Tak Libatkan Pemda, BSNP: Pendidikan Jarak Jauh Mendikbud Amburadul

Jum'at, 10 Juli 2020 - 12:21 WIB
loading...
Tak Libatkan Pemda,...
Anggota Badan Standar Nasional Pendidikan (BSNP) Doni Koesoema A. menilai, Program Pendidikan Jarak Jauh (PJJ) yang dicanangkan Mendikbud Nadiem Makarim amburadul. Foto/SINDOnews
A A A
JAKARTA - Gaya komunikasi Menteri Pendidikan dan Kebudayaan (Mendikbud) Nadiem Makarim mendapatkan kritik pemerhati pendidikan Doni Koesoema A. Selama ini Nadiem dianggap hanya mau mendengarkan masukan dari segelintir orang yang diangkatnya sendiri. Padahal untuk meningkatkan kualitas pendidikan di Indonesia perlu mendegarkan masukan dari para stake holders pendidikan yang tersebar di berbagai lembaga.

Doni Koesoema A, yang juga anggota Badan Standar Nasional Pendidikan (BSNP) menilai Nadiem terlalu eksklusif dalam membuat kebijakan sejak menjabat Mendikbud. Nadiem dianggap belum terbuka dengan berbagai pihak yang berkepentingan dalam membuat kebijakan pendidikan.“Salah satunya dengan pemerintah daerah. Akibatnya banyak kebijakan yang tidak sinkron antara peraturan yang dikeluarkan pusat dengan implementasinya di daerah,” kata Doni dalam Webinar yang dihelat Pustakapedia pada Selasa, 7 Juli 2020. (Baca juga: Mendikbud Diminta Pedomani Prinsip Tut Wuri Handayani)

Webinar tersebut mengambil tema “Arah Pendidikan Kita: Mas Nadiem Mau ke Mana?”. Selain Doni Koesoema A, hadir sebagai narasumber dalam webinar tersebut adalah Guru Besar Universitas gajah Mada (UGM) Wahyudi Kumorotomo dan Ketua Ikatan Guru Indonesia (IGI) Muhammad Ramli Rahim. Webinar dipantik oleh Editor in Chief Pustakapedia David Krisna Alka, dan dipandu oleh editor senior Andriansyah Syihabuddin. (Baca juga: Mendikbud: Sistem Pembelajaran Jarak Jauh Akan Dipermanenkan)

Doni mengatakan, Mendkibud seharusnya mendengarkan banyak pihak. Hal itu karena program-program di Kemendikbud tidak cukup hanya ditangani tim di Kemendikbud. Keengganan Nadiem membuka komunikasi dengan pihak lain membuat program Kemendikbud tidak dapat berjalan maksimal. “Karena saat ini saja terbukti, implementasi dari kebijakan yang dikeluarkan Nadiem seperti pembejalaran jarak jauh (PJJ) selama pandemi ini belum diimplementasikan dengan baik. PJJ dan lain lain masih amburadul,” ujarnya.

Menurut Doni, ke depan Nadiem perlu membuka komunikasi dengan berbagai pihak. Apalagi kebijakan pendidikan sangatlah strategis yang tidak akan sanggup ditanggung Kemendikbud sendirian. “Sebenarnya itu bisa didialogkan, perlu keterbukaan. Pendidikan urusan bangsa, enggak bisa sendiri-sendiri. Jadi tetap perlu kerja sama dengan orang-orang yang relevan, lembaga-lembaga yang relevan, akademisi, dan lain-lain,” katanya.
(cip)
Dapatkan berita terkini dan kejutan menarik dari SINDOnews.com, Klik Disini untuk mendaftarkan diri anda sekarang juga!
Lanjut Baca Berita Terkait Lainnya
Rekomendasi
JAECOO Catat 20.000...
JAECOO Catat 20.000 Pengiriman J5 EV di Indonesia, Ini Target Selanjutnya
Kecam Dugaan Intimidasi...
Kecam Dugaan Intimidasi Dokter di NTT, Ninik: Sanksi Disiplin Jika Kader PKB Terlibat
Hadiri Pekan Olahraga...
Hadiri Pekan Olahraga Polri dan CFD, Kapolri: Momentum Perkuat Kedekatan dengan Masyarakat
Berita Terkini
Mahasiswa Doktoral UNJ...
Mahasiswa Doktoral UNJ Perkuat Literasi Keuangan bagi Calon Guru Malaysia di UTHM
Mengelola Risiko Jadi...
Mengelola Risiko Jadi Skill Penting yang Harus Dimiliki Entrepreneur Muda
Momen Haru di Wisuda...
Momen Haru di Wisuda Unesa, Ibu Terima Ijazah Putrinya yang Wafat Sebelum Kelulusan
Kisah Syahla, Anak Driver...
Kisah Syahla, Anak Driver Ojol dan Penjual Nasi Lolos UGM lewat Jalur SNBP
Teknik Elektro UMB Hadirkan...
Teknik Elektro UMB Hadirkan Teknologi Tepat Guna dan Akuaponik di Srengseng
Hasil Seleksi OSN-K...
Hasil Seleksi OSN-K SD dan SMP 2026 Diumumkan, Ini Link Resmi Pengumuman
Infografis
10 Negara dengan Tingkat...
10 Negara dengan Tingkat Pendidikan Tertinggi di Dunia
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved