Mahasiswa ITS Tingkatkan Efektivitas Terapi Rehabilitasi dengan Metaverse
Selasa, 03 Januari 2023 - 08:22 WIB
loading...
Visualisasi proses terapi rehabilitasi pasien pasca-amputasi melakukan gerakan menangkap bola secara virtual. Foto/Humas ITS.
A
A
A
JAKARTA - Perkembangan teknologi telah banyak membantu bidang kesehatan, khususnya terapi rehabilitasi untuk pasien pasca-amputasi. Tim mahasiswa ITS pun berinovasi menciptakan metode terapi rehabilitasi yang diintegrasikan dengan teknologi metaverse untuk pasien pasca-amputasi.
Ketua Tim Epindonta Ginting menyampaikan, terapi rehabilitasi merupakan metode pengobatan pasien untuk mengembalikan fungsi tubuh yang mengalami cedera atau sudah teramputasi. Terapi ini dilakukan secara rutin selama enam bulan dengan menggerakan anggota tubuh yang tidak diamputasi. “Namun, terapi ini dinilai masih kurang efektif karena mengharuskan pasien datang ke rumah sakit sehingga membuat pasien jenuh,” katanya, melalui siaran pers, Selasa (3/1/2022).
Baca juga: ITS Ambil Bagian dalam Pembuatan Roket Buatan Anak Bangsa
Mengatasi hal tersebut, Epin bersama timnya berinovasi menciptakan metode terapi rehabilitasi yang diintegrasikan dengan teknologi metaverse. Ia menjelaskan, para pasien akan menjalani terapi rehabilitasi dengan dokter secara virtual melalui metaverse tersebut. Dengan begitu, para pasien tidak perlu harus datang ke rumah sakit menjalani rehabilitasi. “Dalam inovasi kami, rehabilitasi dikhususkan untuk pasien pasca-amputasi tubuh bagian atas,” ujarnya.
Epin memaparkan, awalnya pasien akan bertemu dengan dokter secara virtual pada metaverse menggunakan kacamata virtual reality (VR). Dilanjutkan, pasien akan menggerakan lengan atau anggota tubuh yang tidak diamputasi untuk mengukur sinyal saraf dan respon gerakan otot menggunakan alat Electromyography (EMG). Nantinya, sinyal saraf dan gerakan otot tersebut akan divisualisasikan secara virtual dengan alat Motion Tracking.
Ketua Tim Epindonta Ginting menyampaikan, terapi rehabilitasi merupakan metode pengobatan pasien untuk mengembalikan fungsi tubuh yang mengalami cedera atau sudah teramputasi. Terapi ini dilakukan secara rutin selama enam bulan dengan menggerakan anggota tubuh yang tidak diamputasi. “Namun, terapi ini dinilai masih kurang efektif karena mengharuskan pasien datang ke rumah sakit sehingga membuat pasien jenuh,” katanya, melalui siaran pers, Selasa (3/1/2022).
Baca juga: ITS Ambil Bagian dalam Pembuatan Roket Buatan Anak Bangsa
Mengatasi hal tersebut, Epin bersama timnya berinovasi menciptakan metode terapi rehabilitasi yang diintegrasikan dengan teknologi metaverse. Ia menjelaskan, para pasien akan menjalani terapi rehabilitasi dengan dokter secara virtual melalui metaverse tersebut. Dengan begitu, para pasien tidak perlu harus datang ke rumah sakit menjalani rehabilitasi. “Dalam inovasi kami, rehabilitasi dikhususkan untuk pasien pasca-amputasi tubuh bagian atas,” ujarnya.
Epin memaparkan, awalnya pasien akan bertemu dengan dokter secara virtual pada metaverse menggunakan kacamata virtual reality (VR). Dilanjutkan, pasien akan menggerakan lengan atau anggota tubuh yang tidak diamputasi untuk mengukur sinyal saraf dan respon gerakan otot menggunakan alat Electromyography (EMG). Nantinya, sinyal saraf dan gerakan otot tersebut akan divisualisasikan secara virtual dengan alat Motion Tracking.
Lihat Juga :