Tahun Ajaran Baru, DPR Minta Pendidikan Jarak Jauh Dibuat Fleksibel

Minggu, 12 Juli 2020 - 23:00 WIB
loading...
Tahun Ajaran Baru, DPR...
Wakil Ketua Komisi IX DPR Abdul Fikri Faqih. Foto/dok PKS
A A A
JAKARTA - Tahun ajaran baru yang dimulai pada hari ini, Senin 13 Juli 2020 masih didominasi sistem pembelajaran jarak jauh (PJJ).

Pasalnya, pandemi virus Corona (Covid-19) di Tanah Air belum kunjung mereda. Persoalannya kondisi Indonesia yang beragam di mana akses gawai maupun internet masih minim, PJJ masih menjadi kendala.

Wakil Ketua Komisi IX DPR Abdul Fikri Faqih mengakui penggunaan gawai, akses internet dan kuota internet masih menjadi sesutu yang mahal bagi sebagian masyarakat.

Oleh karena itu, bagi masyarakat bukan hal mudah mengikuti PJJ. Fikri mengusulkan agar pola PJJ dibuat lentur atau fleksibel sesuai kondisi dan kebutuhan di masing-masing daerah.

“Lentur saja diserahkan kepada daerah sehingga, prinsip utama untuk menyelamatkan generasi dengan belajar dari rumah silahkan. Tetapi kalau tidak, asalkan semua pemangku kepentingan itu mengambil tanggung jawab yang sama, diserahkan aja kepada mereka (daerah),” kata Fikri kepada SINDOnews, Minggu (12/7/2020).
(Baca juga: Jelang Pembukaan Kembali Sekolah, Begini Cerita Persiapan Orang Tua Murid )

Karena nyatanya, sambung Fikri, pemerintah tidak bisa mengatasi problematika masyarakat terkait sinyal internet yang lemah, ditambah lagi tidak ada bantuan pulsa atau kuota.

"Sudah internetnya tidak 100 persen kemudian ditambah (siaran-red) TVRI tidak seluruh daerah ada arena tidak ada transmitter TVRI di daerah tertentu,” imbuhnya.

Politikus PKS ini pun menyayangkan Surat Keputusan Bersama (SKB) Empat Menteri, yakni Menteri Pendidikan dan Kebudayaan (Mendikbud), Menteri Agama (Menag), Menteri Kesehtaan (Menkes) dan Menteri Dalam Negeri (Mendagri) yang diinisasi oleh Gugus Tugas Penanganan Covid-19 itu hanya mengatur 6% sekolah yang kegiatan belajar mengajar (KBM)-nya secara langsung, sementara sisanya hanya dinyatakan PJJ atau belajar dari rumah (BDR).

Sementara, kata Fikri, berdasarkan penelitian Kemendikbud terkait PJJ yang sudah berjalan selama ini didapati bahwa kebanyakan siswa bosan, stres dan dampak-dampak lainnya. Dan penelitian ini seklaigus membenarkan penelitian sebelum pandemi soal efek buruk penggunaan gawai, yang mempengaruhi secara kesehatan, dari segi radiasi, kemampuan motorik lemah, sosialisasi dengan teman dan masyarakat berkurang. Bahkan, gangguan mental juga ada.

“Sekarang kita dipaksa, bahkan itupun disarankan penggunaan gawai yang aman di usia 16 tahun ke atas, sekarang SD berusia 7 tahun dipaksanakan gunakan gawai. Jadi mengabaikan penelitian sebelumnya,” ujar Fikri.
(dam)
Dapatkan berita terkini dan kejutan menarik dari SINDOnews.com, Klik Disini untuk mendaftarkan diri anda sekarang juga!
Lanjut Baca Berita Terkait Lainnya
Berita Terkait
SPMB PJJ Diresmikan,...
SPMB PJJ Diresmikan, Siap Jangkau Jutaan Anak Tidak Sekolah
Kemendikdasmen Resmikan...
Kemendikdasmen Resmikan PJJ Pendidikan Menengah, Sasar 3.500 Anak Tidak Sekolah
Sambut Ajaran Baru,...
Sambut Ajaran Baru, Universitas Internasional Ini Tanamkan Kepedulian kepada Sesama
Profil Pendidikan Rusdi...
Profil Pendidikan Rusdi Masse Mappasessu, Pengganti Sahroni sebagai Wakil Ketua Komisi III DPR
Prof. Dr. Ali Muktiyanto...
Prof. Dr. Ali Muktiyanto Resmi Dilantik sebagai Rektor UT Periode 2025–2030
Tahun Ajaran Baru 2025,...
Tahun Ajaran Baru 2025, Kemendikdasmen Tegaskan Kurikulum Merdeka dan K13 Tetap Berlaku
Jelang Tahun Ajaran...
Jelang Tahun Ajaran Baru, Orang Tua Utamakan Sepatu Sekolah yang Nyaman dan Awet
Sambut Tahun Ajaran...
Sambut Tahun Ajaran Baru, Keluarga Mulai Siapkan Kebutuhan Belajar Anak
Kejar Tahun Ajaran Baru,...
Kejar Tahun Ajaran Baru, Sekolah Rakyat Tahap II Ditargetkan Fungsional Juli 2026
Rekomendasi
Israel Berencana Bangun...
Israel Berencana Bangun 40 Pos Permukiman Baru di Sepanjang Perbatasan Yordania
Kortas Tipikor Tetapkan...
Kortas Tipikor Tetapkan Eks Dirut PTPN XI Tersangka Kasus Dugaan Korupsi Pabrik Gula Assembagoes
Tak Hanya Hukum Oknum...
Tak Hanya Hukum Oknum Polisi, Selly DPR Minta Usut Tuntas Penganiayaan Perempuan Cirebon
Berita Terkini
Padukan Sport Science...
Padukan Sport Science dan Karakter, Alumni S2 IKESOR FK Unair Tembus Sepak Bola Internasional
Istana Buckingham Buka...
Istana Buckingham Buka Lowongan Videografer Kerajaan, Berapa Gajinya?
Pengumuman Seleksi Ujian...
Pengumuman Seleksi Ujian Mandiri Undip 2026, Cek Kelulusan di Link Ini
Poltekkes Jakarta II...
Poltekkes Jakarta II Edukasi Lansia Diabetes soal Manfaat Gigi Tiruan di Kelurahan Pancoran
Jadwal TKA SMA 2026...
Jadwal TKA SMA 2026 Terbaru, Pendaftaran Dimulai 27 Juli dan Simak Caranya
Kemendikdasmen Alihkan...
Kemendikdasmen Alihkan Pengelolaan KNIU ke Kementerian Kebudayaan, Fokus Perkuat Peran UNESCO
Infografis
Biden Izinkan Ukraina...
Biden Izinkan Ukraina Serang Rusia dengan Rudal Jarak Jauh AS
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved