Berusia 19 Tahun, Shafiy Jadi Wisudawan Termuda ITS
Sabtu, 24 September 2022 - 08:33 WIB
loading...
A
A
A
Semasa kuliahnya, Shafiy mengaku tak pernah kesulitan dalam bergaul dan berkomunikasi dengan teman seangkatan. Meskipun terpaut umur yang cukup jauh, dirinya bisa beradaptasi dan berkomunikasi dengan baik. “Solidaritas teman Teknik Perkapalan yang tinggi sudah diasah saat kaderisasi, umur tidak menjadi batasan bahkan sudah seperti keluarga sendiri,” terang pria asal Sidoarjo itu, melalui siaran pers, Sabtu (24/9/2022).
Menjadi wisudawan termuda, tak jarang Shafiy menemui kerikil kecil di sepanjang jalannya untuk meraih gelar sarjana. Karena umurnya yang masih belia dan sudah berstatus mahasiswa, ketidakstabilan emosi kerap dirasakannya. Hal ini lumrah dialami mengingat umurnya yang masih remaja. Ia bersyukur memiliki keluarga dan teman yang supportif sehingga dapat membantunya melewati rintangan kecil semasa kuliah.
Ketika menjadi mahasiswa, Shafiy tak hanya menelan mentah-mentah ilmu yang diberikan dosen. Selepas perkuliahan, ia membaca ulang materi yang diberikan sebagai wawasan baru ke depannya. Tak hanya itu, pria yang tertarik di bidang konstruksi ini juga berkecimpung pada proyek riset Baito Deling.
Baca juga: 2 Figur Publik Indonesia yang Pernah Kuliah di University of Manchester
Di sini ia belajar proses pembuatan kapal dengan laminasi bambu. “Biasanya kapal terbuat dari aluminium dan kayu, tetapi saya tertarik bergabung dengan Baito Deling karena membuat kapal dari bambu,” ucapnya.
Menjadi wisudawan termuda, tak jarang Shafiy menemui kerikil kecil di sepanjang jalannya untuk meraih gelar sarjana. Karena umurnya yang masih belia dan sudah berstatus mahasiswa, ketidakstabilan emosi kerap dirasakannya. Hal ini lumrah dialami mengingat umurnya yang masih remaja. Ia bersyukur memiliki keluarga dan teman yang supportif sehingga dapat membantunya melewati rintangan kecil semasa kuliah.
Ketika menjadi mahasiswa, Shafiy tak hanya menelan mentah-mentah ilmu yang diberikan dosen. Selepas perkuliahan, ia membaca ulang materi yang diberikan sebagai wawasan baru ke depannya. Tak hanya itu, pria yang tertarik di bidang konstruksi ini juga berkecimpung pada proyek riset Baito Deling.
Baca juga: 2 Figur Publik Indonesia yang Pernah Kuliah di University of Manchester
Di sini ia belajar proses pembuatan kapal dengan laminasi bambu. “Biasanya kapal terbuat dari aluminium dan kayu, tetapi saya tertarik bergabung dengan Baito Deling karena membuat kapal dari bambu,” ucapnya.
Lihat Juga :