Mengenal 5 Profesor Termuda Dunia, 3 Berasal dari Indonesia

Rabu, 05 Oktober 2022 - 15:25 WIB
loading...
Mengenal 5 Profesor...
Mengenal 5 profesor termuda di dunia, tiga di antaranya berasal dari Indonesia. Foto/Ilustrasi/SINDOnews.
A A A
JAKARTA - Untuk menduduki jabatan seorang profesor atau guru besar tentunya tidak mudah dan butuh perjuangan khusus. Namun ternyata ada yang bisa meraih gelar tertinggi akademik tersebut dalam usia yang masih terbilang muda.

Menjadi dosen tidak hanya disibukkan dengan memberikan materi kuliah kepada mahasiswanya. Namun mereka pun juga memiliki tugas untuk melengkap Tridarma Pendidikan Tinggi seperti meneliti dan juga pengabdian kepada masyarakat.

Sementara untuk meraih jabatan profesor atau guru besar itu, seorang dosen juga harus berhadapan dengan banyak syarat administrasi yang tidak mungkin dipenuhi dalam kurun waktu singkat.

Baca juga: Lulus dan Raih Dua Gelar dari Kampus Berbeda, Ini Kisah Katherine

Oleh karena itu, bisa menjadi profesor pastinya menjadi prestasi yang membanggakan dan diimpikan. Apalagi jika jabatan tersebut bisa diraih dalam usia yang masih muda. Apakah Indonesia memiliki profesor termuda di dunia?

Dikutip dari laman Kelas Pintar, berikut ini sederet nama profesor termuda dunia, beberapa di antaranya adalah orang Indonesia.

1. Alia Sabur

Profesor termuda di dunia yang pertama adalah Alia Sabur. Namanya sangat terkenal karena tercatat masuk ke dalam buku Guinness Book of Record sebagai Profesor di usia 19 tahun. Sabur mengalahkan murid Newton, yakni Colin MacLaurin yang juga pernah menjadi Profesor di usia 20 tahunan.

Namun, anak didik Newton ini memecahkan rekor 200 tahun yang lalu. Dalam 200 tahun kemudian, baru namanya tergeser oleh Alia Sabur yang berhasil lulus kuliah di usia belia. Alia loncat dari SD kelas 4 ke jenjang perguruan tinggi. Kelulusan Alia pun mendapat predikat summa cumlaude.

Setelah berhasil memecahkan rekor, Alia kemudian memutuskan untuk menekuni profesi dosen. Saat ini, dirinya tercatat menjadi salah satu dosen Matematika di Universitas KonKuk, Seoul, Korea Selatan.

2. Erik Demaine

Nama kedua dalam daftar profesor termuda dunia adalah Erik Demaine yang berasal dari Kanada. Erik sejak kecil dikenal sebagai pribadi yang cerdas, kecerdasannya sudah mulai terlihat sejak dirinya menginjak usia 7 tahun.

Berkat kecerdasannya pula, Erik berhasil menyelesaikan pendidikan tinggi di usia 14 tahun. Setelah menginjak usia 20 tahun dirinya berhasil menjadi profesor di Massachusetts Institute of Technology (MIT).

Erik menyelesaikan pendidikan tinggi di Dalhousie University, Kanada setelah sebelumnya menjalani pendidikan jarak jauh. Sebab dirinya harus berpindah-pindah mengikuti sang ayah.

Baca juga: 3 Jenderal TNI yang Memiliki Gelar Doktor, dari Penerima Predikat Cumlaude hingga Selesaikan Pendidikan di Luar Negeri

Meskipun menempuh pendidikan atau sekolah jarak jauh, ternyata tidak membuat Erik kesulitan untuk mengembangkan kecerdasannya. Hal ini terbukti dari kemampuannya menyelesaikan pendidikan tinggi di usia 14 tahun yang sekaligus menjadi lulusan termuda kala itu.

Kecerdasannya juga terbukti dari prestasinya yang mampu menjabat sebagai profesor meskipun baru berusia kepala dua.

3. Agung Pulung Sasmito

Siapa sangka dalam deretan profesor termuda dunia juga ada putra asli asal Indonesia. Dia adalah Agung Pulung Sasmito yang merupakan kelahiran Wonosobo, Jawa Tengah.

Agung diketahui mengambil pendidikan tinggi S1 di Universitas Gadjah Mada (UGM) di tahun 2001 dan mengambil jurusan Teknik Fisika. Setelah lulus di tahun 2005, dirinya kemudian memutuskan untuk melanjutkan studi S2 di luar negeri.

Ia kuliah Magister di National University of Singapore (NUS) dan lulus di tahun 2011. Tidak sampai disitu saja, Agung kemudian memutuskan mengambil studi S3 dan kemudian mengajar di McGill University.

Melalui McGill University juga, Agung kemudian berhasil menjadi dosen berprestasi. Sebab di usianya yang baru mencapai 32 tahun sudah berhasil menjadi profesor. Namanya kemudian masuk ke dalam daftar profesor termuda di dunia.

4. Nelson Tansu

Satu lagi profesor termuda dunia yang berasal dari Indonesia, yakni Nelson Tansu. Pria yang lahir di Medan ini menyelesaikan studi S1 di Applied Mathematics, Electrical Engineering and Physics (AMEP).

Pendidikan S1 berhasil diselesaikannya dalam kurun waktu 2 tahun 9 bulan saja. Kemudian dirinya melanjutkan studi jenjang S2 dan S3 dan memutuskan untuk mengajar menjadi dosen di University Bethlehem, Pennsylvania 18015, USA.

Di kampus ini juga, Nelson berhasil menjadi Profesor di usia muda, yakni di usia 26 tahun. Prestasi ini memang menjadi suatu kebanggaan, selain dari itu namanya juga dikenal punya banyak hasil penelitian bergengsi.

Sampai saat ini, Nelson diketahui punya 3 hasil penelitian yang sudah dipatenkan di Amerika Serikat (USA). Selain itu, dirinya juga menerima total ada 11 penghargaan di bidang Scientific Award di tingkat internasional.

Nelson juga sudah mempublikasikan sekitar 80 karya di jurnal internasional. Saat ini, selain sibuk mengajar Nelson juga sibuk mengisi sejumlah acara sebagai narasumber di berbagai seminar antar negara.

5. Muh Harun Achmad

Muh Harun Achmad dilansir dari Universitas Hasanuddin (Unhas) merupakan salah satu professor termuda dunia dan dinobatkan sebagai periset unggul Unas pada 2019. Muh Harun Ahmad salah satu ilmuan dari Fakultas Kedokteran Gigi (FKG) dari Unhas. Dia menjadi salah satu dari 58 ilmuan Indonesia yang menjadi Top 2 World Ranking atau yang bisa disebut ilmuwan yang paling berpengaruh di dunia.

Demikian tadi lima nama profesor termuda di dunia dan yang membanggakan tiga di antaranya berasal dari Indonesia. Semoga informasi ini bermanfaat ya.
(nnz)
Dapatkan berita terkini dan kejutan menarik dari SINDOnews.com, Klik Disini untuk mendaftarkan diri anda sekarang juga!
Lanjut Baca Berita Terkait Lainnya
Berita Terkait
Web3 University Tour...
Web3 University Tour 2026 Digelar ITERA Lampung, Ratusan Mahasiswa Belajar Blockchain
Indonesia-Prancis Sepakat...
Indonesia-Prancis Sepakat Perkuat Riset, Inovasi, dan Mobilitas Mahasiswa 2026
APTISI Siapkan Ekosistem...
APTISI Siapkan Ekosistem Kampus Digital untuk Tingkatkan APK Pendidikan Tinggi
BCA Berbagi Ilmu Ajak...
BCA Berbagi Ilmu Ajak Mahasiswa Untirta Ubah Kegagalan Jadi Peluang
USGE Gandeng Cardiff...
USGE Gandeng Cardiff Metropolitan University, Permudah Akses ke Kampus Top
UAI dan University of...
UAI dan University of Edinburgh Dorong Inklusivitas di Dunia Riset dan Pendidikan Tinggi
3 Guru Besar Kedokteran...
3 Guru Besar Kedokteran Bakal Jadi Saksi Ahli Dokter Tifa
Kisah Inspiratif Irine...
Kisah Inspiratif Irine Yandri Sandrika, Sukses Bangun Bisnis Sop Buah
Produk Tembakau Alternatif,...
Produk Tembakau Alternatif, Guru Besar Unpad: Bukan Pintu Masuk bagi Non-Perokok
Rekomendasi
Tarif Trump 18% Mengancam...
Tarif Trump 18% Mengancam Komoditas Unggulan Nasional, RI Rayu AS Minta Pengecualian
Gunung Dukono Kembali...
Gunung Dukono Kembali Erupsi Pagi Ini, Luncurkan Abu Vulkanik 1.000 Meter
Menganalisis Kekuatan...
Menganalisis Kekuatan Pesawat Su-35 dan Rafale setelah Pertemuan di Laut Baltik
Berita Terkini
PCMB SPMB Jabar 2026...
PCMB SPMB Jabar 2026 Diperpanjang, Berikut Jadwal Terbarunya
Jadwal Ujian SIMAK UI...
Jadwal Ujian SIMAK UI 2026 Ditambah, Catat Waktu dan Tata Tertibnya
Investasi Jangka Panjang:...
Investasi Jangka Panjang: Kolaborasi Pendidikan demi Masa Depan Berkelanjutan di Papua
SPMB Banten 2026 Jalur...
SPMB Banten 2026 Jalur Domisili Sekolah Dibuka Besok, Simak Syaratnya
PMB Sekolah Swasta Gratis...
PMB Sekolah Swasta Gratis Jakarta 2026 Segera Dibuka, Cek Syarat dan Jadwalnya
UM-PTKIN 2026 Digelar...
UM-PTKIN 2026 Digelar Hari Ini, Jabar Jadi Provinsi dengan Pendaftar Terbanyak
Infografis
Sniper Udara Paling...
'Sniper Udara' Paling Ditakuti Dunia Perkuat Pertahanan Udara Indonesia
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved