Para Pustakawan Utama Paparkan Pemikirannya dalam Orasi Ilmiah
Selasa, 11 Oktober 2022 - 19:39 WIB
loading...
Orasi Ilmiah Pustakawan Ahli Utama yang diselenggarakan Perpusnas. Foto/Istimewa.
A
A
A
JAKARTA - Penetrasi teknologi digital berdampak kepada timbulnya pergeseran kebiasaan membaca buku . Saat ini, para pembaca dimudahkan untuk mendapatkan informasi melalui gawai yang mereka miliki.
Seiring dengan penetrasi teknologi digital, penerbit juga dihadapkan dengan tuntutan baru untuk beralih menggunakan platform digital guna meningkatkan penjualan bukunya. “Tidak hanya buku tercetak, penerbit harus mampu menjual buku berformat digital,” terang Pustakawan Ahli Utama, Perpustakaan Nasional RI ( Perpusnas ), Mariana Ginting, saat memberikan orasi ilmiah dalam kegiatan Orasi Ilmiah Pustakawan Ahli Utama, melalui siaran pers, Selasa (11/10/2022).
Baca juga: Bagaimana Aturan Terbaru Seragam Sekolah? Simak di Sini
Berdasarkan pengamatannya, hasil tugas akhir mahasiswa jarang dibaca oleh masyarakat karena bahasa yang digunakan kaku, sehingga kurang menarik. Oleh sebab itu, untuk menambah jumlah penulis di Indonesia, dia menyarankan agar dibuat regulasi atau kebijakan yang mewajibkan setiap lulusan akademik selain skripsi, tesis, disertasi, juga menulis buku populer yang ber-ISBN sesuai dengan minat mahasiswa bersangkutan.
“Dengan demikian, karya dan jumlah penulis akan bertambah serta topik yang dibahas juga akan bervariasi,” ujarnya.
Selain itu, perlu adanya jaringan penerbit yang kuat dan dapat berbagi sumber daya sehingga penyebaran terbitan akan menekan biaya distribusi dan membuat harga buku lebih murah.
Seiring dengan penetrasi teknologi digital, penerbit juga dihadapkan dengan tuntutan baru untuk beralih menggunakan platform digital guna meningkatkan penjualan bukunya. “Tidak hanya buku tercetak, penerbit harus mampu menjual buku berformat digital,” terang Pustakawan Ahli Utama, Perpustakaan Nasional RI ( Perpusnas ), Mariana Ginting, saat memberikan orasi ilmiah dalam kegiatan Orasi Ilmiah Pustakawan Ahli Utama, melalui siaran pers, Selasa (11/10/2022).
Baca juga: Bagaimana Aturan Terbaru Seragam Sekolah? Simak di Sini
Berdasarkan pengamatannya, hasil tugas akhir mahasiswa jarang dibaca oleh masyarakat karena bahasa yang digunakan kaku, sehingga kurang menarik. Oleh sebab itu, untuk menambah jumlah penulis di Indonesia, dia menyarankan agar dibuat regulasi atau kebijakan yang mewajibkan setiap lulusan akademik selain skripsi, tesis, disertasi, juga menulis buku populer yang ber-ISBN sesuai dengan minat mahasiswa bersangkutan.
“Dengan demikian, karya dan jumlah penulis akan bertambah serta topik yang dibahas juga akan bervariasi,” ujarnya.
Selain itu, perlu adanya jaringan penerbit yang kuat dan dapat berbagi sumber daya sehingga penyebaran terbitan akan menekan biaya distribusi dan membuat harga buku lebih murah.
Lihat Juga :