Kembangkan Avionics, Telkom University Terima Hibah Pesawat dari TNI
Selasa, 18 Oktober 2022 - 19:22 WIB
loading...
Telkom University (Tel-U) menerima hibah pesawat dari Marsekal Pertama TNI Purn. Sardjono pada acara serah terima di Gedung Selaru FIT Telkom University. Foto/Dok/Tel-U
A
A
A
JAKARTA - Telkom University (Tel-U) menerima hibah sebuah pesawat dari Marsekal Pertama TNI Purn. Sardjono pada acara serah terima di Gedung Selaru Fakultas Ilmu Terapan (FIT) Telkom University.
Penerimaan hibah tersebut tertuang dalam Perjanjian Kerja Sama antara Fakultas Ilmu Terapan dan Marsekal Pertama TNI Purn. Sardjono, nomor 316/SAM4/IT-DEK/2022, pada perjanjian tersebut FIT menerima hibah berupa satu unit pesawat jenis PZL-104 WILGA 35 Gelatik tahun 1968.
Baca juga: UGM Ukir Prestasi di Lomba Mobil Hemat Energi Shell Eco Marathon
Dekan Fakultas Ilmu Terapan (FIT) Angga Rusdinar, Ph.D., menyampaikan bahwa, rencananya pesawat ini akan digunakan untuk mengembangkan riset dalam pengembangan Avionics (Avionik) sekaligus pelatihan sertifikasi dari Aircraft Maintenance Training Organization (AMTO).
“Pesawat ini ada di FIT dan dapat dimanfaatkan oleh seluruh Fakultas untuk bersama-sama melakukan research group khususnya dalam pengembangan avionic, dan mohon doa dari seluruh sivitas akademika mudah-mudahan kedepannya akan ada S2 Terapan Avionik,” kata Angga dalam keterangan pers, Selasa (18/10/2022).
Marsekal Pertama TNI Purn. Sardjono menceritakan bahwa pesawat ini banyak digunakan di bidang pertanian di antaranya melakukan pemberantasan hama dan penyebaran pupuk, pesawat ini mampu terbang hingga 4.000 meter dengan waktu terbang mencapai 3 hingga 4 jam.
Penerimaan hibah tersebut tertuang dalam Perjanjian Kerja Sama antara Fakultas Ilmu Terapan dan Marsekal Pertama TNI Purn. Sardjono, nomor 316/SAM4/IT-DEK/2022, pada perjanjian tersebut FIT menerima hibah berupa satu unit pesawat jenis PZL-104 WILGA 35 Gelatik tahun 1968.
Baca juga: UGM Ukir Prestasi di Lomba Mobil Hemat Energi Shell Eco Marathon
Dekan Fakultas Ilmu Terapan (FIT) Angga Rusdinar, Ph.D., menyampaikan bahwa, rencananya pesawat ini akan digunakan untuk mengembangkan riset dalam pengembangan Avionics (Avionik) sekaligus pelatihan sertifikasi dari Aircraft Maintenance Training Organization (AMTO).
“Pesawat ini ada di FIT dan dapat dimanfaatkan oleh seluruh Fakultas untuk bersama-sama melakukan research group khususnya dalam pengembangan avionic, dan mohon doa dari seluruh sivitas akademika mudah-mudahan kedepannya akan ada S2 Terapan Avionik,” kata Angga dalam keterangan pers, Selasa (18/10/2022).
Marsekal Pertama TNI Purn. Sardjono menceritakan bahwa pesawat ini banyak digunakan di bidang pertanian di antaranya melakukan pemberantasan hama dan penyebaran pupuk, pesawat ini mampu terbang hingga 4.000 meter dengan waktu terbang mencapai 3 hingga 4 jam.
Lihat Juga :