Tak Mau Jadi Mahasiswa Biasa Saja, Rifka Raih Juara 1 di Korea Selatan
Jum'at, 30 Desember 2022 - 11:12 WIB
loading...
A
A
A
“Maka dari itu, VR dapat menjadi terobosan baru untuk rehabilitasi pasien parkinson disease tanpa harus menempuh perjalanan jauh ke rumah sakit karena dapat dilakukan dari rumah (telerehabilitation), sehingga dapat meminimalkan risiko infeksi (di masa pandemi) maupun komplikasi lainnya,” ungkap Rifkanisa.
Meski sempat kesulitan mencocokkan jadwal antar-anggota yang memiliki kesibukan masing-masing, Rifka mengaku sangat bersyukur karena timnya solid. Selain itu, dukungan yang luar biasa dari lingkungan kampus masing-masing terutama para dosen juga menambah semangat mereka. Bahkan, tahapan brainstorming untuk membahas ide dilakukan cukup intens karena betul-betul ingin membawakan ide yang inovatif dan solutif untuk menjawab permasalahan terkait di Indonesia maupun global.
“Kami tidak ingin hanya sekadar membuat karya untuk ikut lomba karena kami juga ingin apa yang kami susun itu memang nantinya impactful untuk clinical practice,” ucap Rifka. Baca juga: UT-KRI Tawau Perkuat Akses Pendidikan Tinggi untuk Mahasiswa di Malaysia
Di samping ingin mengasah skill dan knowledge di bidang riset, Rifka juga berusaha menjadi mahasiswa yang outstanding. Ia tidak ingin menjadi mahasiswa yang biasa-biasa saja, ia ingin menjadi ahli di bidang yang ia sukai. Tekad dan motivasi tersebut lah yang kemudian mendorongnya untuk berprestasi. Rifka berpesan kepada teman-teman yang sedang berjuang meraih mimpi untuk percaya bahwa suatu hari apa yang diperjuangkan saat ini akan berbuah manis. “Never give up because great things take time,” katanya.
“And if you feel like the best option is giving up, please just remember why you started,” tambah Rifka.
Meski sempat kesulitan mencocokkan jadwal antar-anggota yang memiliki kesibukan masing-masing, Rifka mengaku sangat bersyukur karena timnya solid. Selain itu, dukungan yang luar biasa dari lingkungan kampus masing-masing terutama para dosen juga menambah semangat mereka. Bahkan, tahapan brainstorming untuk membahas ide dilakukan cukup intens karena betul-betul ingin membawakan ide yang inovatif dan solutif untuk menjawab permasalahan terkait di Indonesia maupun global.
“Kami tidak ingin hanya sekadar membuat karya untuk ikut lomba karena kami juga ingin apa yang kami susun itu memang nantinya impactful untuk clinical practice,” ucap Rifka. Baca juga: UT-KRI Tawau Perkuat Akses Pendidikan Tinggi untuk Mahasiswa di Malaysia
Di samping ingin mengasah skill dan knowledge di bidang riset, Rifka juga berusaha menjadi mahasiswa yang outstanding. Ia tidak ingin menjadi mahasiswa yang biasa-biasa saja, ia ingin menjadi ahli di bidang yang ia sukai. Tekad dan motivasi tersebut lah yang kemudian mendorongnya untuk berprestasi. Rifka berpesan kepada teman-teman yang sedang berjuang meraih mimpi untuk percaya bahwa suatu hari apa yang diperjuangkan saat ini akan berbuah manis. “Never give up because great things take time,” katanya.
“And if you feel like the best option is giving up, please just remember why you started,” tambah Rifka.
(nnz)
Lihat Juga :