Jangan Hentikan Rekruitmen Guru

Rabu, 08 Juli 2020 - 05:58 WIB
loading...
Jangan Hentikan Rekruitmen...
Foto/Koran SINDO
A A A
JAKARTA - Keputusan pemerintah yang tidak membuka seleksi calon pegawai negeri sipil (CPNS), termasuk formasi guru, pada tahun ini memicu polemik. Langkah pemerintah ini dinilai berbagai pihak kurang bijak, bahkan bisa menjadi bumerang.

Kekhawatiran itu tak berlebihan. Semakin ditunda, potensi kelangkaan tenaga pendidik akan kian nyata. Pemerintah pun sebenarnya jauh-jauh hari menyadari akan ancaman ini. Tahun lalu Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan memperkirakan pada 2022 akan ada 85.650 guru yang memasuki masa pensiun. Saat ini saja perbandingan antara jumlah guru dan murid masih tidak imbang. (Baca: Pendidikan Swasta Angkat Bendera Putih, IPM Dikhawatirkan Jeblok)

Total guru di Indonesia diketahui sebanyak 3,01 juta orang. Mereka mengajar di 218.989 sekolah. Rinciannya, sebanyak 2,1 juta guru mengajar di sekolah negeri, sedangkan 902.531 di sekolah swasta. Untuk mencukupi kebutuhan guru di sekolah negeri, sebenarnya pemerintah masih mengalami kekurangan sebanyak 707.324 guru. Peniadaan rekrutmen tahunan jelas akan makin berdampak besar terhadap pemenuhan kebutuhan guru nasional.

Keputusan peniadaan seleksi CPNS pada tahun ini kemarin diungkapkan Menteri Pendayagunaan Aparatur Negara dan Reformasi Birokrasi (Menpan-RB) Tjahjo Kumolo. “Tahun 2020 tidak ada penerimaan ujian CPNS. Kemungkinan baru dibuka CPNS tahun 2021,” kata Tjahjo melalui pesan singkatnya kemarin.

Dia menyebut bahwa alasan tidak ada rekrutmen CPNS 2020 karena seleksi CPNS 2019 belum tuntas seluruhnya lantaran terdampak wabah Covid-19. Proses penerimaan CPNS 2019 telah memasuki seleksi kompetensi dasar (SKD) dan selanjutnya digelar seleksi kompetensi bidang (SKB). Namun, proses SKB harus terhenti karena ada pandemi yang belum diketahui pasti kapan akan berhenti. Alokasi tahun 2020 yang tidak terpakai akan dialihkan untuk 2021. Meski begitu, Tjahjo belum dapat memastikan jumlah formasi yang akan dibuka pada 20021. “Alokasi masih belum ditentukan. Masih akan melihat kebutuhan dan ketersediaan anggaran,” ucapnya. (Baca juga: Di Ultimatum, 15 Anggota Polres Lubuklinggau Akui Gunakan Narkoba)

Tjahjo berdalih kendati tidak ada rekrutmen tahun ini, namun dia meyakini tidak sampai berdampak signifikan bagi kerja birokrasi. Menurutnya, formasi rekrutmen CPNS pada 2019 masih mencukupi.

Namun, pandangan kontras disampaikan Sekjen Federasi Serikat Guru Indonesia (FSGI) Satriwan Salim. Dia menilai keputusan pemerintah tersebut tidak matang. Baginya, dengan alasan apa pun semestinya rekrutmen pengangkatan CPNS untuk guru tetap harus dibuka. Sebab, jika ada slot kosong pada rekrutmen, maka Indonesia akan mengalami kekurangan guru yang akan berdampak besar pada dunia pendidikan.

Senada dengan data yang dimiliki oleh Kemendikbud, pada 2022 akan ada 86.650 guru yang akan pensiun. Selain itu, tentunya setiap tahun ada guru yang pensiun dan posisinya harus segera diisi lewat pengangkatan guru baru. Jika tidak ada pembukaan rekrutmen guru, dipastikan kekurangan guru pada tiga tahun mendatang akan lebih masif. (Baca juga: Warga Uighur di Pengasingan Minta ICC Selidiki 'Genosida' China di Xinjiang)

Kalaupun tidak ada rekrutmen tahun ini, dia mengusulkan harus ada solusi lain seperti memproses pengangkatan guru honorer yang sudah lolos tes Pegawai Pemerintah dengan Perjanjian Kerja (PPPK). Dia menjelaskan, ada 34.954 guru honorer yang sudah lolos tes PPPK pada Februari 2019, tetapi tidak kunjung diangkat. “Dengan diangkatnya guru PPPK yang sudah lolos tes saja belum bisa menutupi kebutuhan guru di Indonesia. Apalagi jika pemerintah benar-benar tidak akan membuka rekrutmen,” ungkap Satriwan.

