UGM Berencana Kirim Mahasiswa Program KKN ke Namibia 

Minggu, 20 November 2022 - 04:40 WIB
loading...
UGM Berencana Kirim...
UGM berencana untuk mengirimkan mahasiswa yang ikut program KKN ke Namibia. Sebelumnya UGM telah mengirim tenaga ahli pertanian ke Namibia. Foto/Ilustrasi/SINDOnews.
A A A
JAKARTA - Universitas Gadjah Mada ( UGM ) mempertimbangkan mengirim mahasiswa program Kuliah Kerja Nyata ( KKN ) tidak hanya ke berbagai daerah di seluruh Indonesia saja. Namun dimungkinkan untuk dikirim mengabdi ke pelosok negara lain seperti di Namibia.

Sebab, beberapa peneliti UGM sebelumnya telah melakukan kegiatan pengabdian di negara tersebut dalam bidang pengembangan pertanian dan perikanan sejak 2008 lalu.

Hal itu mengemuka dalam Diskusi Kerja yang diselenggarakan oleh Komisi II Senat Akademik (SA) UGM yang bertajuk Kebijakan Flagship Pengabdian Kepada Masyarakat. Dalam diskusi kali ini, menghadirkan Dubes RI untuk Namibia, Wisnu Edi Pratignyo, dan Peneliti Pertanian UGM, Dr. Taryono.

Ketua Komisi II SA UGM, Prof Suratman, mengatakan pengalaman panjang UGM dalam melakukan kegiatan pengabdian lewat pengiriman tenaga ahli pertanian ke Namibia. Apalagi UGM memiliki perjanjian kerja sama dengan Universitas Namibia (UNAM) dalam bidang pengembangan varietas padi di sana. “Saya kira perlu ditindaklanjuti dengan adanya kegiatan KKN di Namibia dengan pengiriman mahasiswa dan DPL di salah satu desa di Namibia. Bekerja sama dengan universitas Namibia,” kata Suratman, dikutip dari laman UGM, Minggu (20/11/2022).

Baca juga: Pertamina Innovation Team Borong Sejumlah Penghargaan pada Ajang SIIF 2022 di Korsel

Tidak hanya lewat kegiatan pengabdian, kata Suratman, ia juga berharap nantinya terbentuk konsorsium dengan beberapa universitas di Namibia dan Afrika dalam bidang peningkatan ketahanan pangan. “Semangat kita menyelamatkan generasi planet. Siapa lagi kalau bukan dari kalangan perguruan tinggi,” katanya.

Hal senada juga disampaikan oleh Ketua Dewan Guru Besar (DGB), Prof Moch Maksum, yang hadir dalam diskusi tersebut menyampaikan bahwa dirinya sepakat jika KKN PPM UGM sudah saatnya diangkat ke tingkat global. “Selama ini KKN diidentikkan pada kegiatan pengabdian tingkat domestik jika bisa kita berkontribusi pada dunia global," katanya.

Selain bisa berkontribusi pada persoalan global, kegiatan pengabdian ini menurutnya bisa menjadi nilai tambah bagi UGM dalam penilaian pemeringkatan universitas tingkat dunia. Di bidang pertanian menurutnya UGM memiliki ahli yang memiliki pengalaman dalam studi lahan kering maupun di lahan gambut yang nantinya bisa digunakan untuk praktek di negara lain seperti Namibia.

Dubes RI untuk Namibia, Wisnu Edi Pratignyo, mengatakan diperlukan peningkatan capacity building untuk SDM masyarakat Namibia terutama dalam pelatihan pendidikan vokasi di segala bidang. Selain itu, ia juga mengharapkan diperlukan kerja sama dengan membuka akses pendidikan anak muda Namibia untuk mengenyam pendidikan di perguruan tinggi di Indonesia seperti di UGM. “Selain peningkatan capacity building, kita juga perlu membuka akses pendidikan bagi anak muda Namibia bisa mengenyam pendidikan di sini,”ujarnya.

Peneliti UGM sekaligus Kepala Pusat inovasi Agroteknologi (PIAT), Dr. Taryono, mengatakan sekitar 80 persen kebutuhan pangan Namibia tergantung dari impor pangan yang berasal dari Afrika Selatan. Kunjungan timh UGM sejak 2008 waktu itu diminta untuk meningkatkan program ketahanan pangan Namibia. “Mereka meminta kita untuk membantu mengurangi ketergantungan pangan dengan Afrika Selatan. Ketergantungan sangat besar. Sebab, tanah Namibia bagian selatan itu padang pasir, di tengah savana hanya bagian utara saja yang hijau,” katanya.

Baca juga: Mahasiswa FTUI Gagas Panel Surya Roll dari Limbah Plastik

Salah satu yang berhasil dilakukan dengan bekerja sama dengan Universitas Namibia, kata Taryono, adalah pengembangan Project padi Kalimbeza. Diceritakan Taryono, UGM saat itu diminta membantu universitas Namibia mendukung keberhasilan proyek padi di lahan daerah rawa zambezi sebagai lokasi tempat kubangan para gajah, kuda nil dan buaya berjemur. “Pernah suatu hari menginap di pondok, ditungguin lima gajah jantan semalam. Bersuara terus sampai saya tidak bisa tidur. Pernah juga ditungguin kuda nil,” kenangnya.

Menurut Taryono, ia ke Namibia bersama rekan peneliti lainnya Dr. Supriyanta yang dikenal peneliti varietas padi di Fakultas Pertanian UGM. Adapun kegiatan yang mereka lakukan adalah pendampingan dan pelatihan tenaga dosen, mahasiswa dan petani.
Universitas Namibia menyediakan lahan seluas lima hektare di daerah Ogongo sebagai lokasi media pembelajaran pengembagan padi. “Kita sempat juga mengajari mahasiswa dan petani belajar tanam padi (melangkah) mundur,” kenangnya.

Selain melakukan pengembangan sumber daya manusia di bidang pertanian, pihaknya melakukan penyediaan dan penyesuaian sarana dan prasarana padi, serta penyediaan sarana pembelajaran di lahan kampus Ogongo. Lalu, pada tahun 2022, UGM mengirim tenaga ahli untuk pengaktifan kembali laboratorium budi daya jaringan tanaman di Universitas Namibia.
(nnz)
Dapatkan berita terkini dan kejutan menarik dari SINDOnews.com, Klik Disini untuk mendaftarkan diri anda sekarang juga!
Lanjut Baca Berita Terkait Lainnya
Berita Terkait
Kisah Rofi, Anak Pedagang...
Kisah Rofi, Anak Pedagang Ikan Keliling yang Lolos SNBP dan Kuliah di UGM
Kisah Tiara, Anak Penjual...
Kisah Tiara, Anak Penjual Keripik yang Sukses Wujudkan Mimpi Kuliah Kedokteran di UGM
UGM Terapkan Kurikulum...
UGM Terapkan Kurikulum Baru Mulai 2026, Ini yang Akan Dipelajari Mahasiswa
Perjuangan Andini, Anak...
Perjuangan Andini, Anak Tukang Bengkel yang Diterima di FEB UGM dan Beasiswa Penuh
Kisah Fathan Diterima...
Kisah Fathan Diterima Kuliah Gratis di UGM, Anak Penjual Kantin yang Pantang Menyerah
Cerita Leni, Anak Buruh...
Cerita Leni, Anak Buruh Tani yang Lolos Akuntansi UGM Lewat SNBP dan Kuliah Gratis
Kepala BSKDN Kemendagri...
Kepala BSKDN Kemendagri Ajak Mahasiswa KKN Hadirkan Inovasi untuk Kemajuan Kepulauan Yapen
UGM Dinilai Keliru Ajukan...
UGM Dinilai Keliru Ajukan Keberatan ke PTUN Jakarta, Bonjowi Hadirkan Saksi Ahli untuk Meluruskan
Dokter Tifa Ungkit 12...
Dokter Tifa Ungkit 12 Tahun Jokowi Jadi Pejabat: Tak Pernah Akui Lulusan UGM hingga Tak Diundang Reuni
Rekomendasi
Febrie Adriansyah Tak...
Febrie Adriansyah Tak Pakai Rompi Tahanan, Eks Penyidik KPK: Persepsi Publik Ada Keistimewaan Tidak Bisa Dicegah
Siapa Yu Deng dan Hong...
Siapa Yu Deng dan Hong Wang? Matematikawan China yang Memecahkan Masalah Paling Sulit di Dunia
Lepas dari Pertamina,...
Lepas dari Pertamina, Pelita Air Bakal Gabung di Bawah Garuda Indonesia
Berita Terkini
Tanoto Scholars Gathering...
Tanoto Scholars Gathering 2026 Perkuat Kepemimpinan 240 Penerima Beasiswa TELADAN
FMIPA UNEJ Tanam 750...
FMIPA UNEJ Tanam 750 Bibit Terumbu Karang, Ekosistem Laut Banyuwangi Mulai Pulih
Cerita Mutiara, Anak...
Cerita Mutiara, Anak Penjual Tahu Keliling yang Lolos ke ITB dan Raih KIP Kuliah
Wisuda XIX Indonesia...
Wisuda XIX Indonesia Banking School: Lahirkan Talenta Perbankan Digital Inklusif
Profil Pendidikan Febri...
Profil Pendidikan Febri Diansyah, Mantan Jubir KPK yang Kini Jadi Pengacara Febrie Adriansyah
Deretan Universitas...
Deretan Universitas di Spanyol yang Bisa Dituju dengan Beasiswa LPDP, Ada Kampus Pilihanmu?
Infografis
Waspada! Ini Gejala...
Waspada! Ini Gejala Super Flu yang Masuk ke Indonesia
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved