3 Resep Majukan Teknologi Indonesia ala Pakar IT Sevima dan Wakil Gubernur AAL

Jum'at, 23 Desember 2022 - 19:44 WIB
loading...
3 Resep Majukan Teknologi...
Wakil Gubernur AAL Brigadir Jenderal TNI (Mar) Edy Prakoso dan Wahyudi Agustiono PhD selaku Pakar IT Sevima, dalam Workshop Transformasi Smart Campus di AAL Surabaya, Kamis (22/12). Foto/Dok/Sevima
A A A
JAKARTA - Internet dan GPS (Global Positioning System), kini menjadi fasilitas yang digunakan sehari-hari. Namun siapa sangka, teknologi ini awal mulanya dibuat oleh dunia militer.

Hal ini diungkapkan oleh Wahyudi Agustiono PhD selaku Pakar IT Sevima, dalam Workshop Transformasi Smart Campus di Gedung Maspardi Akademi Angkatan Laut Surabaya, Kamis (22/12/2022).

Baca juga: Deretan Jurusan Kuliah yang Paling Diminati di UI pada Tahun 2022

Wakil Gubernur Akademi Angkatan Laut ( AAL ) Brigadir Jenderal TNI (Mar) Edy Prakoso dan Wahyudi, beserta ratusan pejabat dan dosen baik dari Akademi Angkatan Laut (AAL) maupun Komando Pembinaan Doktrin, Pendidikan dan Latihan TNI Angkatan Laut (Kodiklatal) mengajak segenap keluarga besar TNI Angkatan Laut untuk terus mengembangkan teknologi dengan mengulangi kesuksesan GPS dan Internet.

Karena kemajuan teknologi telah terbukti menjadi keunggulan dunia militer di masa lalu, dan sangat diperlukan mendukung kemajuan Indonesia ke depan. Terlebih sumber daya manusia dengan skill digital makin dibutuhkan.

“Internet, GPS, bahkan drone, itu dulunya buatan militer Amerika Serikat. Keberhasilan militer Amerika Serikat jadi yang terkuat di dunia, dan Amerika sebagai negara yang maju, salah satunya karena kemajuan teknologi militernya! Jadi kalau teknologi Indonesia mau maju, maka resepnya adalah kampus militer juga harus maju teknologinya!,” ungkap Wahyudi dalam paparannya.

Baca juga: Ini Dokumen Penting yang Harus Disiapkan sebagai Syarat Pendaftaran KIP Kuliah 2023

Brigjen Edy juga mengungkapkan bahwa Workshop ini dapat menjadi kesempatan untuk Akademi Angkatan Laut menyiapkan hal-hal yang diperlukan untuk meningkatkan diri menuju akreditasi unggul.

"Teknologi begitu penting untuk peningkatan mutu pendidikan Akademi Angkatan Laut. Transformasi menuju smart campus inilah yang menjadi langkah kunci untuk mengantarkan Akademi Angkatan Laut menuju akreditasi unggul dan berbagai pencapaian kedepan,” ungkap sang Wakil Gubernur AAL.

Resep Rahasia Kemajuan Teknologi

Jika kemajuan teknologi bangsa tergantung pada kemajuan teknologi kampus militer, lalu apa resepnya untuk memajukan teknologi di AAL dan berbagai kampus militer di Indonesia?

Wahyudi kemudian membagikan pengalamannya dalam melakukan digitalisasi dengan SEVIMA Platform di Akademi Angkatan Laut dan lebih dari 750 kampus yang tergabung dalam Komunitas SEVIMA.

Berikut tipsnya:

1. Civitas Dunia Militer Harus Melek Teknologi Terkini

Istilah teknologi terkini seperti Artificial Intelligence (kecerdasan buatan), Metaverse (dunia virtual), dan Natural Language Processing (kemampuan komputer untuk bicara bahasa manusia), mungkin masih menjadi istilah yang asing bagi masyarakat awam.

Namun Wahyudi mengajak jangan sampai civitas dunia militer belum mengetahui istilah-istilah ini. Tips pertama memajukan teknologi di kampus militer menurut Wahyudi adalah civitas dunia militer harus mengenal istilah dan teknologi terkini.

Harapannya, civitas dunia militer tidak hanya menjadi yang terdepan dalam memahami ancaman kedaulatan yang hadir melalui teknologi, tapi juga mampu membagikan ilmunya pada masyarakat luas bahkan mengembangkan teknologi itu sendiri lebih jauh lagi.

“Tranformasi civitas dunia militer untuk lebih paham tentang teknologi, bisa mendorong kampus militer untuk kembali ke fitrahnya. Karena sejarah membuktikan, militer telah sangat banyak berkontribusi membanguan peradaban dengan ilmu pengetahuan, dan ini bisa kita lanjutkan di Indonesia!,” ungkap Wahyudi.

2. Sampaikan Materi dan Pelajaran di Kampus Militer dengan Cara Baru

Taruna Akademi Angkatan Laut maupun kampus militer lainnya di Indonesia, menurut Wahyudi kini adalah generasi Z yang sudah melek dunia digital. Cara penyampaian materi yang dilakukan di kampus tentu tak bisa lagi sama seperti dulu.

Harus memanfaatkan teknologi digital seperti sistem akademik berbasis awan (Siakadcloud) dan sistem manajemen pembelajaran (Edlink) yang telah digunakan di Akademi Angkatan Laut.

Oleh karena itu, Wahyudi mengajak kampus-kampus militer untuk memanfaatkan dunia digital dalam proses pembelajaran. “Misalnya, simulasi perang menggunakan teknologi. Manfaatkan teknologi dan tambahkan kurikulum yang kekinian sesuai dengan perkembangan zaman, ini akan jadi bekal untuk kemajuan teknologi dunia militer dan kemajuan teknologi Indonesia,” lanjut Wahyudi.

3. Siapkan Infrastuktur dan Peta Jalan Teknologi

Tips terakhir adalah kampus militer dan taruna yang siap bersaing di era digital, juga harus didukung oleh fasilitas yang mumpuni. Oleh karena itu kampus militer perlu memiliki infrastruktur digital yang handal tetapi tetap terjangkau, roadmap yang sesuai, saling terintegrasi dan terkoneksi, perubahan mindset, serta mengikuti peraturan perundang-undangan.

“Solusi berbasis IT untuk mengembangkan skill digital literasi bahkan skill untuk memenangkan pertempuran, sudah ada dan menanti untuk kita gunakan. Jika fasilitasnya disediakan, maka lulusan kampus militer di Indonesia akan memiliki kompetensi IT yang siap untuk menjaga kedaulatan Indonesia sekaligus memajukan teknologi,” pungkas Wahyudi.
(mpw)
Dapatkan berita terkini dan kejutan menarik dari SINDOnews.com, Klik Disini untuk mendaftarkan diri anda sekarang juga!
Lanjut Baca Berita Terkait Lainnya
Berita Terkait
Riset LAPI ITB: Konektivitas...
Riset LAPI ITB: Konektivitas Digital Dongkrak PDRB dan Serap 685 Ribu Tenaga Kerja
Coding Camp AI DBS Foundation...
Coding Camp AI DBS Foundation Bantu Siswa SMK Siap Hadapi Dunia Kerja Digital
MNC University dan BPSDMI...
MNC University dan BPSDMI Kemenperin Teken MoU di PIDI 4.0, Perkuat SDM Industri Berbasis Digital dan Vokasi
Harmonisasi Spiritualitas...
Harmonisasi Spiritualitas dan Teknologi, UAI Bekali Sertifikasi AI hingga Penguasaan Bahasa Mandarin
Bikin Iri, Ribuan Siswa...
Bikin Iri, Ribuan Siswa Thailand dapat Ipad untuk Bisa Belajar di Mana Saja dan Kapan Saja
Wamendikti Stella Christie...
Wamendikti Stella Christie Beri 2 Modal Penting bagi Generasi Muda Hadapi Dunia Kerja
Hadapi Masa Depan yang...
Hadapi Masa Depan yang Tak Pasti, Mahasiswa Diajarkan Kepemimpinan, Inovasi, dan Talenta Digital
Promosikan Startup ke...
Promosikan Startup ke Dunia, Indonesia Gabung London Tech Week
10 Negara Penguasa Cadangan...
10 Negara Penguasa Cadangan Logam Tanah Jarang Dunia
Rekomendasi
UBK Keluarkan 9 Poin...
UBK Keluarkan 9 Poin Pernyataan usai Ketua BEM FH Abdimaludin Terima Uang Rp20 Juta
Mengapa Harga Beras...
Mengapa Harga Beras Terus Merangkak Naik?
Peserta Jumtek PMR-Relawan...
Peserta Jumtek PMR-Relawan Antusias Adu Tangkas Tandu Darurat hingga Belajar Bahasa Isyarat
Berita Terkini
Persaingan Ketat! 86...
Persaingan Ketat! 86 Peserta Audisi Liga Bintang Juara GTV di Depok Berebut Tiket ke Jakarta
Disdik Depok Dukung...
Disdik Depok Dukung Penuh Liga Bintang Juara GTV, Jadi Wadah Prestasi Siswa SD
Disambut Antusias! 86...
Disambut Antusias! 86 SD Ikuti Audisi Liga Bintang Juara GTV di Depok
Kemendikdasmen Terapkan...
Kemendikdasmen Terapkan MPLS Ramah 2026, Murid Baru Disambut Tanpa Perpeloncoan
Pradita University Terapkan...
Pradita University Terapkan Living Laboratory, Mahasiswa Kuliah Sambil Praktik di Hotel
Beasiswa Keolahragaan...
Beasiswa Keolahragaan LPDP-Kemenpora 2026 Kembali Dibuka, Kuliah S2-S3 Gratis
Infografis
3 Senjata Canggih Iran...
3 Senjata Canggih Iran yang Ciptakan Mimpi Buruk bagi AS dan Israel
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved