Ukrida Sediakan Beasiswa Kuliah untuk Anak Papua
Sabtu, 29 Oktober 2022 - 11:27 WIB
loading...
A
A
A
Ketua Umum Persekutuan Gereja-Gereja di Indonesia (PGI) Pendeta Gomar Gultom menyampaikan, kepedulian gereja-gereja di Indonesia terhadap masyarakat miskin sudah dimulai sejak 1970. Dalam Sidang Raya Dewan Gereja-Gereja di Indonesia (dulu DGI, sekarang menjadi PGI) 1971, gereja-gereja menyadari bahwa dirinya bertanggung jawab untuk membebaskan manusia dari penderitaan yang disebabkan oleh keterbelakangan, penyakit, dan kemiskinan.
Baca juga: Pendaftaran Beasiswa ADik untuk Penyandang Disabilitas Dibuka
Salah satu perwujudkan kesadaran itu adalah dibentuknya Pusat Pelatihan Motivator di Cikembar, Sukabumi. Gereja-gereja mengirimkan para pemudanya untuk dilatih selama setahun di Cikembar untuk menjadi penggerak pembangunan desa. Pasca diperlengkapi, para pemuda ini tinggal di desa-desa dan menjadi penggerak pembangunan desa.
Sayangnya, kegiatan ini berhenti, padahal motivator penggerak desa ini adalah cara kreatif dan efektif mengentaskan kemiskinan. Karena itu, Pendeta Gomar Gultom mengapresiasi apa yang dilakukan kelima sinode gereja ini. “Pelayanan saudara-saudara adalah perwujudan oikumene gereja. Kiranya hal ini terus berjalan dan jika memungkinkan, kelima sinode yang berkumpul hari ini dapat menghidupkan kembali motivator PGI,” pesannya.
Sementara Direktur Rumah Sakit Ukrida dr. Eka Widrian Suradji memperkenalkan komitmen RS Ukrida menjadi RS yang mengobati dengan kasih dan merawat dengan hati (healing with care, caring with heart). Salah satu misi RS Ukrida juga adalah mengembangkan RS Pendidikan yang berkualitas Bersama FKIK Ukrida.
Baca juga: Pendaftaran Beasiswa ADik untuk Penyandang Disabilitas Dibuka
Salah satu perwujudkan kesadaran itu adalah dibentuknya Pusat Pelatihan Motivator di Cikembar, Sukabumi. Gereja-gereja mengirimkan para pemudanya untuk dilatih selama setahun di Cikembar untuk menjadi penggerak pembangunan desa. Pasca diperlengkapi, para pemuda ini tinggal di desa-desa dan menjadi penggerak pembangunan desa.
Sayangnya, kegiatan ini berhenti, padahal motivator penggerak desa ini adalah cara kreatif dan efektif mengentaskan kemiskinan. Karena itu, Pendeta Gomar Gultom mengapresiasi apa yang dilakukan kelima sinode gereja ini. “Pelayanan saudara-saudara adalah perwujudan oikumene gereja. Kiranya hal ini terus berjalan dan jika memungkinkan, kelima sinode yang berkumpul hari ini dapat menghidupkan kembali motivator PGI,” pesannya.
Sementara Direktur Rumah Sakit Ukrida dr. Eka Widrian Suradji memperkenalkan komitmen RS Ukrida menjadi RS yang mengobati dengan kasih dan merawat dengan hati (healing with care, caring with heart). Salah satu misi RS Ukrida juga adalah mengembangkan RS Pendidikan yang berkualitas Bersama FKIK Ukrida.
(nnz)
Lihat Juga :