Guru Penggerak: Bukan Sekadar Guru yang Baik

Jum'at, 03 Juli 2020 - 21:45 WIB
loading...
Guru Penggerak: Bukan...
Menteri Pendidikan dan Kebudayaan Nadiem Makarim saat meresmikan program Merdeka Belajarepidose 5 Guru Penggerak secara virtual, Jumat (3/7/2020).
A A A
JAKARTA - Guru Penggerak : Bukan Sekadar Guru yang Baik

Setelah sebelumnya Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan mengumumkan empat episode 'Merdeka Belajar', hari ini Menteri Pendidikan dan Kebudayaan Nadiem Makarim meresmikan 'Merdeka Belajar' epidose 5 'Guru Penggerak' secara virtual pada zoom webinar yang disiarkan secara langsung pada kanal youtube Kemendikbud RI, Jumat (3/7/2020) Pukul 13.00 WIB.

Menurut Nadiem 'Merdeka Belajar Episode 5 : Guru Penggerak' merupakan program penting yang diemban guru. Karena peran guru tidak bisa tergantikan.

Selain itu Mendikbud Nadiem menyebut Guru Penggerak menjadi ujung tombak perubahan transformasi pendidikan di Indonesia.

Untuk menjadi guru penggerak tidak hanya cukup menjadi guru yang baik yang hanya berhasil mengajar di kelas. "Guru Penggerak harus mampu memiliki dampak yang lebih luas. Keberadaannya mampu memberikan dampak terhadap guru-guru yang lain," tutur Nadiem.

Selanjutnya Mendikbud menjelaskan perbedaan antara guru baik dengan Guru Penggerak. Guru baik memiliki tiga indikator yakni mampu mendorong peningkatan prestasi akademik murid, mampu mengajar dengan kreatif dan inovatif, serta mampu mengembangkan diri secara aktif.

Sementara guru penggerak adalah guru yang tidak hanya memiliki karakteristik yang dimiliki oleh guru baik, tapi juga memiliki karakteristik yang lain yakni mampu mendorong tumbuh kembang murid secara holistik, yakni mampu membentuk siswa menjadi Pelajar Pancasila, mampu menjadi pelatih atau mentor bagi guru lain untuk pembelajaran yang berpusat kepada murid serta mampu menjadi teladan dan agen transformasi bagi ekosistem pendidikan.

Untuk menjadi guru penggerak tidak hanya cukup menjadi guru yang baik yang hanya berhasil mengajar di kelas. Tapi guru penggerak harus mampu memiliki dampak yang lebih luas. Keberadaannya mampu memberikan dampak terhadap guru-guru yang lain.

Mendikbud menjelaskan perbedaan antara guru baik dengan guru penggerak. Guru baik memiliki tiga indikator yakni mampu mendorong peningkatan prestasi akademik murid, mampu mengajar dengan kreatif dan inovatif, serta mampu mengembangkan diri secara aktif.

Sementara guru penggerak adalah guru yang tidak hanya memiliki karakteristik yang dimiliki oleh guru baik, tapi juga memiliki karakteristik yang lain yakni mampu mendorong tumbuh kembang murid secara holistik, yakni mampu membentuk siswa menjadi Pelajar Pancasila, mampu menjadi pelatih atau mentor bagi guru lain untuk pembelajaran yang berpusat kepada murid serta mampu menjadi teladan dan agen transformasi bagi ekosistem pendidikan.

Dengan karakteristik tersebut maka menurut Mandikbud para guru penggerak akan menjadi lilin dan obor perubahan dalam dunia pendidikan di Indonesia. Sebab kehadiran mereka akan memberikan dampak yang luar biasa tidak hanya kepada guru-guru yang lain, tapi juga akan memberikan dampak terhadap sekolah serta mampu menjadi perubahan di masing-masing unit pendidikannnya, bahkan di luar unit pendidikannya.

Untuk melaksanakan Merdeka Belajar Episode 5 : Guru Penggerak ini Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan akan merekrut guru terbaik swasta dan negeri, baik guru tetap maupun honorer dari semua jenjang pendidikan yang akan diberikan pelatihan agar memiliki kemampuan melakukan perubahan di sekolah.

Direktur Jenderal Guru dan Tenaga Kependidikan Kemendikbud, Iwan Syahril pada kesempatan sama mengatakan Guru Penggerak telah melalui proses studi berbasis dampak dan bukti. Bagi mereka yang terpilih menjadi Guru Penggerak, akan diberikan modul-modul yang terdiri 1-3 paket, di antaranya praktik pembelajaran yang berpihak pada murid. "Seleksi akan dimulai 13 Juli ini. Untuk angkatan 1 ini akan merekrut 2800 guru dari seluruh Indonesia, negeri dan swasta," ujar Iwan.

Untuk diketahui sasaran kriteria daerah yang bisa mengikuti program Guru Penggerak adalah mewakili dari 6 region di Indonesia (Sumatera, Jawa, Kalimantan, Bali dan Nusa Tenggara, Sulawesi, dan Papua dan Maluku). Adanya kebutuhan kepala sekolah pada setiap daerah yang dilihat dari angka kepala sekolah yang akan pensiun pada periode 2020-2024. Guru yang boleh mengikuti berasal dari derah yang tidak melakukan pemilihan kepala daerah pada tahun 2020. Sasaran lainnya adalah daerah non-3T karena pada masa pandemi Covid-19, program pendidikan akan dilakukan secara virtual maupun daring (online).

Untuk menjadi guru penggerak, guru harus lulus seleksi dan mengikuti pendidikan guru penggerak selama sembilan (9) bulan. Sementara kuota sasaran Guru Penggerak tahun 2020-2024 sebanyak 405.900 orang.
(alf)
Dapatkan berita terkini dan kejutan menarik dari SINDOnews.com, Klik Disini untuk mendaftarkan diri anda sekarang juga!
Lanjut Baca Berita Terkait Lainnya
Rekomendasi
Israel Marah usai Diserang...
Israel Marah usai Diserang Rudal Iran: Teheran Harus Terbakar!
Perbandingan Harga BBM...
Perbandingan Harga BBM Pertamina, Shell, Vivo dan BP di Awal Juni 2026
Kursi Tanpa Gravitasi...
Kursi Tanpa Gravitasi Mobil Listrik China Picu Masalah Baru
Berita Terkini
OSN Kabupaten Kota 2026...
OSN Kabupaten Kota 2026 Resmi Dimulai Hari Ini, Simak Tata Tertib dan Sanksi yang Berlaku
Rekrutmen PPPK Guru...
Rekrutmen PPPK Guru Sekolah Rakyat 2026 Dibuka Hari Ini, Cek Link Pendaftarannya
MNC University Bersama...
MNC University Bersama Kedutaan Kuba dan Espanolindo Gelar Movie Screening & Photo Exhibition
Dua Dekade Fakultas...
Dua Dekade Fakultas Psikologi Universitas Pancasila Menenun Inklusi dan Jiwa Olahraga
Web3 University Tour...
Web3 University Tour 2026 Digelar ITERA Lampung, Ratusan Mahasiswa Belajar Blockchain
Dana KJP Bulan Juni...
Dana KJP Bulan Juni 2026 Sudah Cair, Cek Rekeningmu!
Infografis
5 Buah Rendah Gula yang...
5 Buah Rendah Gula yang Aman untuk Diet, Tetap Manis dan Menyegarkan
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved