Wakil Sekjen MUI Nilai Kualitas Pendidikan Indonesia Alami Penurunan

Kamis, 09 Juli 2020 - 19:27 WIB
loading...
Wakil Sekjen MUI Nilai...
Wakil Sekjen MUI Najamuddin Ramli menganggap Mendikbud Nadiem Makarim belum mampu mewujudkan harapan Presiden Joko Widodo (Jokowi). Foto/SINDOnews
A A A
JAKARTA - Wakil Sekjen MUI Najamuddin Ramli menganggap Menteri Pendidikan dan Kebudayaan (Mendikbud) Nadiem Makarim belum mampu mewujudkan harapan Presiden Joko Widodo (Jokowi). Tangan dingin Nadiem saat mengelola Go Jek yang mampu meraih keuntungan 10 kali lipat dari laba yang didapat Garuda Indonesia ternyata tidak jadi kenyataan saat memimpin Kemendikbud.

“Mungkin Pak Jokowi terhinoptis dengan keberhasilan Mendikbud pada saat mengelola Go Jek dengan keuntungan yang dahsyat dan luar biasa. Tapi saat diangkat menjadi Mendikbud, sejak Oktober 2019 hingga detik ini, yang ada hanya slogan-slogan,” beber Najamuddin Ramli saat menjadi salah satu penanggap dalam webinar yang diadakan Pustakapedia.

Webinar bertema, “Arah Pendidikan Kita: Mas Nadiem Mau ke Mana?” menghadirkan Guru Besar UGM Wahyudi Kumorotomo, Pakar Pendidikan Doni Koesoema A, dan Ketua Ikatan Guru Indonesia (IGI) Muhammad Ramli Rahim. Editor in Chief Pustakapedia David Krisna Alka dan moderator Andriansyah Syihabuddin. (Baca juga: Guru Penggerak, Saatnya Bergerak untuk Dunia Pendidikan Indonesia)

Najamuddin juga menyinggung hal paling menyakitkan yang dilakukan Kemendikbud saat berencana menghilangkan pendidikan agama Islam dalam kurikulum pendidikan. Menurutnya, seharusnya Mendikbud memahami UU Sisdiknas No. 20 Tahun 2003, pada Bab I Ketentuan Umum, Pasal 1 ayat (2) yang menyatakan pendidikan nasional adalah pendidikan yang berdasarkan Pancasila dan UUD 1945, yang berakar pada nilai-nilai agama, yang berakar pada kebudayaan nasional, dan tanggap terhadap perubahan zaman.

“Dari definisi pendidikan nasional ini seharusnya tidak boleh mengotak-atik pendidikan agama. Setelah direspons oleh masyarakat, tiba-tiba Kabalitbang mengatakan hal itu tidak pernah ada. Jadi, kebohongan-kebohongan publik seperti ini tidak boleh terjadi,” katanya. (Baca juga: Tepis PJJ Permanen, Kemendikbud Sediakan Platform Teknologi Belajar)
Halaman :
Dapatkan berita terkini dan kejutan menarik dari SINDOnews.com, Klik Disini untuk mendaftarkan diri anda sekarang juga!
Lanjut Baca Berita Terkait Lainnya
Rekomendasi
EskaIasi Laut Merah...
EskaIasi Laut Merah Tekan Rupiah, Dolar AS Ditutup ke Rp17.936 Sore Ini
Transformasi IFG Tak...
Transformasi IFG Tak Hanya Streamlining, Tapi Perkuat Tata Kelola Investasi
Supercar Lamborghini...
Supercar Lamborghini Revuelto Impavido Terinspirasi dari Samurai
Berita Terkini
Mahasiswa Sains Komunikasi...
Mahasiswa Sains Komunikasi MNC University Raih Runner Up 2 Putri Budaya Banten 2026
MNC University Gandeng...
MNC University Gandeng Puspadaya Dukung Sekolah Ramah Anak, Fokus Cegah Bullying
Hari Anak Nasional 2026,...
Hari Anak Nasional 2026, Puspadaya Perkuat Sekolah Ramah Anak di Jakarta
Siswi Indonesia Raih...
Siswi Indonesia Raih The Best Delegate di AYIMUN BSD Chapter 2026, Kantongi Beasiswa ke AWMUN Bali
MNC University Gandeng...
MNC University Gandeng IDBW 2026, Bekali Mahasiswa Hadapi Peluang Karier dan Finansial di Era Web3
Apa Itu Universitas...
Apa Itu Universitas Republik Indonesia yang Dibentuk Prabowo dan Dipimpin Donny Ermawan?
Infografis
Trade Misinvoicing dan...
Trade Misinvoicing dan Upaya Penguatan Integritas Perdagangan Indonesia
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved