Prilly Latuconsina Kembali Jadi Dosen Praktisi di UGM, Apa yang Diajarkan?

Jum'at, 11 November 2022 - 09:08 WIB
loading...
Prilly Latuconsina Kembali Jadi Dosen Praktisi di UGM, Apa yang Diajarkan?
Momen Prilly Latuconsina kembali mengajar di UGM. Ia mengisi kelas Kajian Selebritas. Foto/Tangkap layar laman UGM.
A A A
JAKARTA - Aktris Prilly Latuconsina kembali menjadi dosen praktisi di Universitas Gadjah Mada ( UGM ) pada Kamis (10/11/2022). Pemeran utama di film Kukira Kau Rumah ini mengajar di mata kuliah Kajian Selebritas di Departemen Ilmu Komunikasi Fisipol UGM.

Sebelumnya Prilly mengisi kelas pertamanya di mata kuliah yang sama pada September 2022. Kesempatan Prilly menjadi dosen di UGM ini karena ia menjadi bagian program Praktisi Mengajar Merdeka Belajar Kampus Merdeka (MBKM) Kemendikbudristek.

Selama dua jam, Prilly yang juga membintangi film 12 Cerita Glen Anggara ini menyampaikan materi terkait pola relasi media dengan selebritas. Ia membagikan pengalamannya dalam berhubungan dengan media dan bagaimana ketika nantinya bekerja dengan selebritas, khususnya saat mengelola krisis.

Prilly mengatakan, media dan selebritas memiliki hubungan sangat erat dan saling memanfaatkan satu sama lain. Selebritas menyediakan konten bagi media dan media memberikan publisitas untuk selebritas.

Baca juga: Pemerintah Buka Penerimaan CPNS 2023, Begini Cara Mempersiapkan Diri Biar Lolos

“Media jadi wadah dan tempat bagi selebritas untuk tumbuh, merintis karier meraih popularitas. Sementara media membutuhkan selebritas dengan popularitas tinggi untuk meningkatkan engagement dengan audiensnya,” jelasnya, dikutip dari laman UGM, Jumat (11/11/2022).

Ia menjelaskan di era media baru memberikan peluang bagi siapa saja untuk menjadi selebritas. Lalu, infotainment mempunyai nilai berita dan paparan tinggi yang dinilai mampu memuat fakta dan edukasi untuk audiens secara luas karena tayang di TV nasional.

Lebih lanjut ia memaparkan tentang bagaimana cara kerja mengelola krisis selebritas. Pengelolaan krisis ini menjadi penting karena seseorang dengan status selebritas sangat rawan dengan krisis. Oleh sebab itu, selebritas harus bisa memitigasi risiko yang disebabkan oleh krisis.

“Kalau saat krisis yang harus jaga emosi dan kontrol diri. Ini butuh tim publicis yang menenangkan dimana saat krisis tim ini yang kerja, tapi kalau di Indonesia dilakukan sendiri beda dengan di luar negeri ada tim yang gerak,” paparnya.

Saat krisis selebritas, mengumpulkan fakta-fakta baik terkait selebritas yang tengah mengalami krisis sangat penting dilakukan. Berikutnya tetap berhubungan baik dengan media agar dapat dengan mudah membuat berita baik dengan konten maupun konferensi pers. Tak kalah penting, menjadi apa adanya agar audiens mempunyai relativitas dan dapat bersimpati dengan kondisi sebenarnya.

“Kerja di industri entertainment harus bergandengan tangan dengan media. Kalau selebritas punya hubungan baik dengan media maka akan sungkan untuk memberitakan hal-hal buruk,”tuturnya.
Halaman :
Komentar
Copyright © 2023 SINDOnews.com
read/ rendering in 0.3108 seconds (10.55#12.26)