10 Mata Pelajaran Hadapi Kekosongan Guru, Mapel Apa Saja?

Rabu, 05 Oktober 2022 - 16:28 WIB
loading...
10 Mata Pelajaran Hadapi Kekosongan Guru, Mapel Apa Saja?
Plt Dirjen GTK Kemendikbudristek Prof.Dr. Nunuk Suryani. Foto/YouTube GTK Kemendikbud.
A A A
JAKARTA - Kemendikbudristek menyebutkan ada sejumlah kekosongan guru mata pelajaran yang harus segera diisi formasinya. Mata pelajaran yang dimaksud mulai dari guru kelas hingga sejarah.

Plt Dirjen Guru dan Tenaga Kependidikan (GTK) Kemendikbudristek Prof. Dr. Nunuk Suryani mengatakan, kebutuhan guru di Indonesia termasuk guru agama itu mencapai 2.4 juta guru.

Namun kebutuhan itu sudah bisa dipenuhi dengan tersedianya guru ASN. Dia menyebutkan, guru ASN saat ini ada 1,3 juta guru tetapi hanya 1,2 juta guru saja yang memenuhi beban kerja.

Baca juga: Sejarah Hari Guru Sedunia yang Diperingati Setiap 5 Oktober

"Ini ada kelebihan guru yang menumpuk di satuan-satuan pendidikan tertentu," katanya pada Sapa GTK Eps 8 yang disiarkan di YouTube Ditjen GTK Kemendikbud RI, Rabu (5/10/2022).

Guru Besar Universitas Sebelas Maret (UNS) Surakarta itu menyebutkan, atas kondisi itu pemerintah akan melakukan redistribusi untuk kelebihan guru ASN.

Sedangkan untuk guru non ASN yang jumlahnya 724.000 guru juga masih ada kelebihan guru yang menumpuk di satuan pendidikan karena hanya 490.000 guru saja yang memenuhi beban kerja.

Di sisi lain, Nunuk menyebutkan, meski ada kelebihan guru di Indonesia namun juga terjadi kekosongan guru. Hal ini dikarenakan banyak guru yang harus diredistribusi tersebut. "Kekosongan itu jumlahnya 679.000 lebih," ungkapnya.

Baca juga: Jadwal Terbaru ANBK SD 2022 Gelombang 1-4, Sekolah Siap-siap

Nunuk menyebutkan, ada 10 mata pelajaran yang harus segera diadakan formasi gurunya. Berdasarkan paparan Plt Dirjen GTK di YouTube Ditjen GTK Kemendikbud, berikut ini 10 mata pelajaran yang mengalami kekosongan guru.

1. Guru Kelas: 29%
2. Penjasorkes: 15%
3. TIK: 14%
4. Bimbingan Konseling: 9%
5. Agama Kristen: 7%
6. Seni Budaya: 5%
7. Agama Katolik: 5%
8. PPKN: 2%
9. Bahasa Indonesia: 2%
10. Sejarah: 2%.
(nnz)
Komentar
Copyright © 2022 SINDOnews.com
read/ rendering in 0.2295 seconds (11.97#12.26)