Menurutnya, puluhan ribu guru honorer itu sudah lolos SKD dan proses SKB belum dimulai lantaran ada Covid-19. “Kalau SKB belum, artinya untuk PPPK lebih nahas lagi. Mereka sudah tes dinyatakan lolos, 2019 belum diangkat, 2020 ini kayaknya enggak diangkat juga. Ini yang kita dorong,” tandasnya.

Tahun lalu Sekjen Kemendikbud Didik Suhardi mengatakan, guru atau tenaga pendidik merupakan elemen vital terwujudnya manusia Indonesia yang berkualitas. Atas dasar itu, proses regenerasi guru harus disiapkan agar tidak terjadi ketimpangan tenaga pendidik. (Lihat videonya: Kapal Tak Bisa Sandar, Sapi Dilempar ke Laut)

Dalam pandangannya, rekruitmen adalah sebuah keniscayaan karena untuk memenuhi kekurangan guru yang ada saat ini, kemudian mengganti guru pensiun. Selain itu, penambahan akses pendidikan juga menuntut kebutuhan guru yang tidak sedikit. (Dita Angga/Neneng Zubaidah)
(ysw)
Dapatkan berita terkini dan kejutan menarik dari SINDOnews.com, Klik Disini untuk mendaftarkan diri anda sekarang juga!
Lanjut Baca Berita Terkait Lainnya
Berita Terkait
Hasil Seleksi Administrasi...
Hasil Seleksi Administrasi PPG Guru Tertentu 2026 Diumumkan, Cek Akun SIMPKB!
Kunjungi Pulau Arar...
Kunjungi Pulau Arar Papua, Mendikdasmen Tegaskan Akses Pendidikan Anak di Daerah Terpencil
MNC University Gelar...
MNC University Gelar Workshop Penyusunan Modul Ajar untuk Guru Tingkat SD
Dibuka hingga 13 Juli,...
Dibuka hingga 13 Juli, Ini Persyaratan Beasiswa Guru Unpad 2026
Cara Akses Platform...
Cara Akses Platform Rumah Pendidikan Kemendikdasmen untuk Guru, Siswa, dan Orang Tua
Transformasi Pendidikan...
Transformasi Pendidikan Didorong Lewat Pelatihan Guru dan Kampus Berdampak Nyata
Perkuat Ekosistem Pendidikan,...
Perkuat Ekosistem Pendidikan, BTN Teken MoU Strategis dengan UNAIR
OREO Berbagi Seru Hadirkan...
OREO Berbagi Seru Hadirkan Pembelajaran Berbasis Bermain untuk Siswa Purworejo
Dari Pulau Terpencil...
Dari Pulau Terpencil ke Dunia yang Lebih Luas, PNM Bangun Ruang Literasi untuk Anak Rinca
Rekomendasi
Putin Mengamuk! Serangan...
Putin Mengamuk! Serangan Rusia Tewaskan 11 Orang dan Hancurkan Katedral Bersejarah
Ceferin Bilang Piala...
Ceferin Bilang Piala Dunia 2026 Tak Menarik, 13 Negara Murka
Prabowo Terima Telepon...
Prabowo Terima Telepon Mahmoud Abbas, Tegaskan Indonesia Berdiri Bersama Palestina
Berita Terkini
Peneliti UNEJ Ungkap...
Peneliti UNEJ Ungkap Keunikan Puyuh Gonggong, Fauna Endemik Jember yang Rentan Punah
SPMB Jateng 2026 Dibuka,...
SPMB Jateng 2026 Dibuka, Cek Tata Cara Pemilihan Sekolah Tujuan
Bukan Hanya Umur, Pakar...
Bukan Hanya Umur, Pakar IPB Sebut 6 Aspek Kesiapan Anak Sebelum Masuk SD
Super Antusias, Audisi...
Super Antusias, Audisi Liga Bintang Juara Tangerang Diikuti Lebih 500 Siswa! Giliran Audisi Depok 23 & 24 Juni Ini
SPMB DKI Jakarta 2026...
SPMB DKI Jakarta 2026 Sediakan 245.980 Kuota, Termasuk Sekolah Swasta Gratis
SPMB Lampung 2026 Resmi...
SPMB Lampung 2026 Resmi Dibuka, Cek Jalur, Kuota, dan Link Pendaftarannya
Infografis
Prabowo akan Luncurkan...
Prabowo akan Luncurkan BLT untuk Guru Honorer pada 2 Mei
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved