Kisah Triyanto, Guru Tuna Netra yang Harus Menempuh Jarak 70 KM demi Mengajar di Madrasah

Minggu, 04 Desember 2022 - 00:01 WIB
loading...
Kisah Triyanto, Guru...
Direktur GTK Madrasah saat menyematkan ID Card kepada Triyanto, Finalis Anugerah Guru dan Tenaga Kependidikan Madrasah 2022. Foto/Dok/Kemenag
A A A
JAKARTA - Triyanto, guru disabilitas netra pada Madrasah Aliyah Negeri (MAN) 4 Sleman, Yogyakarta, menceritakan pengalamannya selama mengajar. Keterbatasan fisik tidak menyurutkan dedikasinya untuk mengemban amanah sebagai ASN, mengajar di MAN 4 Sleman.

Di hadapan para finalis Anugerah Guru dan Tenaga Kependidikan ( GTK ) Madrasah Tahun 2022, Triyanto menceritakan kegiatan sehari-harinya dalam menjalankan aktifitas sebagai guru.

Baca juga: Membanggakan, 2 Murid SMP Cikal Amri Setu Borong 13 Medali di WSC Yale University

“Bapak Ibu sekalian mungkin heran mengapa saya harus diantar di tempat ini, karena terang benderangnya ruangan ini tak berarti apa-apa bagi saya. Karena saya seorang tuna netra sejak usia 7 tahun," ungkap Triyanto seperti dilansir dari laman resmi Kemenag, Minggu (4/12/2022).

"Pastinya banyak suka duka, namun keadaan inilah yang membuat saya bisa berdiri di tempat ini,” sambungnya.

Dari 2009, kata Triyanto, ia mengabdi menjadi guru di SLB selama 10 tahun. Pada 2019, ia ditetapkan menjadi ASN dan ditempatkan di MAN 4 Sleman sebagai guru Sejarah Kebudayaan Islam (SKI).

Baca juga: Ini 32 Perusahaan BUMN yang Buka Lowongan di Rekrutmen Bersama Batch 2 2022

Jarak dari rumah ke madrasah cukup jauh, sekitar 35 km satu kali jalan. Artinya, jika pergi pulang, jarak yang harus ditempuh mencapai 70 km untuk mengajar.

Triyanto yakin, dedikasi dan semangat dalam mengajar itulah yang mengantarkan dirinya menjadi finalis Guru Berdedikatif pada Anugerah GTK Madrasah Tahun 2022 tingkat Nasional.

Motivasi Ikut Anugerah GTK

Triyanto mengaku, motivasi dirinya mengikuti Anugerah GTK Madrasah 2022 ialah karena semua manusia memiliki hak dan kemampuan yang sama. Menurutnya, ketika orang lain menyampaikan pendapatnya, menyampaikan apa yang dirasakan, dirinya juga bisa demikian.

"Yang kedua, saya ingin banyak bergaul dengan guru atau teman-teman dari lain daerah. Dengan silaturahim ini akan menambah wawasan dan memperkaya khazanah pengetahuan saya terutama mengenai adanya perbedaan toleransi dan sebagainya," ujarnya.

"Pengetahuan dapat kita peroleh dari pergaulan yang luas dengan lapisan masyarakat dan segala macam perbedaan yang ada," ungkapnya lebih lanjut.

Ketiga, lanjutnya, merupakan usaha membahagiakan orang tua dan anak istrinya. Mereka adalah orang-orang yang telah merawat dengan sepenuh hati, dan menerima dirinya dengan apa adanya, tanpa memandang kekurangan fisik yang ia punya.

Belajar Mengajar

Dalam sehari-hari, Triyanto menceritakan Kegiatan Belajar Mengajar (KBM) selalu berjalan dengan baik. Apabila menjumpai siswa siswinya yang baru mengenalnya, ia memperkenalkan dan menyampaikan terlebih dahulu kondisi fisiknya.

