Hadir di Nusameta, Binus Serius Garap Metaverse
Selasa, 22 November 2022 - 12:10 WIB
loading...
Prof. Dr. Meyliana, Vice Rector Global Employability & Entrepreneurship Binus University, saat menjelaskan Binus di dalam metaverse buatan Indonesia, Nusameta. Foto/Try Surya Anditya
A
A
A
JAKARTA - Binus University menjadi perguruan tinggi Indonesia pertama yang mengambil peran dalam metaverse Nusameta. Diketahui, Nusameta merupakan dunia virtual yang diluncurkan Indonesia pada gelaran KTT G20 dan B20 di Nusa Dua, Bali, hasil garapan PT WIR Asia Tbk.
Prof Meyliana, Vice Rector Global Employability & Entrepreneurship Binus University menerangkan, pada dasarnya metaverse secara harfiah berarti di luar semesta. "Bentuknya adalah platform, seperti game yang bisa dirasakan langsung. Anda bisa jadi apa pun ketika masuk metaverse," ungkap Prof Meyliana di Kampus Binus, Jakarta, Senin (21/11/2022).
Menurut Meyliana, setidaknya terdapat tiga komponen teknologi yang menunjang terciptanya ekosistem metaverse. Pertama, virtual reality (VR) atau augmented reality (AR) yang memiliki dampak seolah-olah nyata baik secara lingkungan maupun waktu. Kedua, desain 3D yang merupakan penggabungan benda-benda maya yang diproyeksikan. Ketiga, infrastruktur ABCD terdiri dari Artificial Intelligence (AI), block chain, cloud computing, dan data. Block chain dimanfaatkan sebagai media transaksi jual beli.
Baca juga: NFT Disebut Menjadi Tiket Menuju Metaverse
Dalam proyek teknologi ini, Binus membagi tim menjadi tiga bagian yakni pembuat story board, 3D desain, dan imersif teknologi. Timnya merupakan gabungan dari 10 orang dosen dan 15 orang mahasiswa.
Prof Meyliana, Vice Rector Global Employability & Entrepreneurship Binus University menerangkan, pada dasarnya metaverse secara harfiah berarti di luar semesta. "Bentuknya adalah platform, seperti game yang bisa dirasakan langsung. Anda bisa jadi apa pun ketika masuk metaverse," ungkap Prof Meyliana di Kampus Binus, Jakarta, Senin (21/11/2022).
Menurut Meyliana, setidaknya terdapat tiga komponen teknologi yang menunjang terciptanya ekosistem metaverse. Pertama, virtual reality (VR) atau augmented reality (AR) yang memiliki dampak seolah-olah nyata baik secara lingkungan maupun waktu. Kedua, desain 3D yang merupakan penggabungan benda-benda maya yang diproyeksikan. Ketiga, infrastruktur ABCD terdiri dari Artificial Intelligence (AI), block chain, cloud computing, dan data. Block chain dimanfaatkan sebagai media transaksi jual beli.
Baca juga: NFT Disebut Menjadi Tiket Menuju Metaverse
Dalam proyek teknologi ini, Binus membagi tim menjadi tiga bagian yakni pembuat story board, 3D desain, dan imersif teknologi. Timnya merupakan gabungan dari 10 orang dosen dan 15 orang mahasiswa.
Lihat Juga :