Tips Cerdaskan Bangsa dengan Konten Pendidikan dari GNLD Siberkreasi
Minggu, 30 Oktober 2022 - 12:29 WIB
loading...
A
A
A
Sementara yang dimaksud relevan adalah pentingnya mengetahui target audiens, tetapi memastikan konten yang dibuat relevan dengan audiens itu jauh lebih penting.
“Untuk medium penyaluran konten di media sosial, pilihan jenis media sosial yang tepat.Apakah itu Twitter, Instagram, Facebook, YouTube, TikTok, dan lain sebagainya. Masing-masingpunya kelebihan dan kekurangan, bergantung seperti apa target dan tujuan konten itu dibuat,”tutur Nasir.
Nasir menambahkan, tahapan membuat konten bisa diawali dengan menentukan topik ataubidang yang akan dipilih sebagai materi pembelajaran. Lalu, fokus dan kenali target audiensyang menjadi sasaran konten.
Gunakanlah platform media sosial yang sesuai dengan isi konten.“Buatlah konten edukatif yang sesuai dengan karakter media sosial yang dipilih. Ingat, lakukan semua secara kontinyu dan konsisten,” ujarnya.
Senada dengan Nasir, Putra Tarigas menambahkan, untuk membuat konten edukatif harusmemuat ciri keunikan yang berbeda dengan konten sejenis yang pernah dibuat orang lain. Lalu,konten tersebut harus berprinsip menjadi sebuah solusi bermanfaat bagi audiens. Pembuatkonten pun sebaiknya menjalin interaksi dengan audiens agar ada hubungan erat yangberkesinambungan.
“Jangkaulah trending topic di media sosial. Dengan demikian, konten tersebut bakal lebih luasketerjangkauannya, demikian pula dengan aspek manfaatnya. Jangan mengejar kesempurnaan,yang terpenting berkreasi yang terbaik. Lalu, jadilah storyteller yang baik,” ucap Putra.
Dari sisi kekayaan budaya Indonesia, Fiskal Purbawan menambahkan, banyak sekali kontenpositif yang bisa dibuat bermodal kekayaan budaya di Indonesia.
“Untuk medium penyaluran konten di media sosial, pilihan jenis media sosial yang tepat.Apakah itu Twitter, Instagram, Facebook, YouTube, TikTok, dan lain sebagainya. Masing-masingpunya kelebihan dan kekurangan, bergantung seperti apa target dan tujuan konten itu dibuat,”tutur Nasir.
Nasir menambahkan, tahapan membuat konten bisa diawali dengan menentukan topik ataubidang yang akan dipilih sebagai materi pembelajaran. Lalu, fokus dan kenali target audiensyang menjadi sasaran konten.
Gunakanlah platform media sosial yang sesuai dengan isi konten.“Buatlah konten edukatif yang sesuai dengan karakter media sosial yang dipilih. Ingat, lakukan semua secara kontinyu dan konsisten,” ujarnya.
Senada dengan Nasir, Putra Tarigas menambahkan, untuk membuat konten edukatif harusmemuat ciri keunikan yang berbeda dengan konten sejenis yang pernah dibuat orang lain. Lalu,konten tersebut harus berprinsip menjadi sebuah solusi bermanfaat bagi audiens. Pembuatkonten pun sebaiknya menjalin interaksi dengan audiens agar ada hubungan erat yangberkesinambungan.
“Jangkaulah trending topic di media sosial. Dengan demikian, konten tersebut bakal lebih luasketerjangkauannya, demikian pula dengan aspek manfaatnya. Jangan mengejar kesempurnaan,yang terpenting berkreasi yang terbaik. Lalu, jadilah storyteller yang baik,” ucap Putra.
Dari sisi kekayaan budaya Indonesia, Fiskal Purbawan menambahkan, banyak sekali kontenpositif yang bisa dibuat bermodal kekayaan budaya di Indonesia.
Lihat Juga :