesia Joko Widodo untuk membangun sumber daya manusia, transformasi ini tidak akan mungkin terjadi,” sambungnya.

Diketahui, lawatan Mendikbudristek ke AS memiliki dua misi khusus. Pertama, untuk menegaskan kepemimpinan Indonesia dalam hal transformasi sistem pendidikan melalui terobosan-terobosan Merdeka Belajar.

Kedua, untuk mendorong kerja sama baik di bidang pendidikan tinggi dengan sejumlah universitas maupun di bidang kebudayaan yang terkait dengan institusi riset dan permuseuman top dunia yang berkedudukan di AS.
(mpw)
Komentar
Copyright © 2022 SINDOnews.com
read/ rendering in 0.1377 seconds (10.177#12.26)