"Di awal pertemuan, saya memberikan pemahaman kepada siswa tentang kondisi saya, dan saya meyakinkan serta menyampaikan kepada siswa saya kalau kalian adalah anak yang baik dan akan mengikuti pelajaran saya dengan baik," bebernya.

Ia juga mengaku dukungan dan motivasi dari para rekan guru dan siswanya turut serta menjadi suplemen dirinya dalam menjalankan tugas negara.

"Saya sangat nyaman dengan keluarga yang sudah terbentuk di MAN 4 Sleman. Apalagi gurunya juga sangat baik dan memahami kekurangan saya. Namun, saya juga mengakui kalau saya mudah beradaptasi di setiap lingkungan, sehingga meyakinkan diri saya sendiri telebih dahulu untuk mendapatkan kenyamanan itu," pungkasnya.
(mpw)
Dapatkan berita terkini dan kejutan menarik dari SINDOnews.com, Klik Disini untuk mendaftarkan diri anda sekarang juga!
Lanjut Baca Berita Terkait Lainnya
Berita Terkait
PMB Madrasah Jakarta...
PMB Madrasah Jakarta Jalur Tahfiz 2026 Dibuka, Cek Syarat dan Cara Daftarnya
Insentif Guru PAI Tahap...
Insentif Guru PAI Tahap II 2026 Cair, Berikut Besaran dan Jumlah Penerimanya
Menag: Insentif Guru...
Menag: Insentif Guru Madrasah Non-ASN Akan Cair Akhir Juni 2026
Kemenag Buka Beasiswa...
Kemenag Buka Beasiswa INSIGHT Scholarship bagi Mahasiswa Internasional yang Ingin Kuliah di PTKIN
Kemenag Gandeng Mitra...
Kemenag Gandeng Mitra Strategis untuk Tingkatkan Kesiapan Kerja Mahasiswa PTKI
UAI dan University of...
UAI dan University of Edinburgh Dorong Inklusivitas di Dunia Riset dan Pendidikan Tinggi
Prabowo Teken UU Polri,...
Prabowo Teken UU Polri, Atur Jabatan Sipil, Usia Pensiun, hingga Rekrutmen Disabilitas
Tahun Baru Islam 1448...
Tahun Baru Islam 1448 H Jadi Momentum Kebangkitan Umat Islam Hadapi Tantangan Global
Stafsus Menag Tinjau...
Stafsus Menag Tinjau GKJ Nusukan Solo, Jamin Kebebasan Beribadah
Rekomendasi
Gandeng Mitra Global,...
Gandeng Mitra Global, PT WCS Dorong Ekosistem Pertanian Berbasis Digital
ASPEK Indonesia Dorong...
ASPEK Indonesia Dorong Reformasi Jaminan Sosial Jilid II
Sidang Perdana Dokter...
Sidang Perdana Dokter Tifa Digelar 2 Juli 2026, Roy Suryo Tunggu Praperadilan
Berita Terkini
Hari Kedua Audisi Liga...
Hari Kedua Audisi Liga Bintang Juara GTV di Depok, 32 Tim SD Berebut Tiket ke Jakarta
Unpad Terima 4.268 Calon...
Unpad Terima 4.268 Calon Mahasiswa di Jalur SMUP 2026, Cek Tahapan Daftar Ulang
Menkeu Purbaya Raih...
Menkeu Purbaya Raih Gelar Profesor Kehormatan Bidang Ekonomi dari Nankai University
60 Ribu Guru Dipanggil...
60 Ribu Guru Dipanggil PPG 2026 Tahap 2, Ini Tahapan dan Dokumen yang Wajib Disiapkan
Mencetak Pemimpin Masa...
Mencetak Pemimpin Masa Depan, SD Al Azhar Syifabudi Jatibening Gelar Wisuda STARL16HT
Cerita Nurma, dari Belajar...
Cerita Nurma, dari Belajar di Perpustakaan hingga Malam Kini Bisa Kuliah Gratis di UGM
Infografis
10 Bendera Negara Paling...
10 Bendera Negara Paling Unik di Dunia, Ada yang Bergambar Naga
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved