Go Internasional, Ratusan Madrasah Dilatih Pengembangan Inovasi
Senin, 24 Oktober 2022 - 10:43 WIB
loading...
Siswa MAN 2 Kota Malang. Foto/Dok/Ditjen Pendis Kemenag
A
A
A
JAKARTA - Pusat Diklat Tenaga Teknis Pendidikan dan Keagamaan Kementerian Agama melatih ratusan madrasah dalam pengembangan inovasi. Kegiatan ini dikemas dalam Pelatihan Inovasi Madrasah yang digelar dalam beberapa angkatan.
Kepala Pusdiklat Tenaga Teknis Pendidikan dan Keagamaan Kemenag, Mastuki, mengatakan, dalam satu dekade terakhir, pendidikan madrasah mengalami kemajuan dan inovasi luar biasa. Inovasi itu telah menghasilkan beragam prestasi, baik akademik maupun non akademik. Prestasi ini perlu didorong dan kembangkan agar inovasi madrasah dapat diakselerasi dan merata.
Baca juga: Baznas Buka Beasiswa untuk 2.500 Santri Berprestasi, Cek Syarat dan Cara Daftar
"Madrasah memiliki banyak daya ungkit untuk maju. Banyak kepala madrasah berprestasi yang berhasil memajukan madrasah seperti sekarang ini. Guru madrasah tak kurang inovasinya dalam pembelajaran sehingga banyak madrasah yang memiliki reputasi membanggakan. Murid madrasah pun banyak yang berprestasi di level internasional," ungkap Mastuki seperti dilansir dari laman resmi Kemenag, Senin (24/10/2022).
Tahun ini, pelatihan inovasi madrasah menyasar 84 madrasah, baik Madrasah Ibtidaiyah (MI), Madrasah Tsanawiyah (MTs), maupun Madrasah Aliyah (MA). Mereka terbagi dalam 14 angkatan. Setiap madrasah mengikutsertakan lima pelaku utama pendidikan yakni kepala madrasah, wakil kepala, perwakilan guru, komite, dan pengawas madrasah.
"Pemangku kepentingan madrasah perlu dilibatkan sejak awal untuk merancang inovasi apa yang tepat dan perlu di masing-masing lembaga. Karena inovasi tak hanya keluar dari person to person. Kerap kali inovasi lahir dari struggle, pergumulan, dan tukar ide yang dinamis di suatu lembaga, antar person," jelas Mastuki.
Baca juga: Menag: Santri Bisa Jadi Menteri, Wapres, hingga Presiden
Kepala Pusdiklat Tenaga Teknis Pendidikan dan Keagamaan Kemenag, Mastuki, mengatakan, dalam satu dekade terakhir, pendidikan madrasah mengalami kemajuan dan inovasi luar biasa. Inovasi itu telah menghasilkan beragam prestasi, baik akademik maupun non akademik. Prestasi ini perlu didorong dan kembangkan agar inovasi madrasah dapat diakselerasi dan merata.
Baca juga: Baznas Buka Beasiswa untuk 2.500 Santri Berprestasi, Cek Syarat dan Cara Daftar
"Madrasah memiliki banyak daya ungkit untuk maju. Banyak kepala madrasah berprestasi yang berhasil memajukan madrasah seperti sekarang ini. Guru madrasah tak kurang inovasinya dalam pembelajaran sehingga banyak madrasah yang memiliki reputasi membanggakan. Murid madrasah pun banyak yang berprestasi di level internasional," ungkap Mastuki seperti dilansir dari laman resmi Kemenag, Senin (24/10/2022).
Tahun ini, pelatihan inovasi madrasah menyasar 84 madrasah, baik Madrasah Ibtidaiyah (MI), Madrasah Tsanawiyah (MTs), maupun Madrasah Aliyah (MA). Mereka terbagi dalam 14 angkatan. Setiap madrasah mengikutsertakan lima pelaku utama pendidikan yakni kepala madrasah, wakil kepala, perwakilan guru, komite, dan pengawas madrasah.
"Pemangku kepentingan madrasah perlu dilibatkan sejak awal untuk merancang inovasi apa yang tepat dan perlu di masing-masing lembaga. Karena inovasi tak hanya keluar dari person to person. Kerap kali inovasi lahir dari struggle, pergumulan, dan tukar ide yang dinamis di suatu lembaga, antar person," jelas Mastuki.
Baca juga: Menag: Santri Bisa Jadi Menteri, Wapres, hingga Presiden
Lihat Juga :