Alex, Wisudawan UMM Selesaikan Studi Magister dengan Jualan Air Isi Ulang

Kamis, 20 Oktober 2022 - 17:19 WIB
loading...
Alex, Wisudawan UMM...
Alex Tena, wisudawan pascasarjana UMM yang sukses lulus kuliah dengan biaya sendiri lewat berjualan air isi ulang galon. Foto/Dok/Humas UMM
A A A
JAKARTA - Gigih dalam satu hal yang ditekuni dan membuang rasa gengsi adalah kunci untuk meraih keberhasilan. Begitu ucap Alex Tena, wisudawan magister bahasa Inggris pascasarjana Universitas Muhammadiyah Malang ( UMM ) yang sukses lulus kuliah dengan biaya sendiri lewat berjualan air isi ulang galon.

Alex, sapaan akrabnya menjelaskan bahwa awal mula ia berjualan air isi ulang karena sering bergaul dengan seorang pebisnis. Ia beberapa kali berbincang mengenai usahanya dan menarik minatnya untuk belajar. Selain karena ingin membuka usaha, Alex juga mau tidak mau harus mencari tambahan biaya untuk perkuliahannya. Akhirnya muncul ide untuk membuat depo air isi ulang.

Baca juga: 5 Kampus Indonesia yang Buka Cabang di Luar Negeri, Terbaru UMS di Korea Selatan

“Kebetulan semasa kuliah, kos saya dekat dengan tempat isi ulang air. Di sana,saya melihat penjualnya hanya diam di toko saja. Melihat itu, saya mencoba untuk mengembangkkan dengan mengatar ke berbagai lokasi pemesanan,” ungkap pemuda kelahiran Sumbawa Barat itu.

Usahannya untuk membuka depo air isi ulang terbilang tidak mudah. Ada usaha yang perlu ia kerjakan untuk bisa mendapatkan modal berjualan. Alex sempat kerja berjualan roti selama tiga bulan untuk bisa membayar uang muka peralatan depo air. Tepat 14 September 2019 adalah awal dia berjualan isi ulang air.

“Ketika pertama kali jualan tidak mudah, awalnya hanya laku satu hingga enam galon saja. Sampai akhirnya saya merubah metode pemasaran dengan menyebarkan brosur ke tiap mahasiswa dan membuka jasa antar galon secara online. Saya bersyukur strategi tersebut berhasil hingga sekarang penjualan air isi ulang bisa tembus 150 per hari,” terangnya.

Baca juga: 28 Kampus Terbaik di Indonesia Menurut THE Impact Rankings 2022

Tak mudah memang berkuliah sambil berbisnis. Ia menyadari jika manajemen waktu secara matang adalah salah satu kunci keberhasilannya mengerjakan dua hal tersebut. Ia membagi waktu yaitu pagi hingga sore fokus berjualan dan kuliah, sedangkan malamnya mengerjakan tugas kuliah.

“Sebenarnya rasanya capek kalau harus beraktvitas dari pagi hingga malam. Tapi itu semua saya lakukan karena ada derajat yang harus saya angkat dan hinaan yang harus saya buktikan,” tegasnya.

Menariknya, hasil jualannya juga bisa membantu teman-temannya yang kesusahan. Pun dengan para mahasiswa yang isi dompetnya agak susah. Ia bersyukur dengan berjualan air isi ulang bisa sekalian membantu teman-teman mahasiswa yang sedang kesusahan. Akhirnya sesekali ia memberikan diskon, bahkan diberi gratis.

“Saya patok harga minimal Rp5 ribu. Lalu untuk biaya ongkir nambah dua ribu, jadi tujuh ribu. Sedangkan untuk harga non-mahasiswa Rp10 ribu. Tak jarang saya memberikan harga Rp5 ribu saja untuk mahasiswa ketika ia sulit. Tak sedikit juga yang kadang berutang terlebih dahulu,” tuturnya.

Terakhir, ia berpesan ke anak muda untuk menggunakan waktu yang ada dengan hal bermanfaat dan menjalani hidup dengan terencana. “Gunakan waktu dengan perencanaan yang baik. Kapan waktu belajar dan bekerja. Ketika kita menemukan suatu tantangan jangan menyerah, karena tantangan akan membawa kita untuk memiliki wawasan yang luas untuk memperbaiki diri kita sendiri,” pungkasnya.
(mpw)
Dapatkan berita terkini dan kejutan menarik dari SINDOnews.com, Klik Disini untuk mendaftarkan diri anda sekarang juga!
Lanjut Baca Berita Terkait Lainnya
Berita Terkait
Tak Kenal Menyerah,...
Tak Kenal Menyerah, Maryanti Jadi Lulusan Terbaik UNY 2026 Meski Kuliah Sambil Berwirausaha
Pradita University Terapkan...
Pradita University Terapkan Living Laboratory, Mahasiswa Kuliah Sambil Praktik di Hotel
Hadapi Perubahan Dunia...
Hadapi Perubahan Dunia Kerja, Generasi Muda Perlu Dibekali Soft Skills Sejak Dini
Kamboja Targetkan Kerja...
Kamboja Targetkan Kerja Sama Pendidikan Tinggi dengan Indonesia, Fokus Double Degree
MNC University Siapkan...
MNC University Siapkan Program Double Degree dan Pertukaran Mahasiswa dengan Kampus ASEAN
Perkuat Kolaborasi Kampus,...
Perkuat Kolaborasi Kampus, MNC University Inisiasi Konsorsium Perguruan Tinggi ASEAN
Tria Ungkap Tekanan...
Tria Ungkap Tekanan Manggung Tanpa Personel The Changcuters di Wisuda Anak
Kabar 60 Ribu Calon...
Kabar 60 Ribu Calon Mahasiswa PTN Tidak Daftar Ulang, Puan Desak Pemerintah Lakukan Evaluasi
Buka Dialog, Pengamat...
Buka Dialog, Pengamat : Pemerintah Mau Terima Aspirasi dari Mahasiswa
Rekomendasi
Sambut HUT Jakarta,...
Sambut HUT Jakarta, Ratusan Sispala Ikuti Lomba Dayung di BKT Jaktim
Licin! Markas Judi Online...
Licin! Markas Judi Online di Hayam Wuruk Kelola 145 Website untuk Hindari Pemblokiran
BSSN, ABI dan PINTU...
BSSN, ABI dan PINTU Perkuat Sinergi Jamin Keamanan Transaksi Digital
Berita Terkini
Teknik Elektro UMB Hadirkan...
Teknik Elektro UMB Hadirkan Teknologi Tepat Guna dan Akuaponik di Srengseng
Hasil Seleksi OSN-K...
Hasil Seleksi OSN-K SD dan SMP 2026 Diumumkan, Ini Link Resmi Pengumuman
UI Resmikan Arboretum...
UI Resmikan Arboretum Hutan, Ruang Terbuka Hijau untuk Edukasi hingga Healing
MPLS 2026 Hadir dengan...
MPLS 2026 Hadir dengan Aturan Baru, Simak 5 Perubahan Utamanya
THE Sustainability Impact...
THE Sustainability Impact Ratings 2026, Western Sydney University Raih Peringkat 3 Dunia
Penting, Ini Jadwal...
Penting, Ini Jadwal Simulasi dan Tes AKAP Beasiswa Indonesia Bangkit Kemenag 2026
Infografis
10 Negara dengan Cadangan...
10 Negara dengan Cadangan Emas Terbesar Dunia, AS Masih Teratas
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved