Praktisi Mengajar Pacu Mahasiswa Selesaikan Kuliah Lebih Cepat

Selasa, 06 Desember 2022 - 08:40 WIB
loading...
Praktisi Mengajar Pacu...
Wadek 1 Bidang Akademik MIPA Unsri Hasanuddin, Praktisi Mengajar di Unsri Freddy Supriyadi, Dosen Unsri Fauziyah, Mahasiswi Unsri Jeni Meiyerani saat menyampaikan informasi mengenai Praktisi Mengajar. Foto/Neneng Zubaidah.
A A A
PALEMBANG - Program Praktisi Mengajar dinilai memecut semangat mahasiswa untuk menyelesaikan kuliahnya lebih cepat. Hal ini tidak terlepas pengalaman kerja yang dibagikan oleh praktisi dari dunia industri kepada mahasiswanya.

Wakil Dekan 1 Bidang Akademik Fakultas MIPA Universitas Sriwijaya (Unsri) Hasanudin menjelaskan, program Praktisi Mengajar tidak hanya memberi manfaat kepada institusi perguruan tinggi. Namun juga memberi keuntungan kepada mahasiswa.

Dia mengatakan, para praktisi mengajar yang terlibat dalam Praktisi Mengajar ini membagikan cerita dan pengalaman mereka di dunia kerja. Para mahasiswa pun yang selama ini kuliah teori dan monoton di dalam kelas akhirnya terbuka pengetahuannya akan dunia luar.

Baca juga: 9 Jurusan Kuliah yang Sangat Dibutuhkan PT PLN dengan Tawaran Gaji Tinggi

Cerita dan pengalaman inilah, katanya, yang membangkitkan motivasi mahasiswa untuk segera menyelesaikan kuliahnya untuk bekerja. "Ini (Praktik Mengajar) membangkitkan semangat mahasiswa untuk menyelesaikan studinya. Sebab mereka sudah mendapat pengalaman baru dari praktisi di tempat bekerja," katanya ketika ditemui di kampus Unsri, Senin (5/12/2022).

Dia menjelaskan, kampusnya mengutamakan alumni untuk diundang menjadi Praktisi Mengajar. Total ada 18 praktisi yang mengajar di Fakultas MIPA. Mereka terundang untuk membagikan pengalamannya agar mahasiswa mendapat ilmu baru. Menariknya, ungkap Hasanuddin, ada beberapa praktisi yang tidak mau menerima honor dari program Praktisi Mengajar ini.

Mahasiswa Unsri Fakultas Ilmu Kelautan Jeni Meiyerani menuturkan, praktisi memberikan mereka tidak hanya pelajaran teori yang selama ini diberikan dosen. Namun pelajaran praktik yang langsung dikerjakan oleh praktisi tersebut di dunia kerja.

"Program ini sangat bagus dan saya mengapresiasi karena dengan adanya kegiatan ini kami bisa tau nantinya bisa bekerja di mana," ungkap Jeni ketika diwawancarai.

Dia menuturkan, dengan adanya wawasan dari praktisi mahasiswa pun bisa mengetahui kalau dengan bekal ilmu yang dipelajari maka bisa bekerja tidak hanya linier di tempat bekerja dengan ilmu yang dipelajari di kampus namun di perusahaan atau institusi berbeda.

Baca juga: Sambut 1.404 Lulusan, Begini Keseruan Acara Welcoming New Alumni 2022 Prasetiya Mulya

Salah satu Praktisi Mengajar di Unsri adalah Fredy Supriadi. Fredy saat ini bekerja di UPT Balai Riset Perikanan Kementerian Kelautan dan Perikanan. Fredy juga alumni program studi Ilmu Kelautan Fakultas MIPA Unsri.

Fredy menjelaskan, dia memberikan motivasi kepada mahasiswa pengetahuan yang didapatkan di dunia kerja. Kepada mahasiswa Unsri, tuturnya, mahasiswa tidak boleh mengandalkan ijazah semata namun harus menguasai suatu keahlian yang jarang orang kuasai.

"Carilah kemampuan pendamping ijazah, softskill yang mendukung dan bisa berguna setelah tamat kuliah. Mungkin saya bisa bersyukur karena tidak semua orang bisa (keahliannya di Ilmu Kelautan) maka saya dapat pekerjan ini," tuturnya.

Dia menambahkan, mahasiswa jangan hanya terpaku untuk bekerja sebagai PNS atau mengabdi di institusi pemerintah sebab memang persaingan untuk menjadi PNS sangat tinggi. Maka dia menyarankan, buatlah lapangan kerja dengan membuat startup sebab meski membuka satu perusahaan kecil tetapi bisa menciptakan lapangan kerja bagi masyarakat.

Selain itu, dia berpesan kepada mahasiswa untuk memperluas jaringan salah satunya dengan tetap terus menjalin komunikasi dengan para alumni. Fredy juga mendorong setiap mahasiswa untuk menguasai bahasa Inggris sebab bahasa Inggris adalah bahasa global yang diperlukan untuk menunjang karier profesional.

"Kemudian kegiatan kemahasiswaan penting untuk mendidik kerja sama dalam tim. Perusahaan akan tanya pengalaman organisasi calon pelamar, perusahaan akan lebih senang mempunyai pegawai yang mempunyai pengalaman organisasi," ungkapnya.

Praktisi Mengajar merupakan program yang diinisasi Kemendikbudristek untuk mendorong kolaborasi aktif praktisi ahli dengan dosen agar lulusan perguruan tinggi lebih siap untuk masuk ke dunia kerja.

Adapun tujuan Praktisi Mengajar ada tiga yakni menutup kesenjangan kompetensi lulusan baru dengan kebutuhan dunia kerja, memperkuat kolaborasi, dan mempersiapkan SDM unggul bagi Indonesia.

Sedangkan persyaratan bagi praktisi untuk berkolaborasi di program ini adalah:

1. Memiliki motivasi kuat untuk berkontribusi di bidang pendidikan
2. Telah bekerja dan/atau membuka usaha sendiri (berwirausaha) selama minimal tiga tahun, dihitung secara kumulatif sejak lulus perguruan tinggi minimal D3 atau sederajat. Ketentuan ini dikecualikan bagi atlet atau seniman yang memiliki kualifikasi sesuai dengan bidangnya masing-masing
3. Saat ini masih bekerja/usaha masih beroperasi
4. Memiliki keahlian yang dapat diajarkan
5. Tidak memiliki Nomor Induk Dosen Nasional (NIDN) atau Nomor Induk Tenaga Kependidikan (NITK).
(nnz)
Dapatkan berita terkini dan kejutan menarik dari SINDOnews.com, Klik Disini untuk mendaftarkan diri anda sekarang juga!
Lanjut Baca Berita Terkait Lainnya
Berita Terkait
Kemenag Gandeng Mitra...
Kemenag Gandeng Mitra Strategis untuk Tingkatkan Kesiapan Kerja Mahasiswa PTKI
Kreasa Fest 2026 Jadi...
Kreasa Fest 2026 Jadi Ajang Mahasiswa Untar Perkenalkan Budaya Indonesia di Era Digital
SNI Bukan Sekadar Regulasi,...
SNI Bukan Sekadar Regulasi, Mahasiswa IPB Diajak Memahami Budaya Mutu di Industri Pangan
Rektor UIN Jakarta Tekankan...
Rektor UIN Jakarta Tekankan Dosen Hebat Kunci Lahirnya Mahasiswa Berkualitas dan Adaptif
President University...
President University Cetak 359 Inovasi Mahasiswa Lewat Economic Survival Exhibition 2026
PTN Favorit dengan Pendaftar...
PTN Favorit dengan Pendaftar UTBK SNBT Terbanyak 3 Tahun Terakhir
Guntur Romli Tepis Tuduhan...
Guntur Romli Tepis Tuduhan BEM Bersatu: Kegilaan Logika Cocokologi yang Dipaksakan
Aliansi BEM Bersatu...
Aliansi BEM Bersatu Endus Dugaan Keterlibatan Politikus PDIP dalam Aksi Tolak MBG
KAMMI Sesalkan Pembubaran...
KAMMI Sesalkan Pembubaran Forum Diskusi di UGM
Rekomendasi
Kang Cucun Gelar Pasar...
Kang Cucun Gelar Pasar Murah di Desa Ciheulang Ciparay
Kemenag Susun Kosa Isyarat...
Kemenag Susun Kosa Isyarat Istilah Fikih dan Teologi Islam untuk Disabilitas
Gunung Merapi Erupsi,...
Gunung Merapi Erupsi, Guguran Lava Meluncur 2 Kilometer ke Arah Barat
Berita Terkini
Reuni Harmoni Lintas...
Reuni Harmoni Lintas Generasi
UNJ Berkolaborasi dengan...
UNJ Berkolaborasi dengan DMI Perkuat Gerakan Air Bersih untuk Jakarta
OSN SMA Tingkat Kabupaten/Kota...
OSN SMA Tingkat Kabupaten/Kota 2026 Segera Dimulai, Simak Tata Tertibnya
Perbedaan SPMB Bersama...
Perbedaan SPMB Bersama dan PMB Sekolah Swasta Gratis Jakarta 2026, Simak Syarat dan Jadwalnya
SPMB Banten 2026 Jenjang...
SPMB Banten 2026 Jenjang SMK Dibuka Hari Ini, Berikut Cara Daftarnya
Peneliti UNEJ Ungkap...
Peneliti UNEJ Ungkap Keunikan Puyuh Gonggong, Fauna Endemik Jember yang Rentan Punah
Infografis
Perbandingan Jet Tempur...
Perbandingan Jet Tempur J-15 China dan F-15 Jepang, Mana Lebih Hebat?
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved