Indonesia Jadi Anggota Komisi Pendidikan Dunia

Jum'at, 28 Agustus 2015 - 00:33 WIB
Indonesia Jadi Anggota...
Indonesia Jadi Anggota Komisi Pendidikan Dunia
A A A
JAKARTA - Indonesia masuk dalam satu dari lima anggota komisi pendidikan yang diorganisir PBB. Indonesia adalah satu-satunya negara di Asia yang masuk dalam komisi tersebut.

Menteri Pendidikan dan Kebudayaan (Mendikbud) Anies Baswedan mengatakan, Perdana Menteri Norwegia Erna Solberg pada Oslo Summit on Education for Development 7 Juli lalu mengumumkan Indonesia masuk dalam Commission on the Financing of Global Education Opportunities.

Komisi baru ini berangggotakan Erna Solberg yang mewakili Norwegia, Presiden Chili Michelle Bachelet, Presiden Joko Widodo, Presiden Malawi Peter Mutahrika sementara Direktur Jenderal Unesco Irina Bokova betindak sebagai co-convenors komisi baru ini.

Sementara mantan Perdana Menteri Inggris Gordon Brown yang akan menjadi ketua komisi itu.

"Kita tentu merasa terhormat karena Indonesia satu-satunya negara yang mewakili Asia. Pertemuan pertama komisi ini sendiri akan dilakukan September nanti," katanya pada Pemberian Penghargaan pada Tokoh Nasional yang Berjasa pada Program Unesco di Kantor Kemendikbud, Kamis (27/8/2015).

Pengagas Indonesia Mengajar ini menjelaskan, komisi ini bertujuan untuk mendorong dan meningkatkan investasi di sektor pendidikan global yang selama ini dipandang kekurangan dana.

Pada praktiknya, komisi ini akan mengindentifikasi tantangan pendanaan di sektor pendidikan, menyusun roadmap untuk meningkatkan investasi di sektor pendidikan global dan memberikan rekomendasi kebijakan kepada para stakeholders bidang pendidikan dunia.

Tujuan penting komisi ini, ujar Anies, adalah ingin menjadikan pendidikan sebagai agenda utama pembangunan untuk 15 tahun ke depan.

Kemendikbud sendiri yang ditugasi presiden untuk menyusun bahan dalam pertemuan September nanti.

Anies menerangkan, Indonesia dipilih karena tantangan pendidikan yang sangat kompleks namun ada perwujudan nyata dalam peningkatan kualitas dan kuantitas pendidikannya.

Anies mengakui, memang dunia pendidikan di Indonesia masih belum sempurna dibanding dengan Korea, Taiwan ataupun Singapura.

Akan tetapi dunia memilih Indonesia dalam komisi tersebut karena jika dilihat dari skala masalah pendidikan di ketiga negara maju itu Indonesia yang paling sukses menangani pendidikan.

"Kita memang jauh dari kesempurnaan. Tetapi justru dengan kompleksitas masalah yang kita tangani achievement yang kita miliki selama ini cukup baik dibanding yang lain," terangnya.

Mendikbud melanjutkan, pada Oslo Summit itu juga Presiden Jokowi menyatakan konsentrasinya pada perkembangan kualitas manusia dan menjadi perhatian khusus negara-negara lain.

Bahkan istilah Revolusi Mental yang digaungkan presiden dalam acara itu sangat dikenal dan mempengaruhi beberapa tokoh PBB untuk mengutip istilah tersebut dalam diskusi.

Anies menjelaskan, komisi ini dibentuk untuk mengatasi pendanaan pendidikan. PBB menunjukkan data bahwa selama dua hingga tiga dekade ini alokasi pendidikan secara total di dunia meningkat.

Tetapi di negara berkembang yang pendapatannya rendah anggaran pendidikan malah menurun. Jika perbedaan anggaran pendidikan ini semakin dibiarkan, ujar Anies, maka gap pendidikan antara negara maju dan berkembang akan semakin senjang.
(hyk,whb)
Berita Terkait
Tingkatkan Kualitas...
Tingkatkan Kualitas Pendidikan, Pemkab Langkat Hadirkan Smartboard untuk Siswa
Pendidikan Mahal, Orang...
Pendidikan Mahal, Orang Miskin Dilarang Sekolah
Momogi Berbagi Hadirkan...
Momogi Berbagi Hadirkan Edukasi dan Keceriaan bagi Siswa Sekolah Kami
Meningkatkan Literasi...
Meningkatkan Literasi di Dunia Pendidikan
OREO Berbagi Seru Hadirkan...
OREO Berbagi Seru Hadirkan Pembelajaran Berbasis Bermain untuk Siswa Purworejo
Tingkatkan Mutu Perguruan...
Tingkatkan Mutu Perguruan Tinggi, DPD Perkindo DKI Jakarta Gandeng 3 Universitas
Berita Terkini
28 Perguruan Tinggi...
28 Perguruan Tinggi Malaysia Buka Peluang Studi bagi Mahasiswa Indonesia
13 jam yang lalu
Rangkaian Kegiatan MPLS...
Rangkaian Kegiatan MPLS SD, SMP, dan SMA/SMK 2026, Orang Tua Wajib Tahu!
16 jam yang lalu
Iskandar Zulkarnain...
Iskandar Zulkarnain Tawarkan Model Hukum Baru Hubungan Kerja Dokter-Rumah Sakit yang Adaptif
1 hari yang lalu
Digelar 5 Hari, Ini...
Digelar 5 Hari, Ini Rangkaian Kegiatan MPLS 2026 untuk Murid TK
1 hari yang lalu
18 Sekolah Ikut Kejuaraan...
18 Sekolah Ikut Kejuaraan Fun Atletik ABK 2026, Dorong Olahraga Inklusif di Indonesia
1 hari yang lalu
Jalur Mandiri Ujian...
Jalur Mandiri Ujian Tulis UNJ 2026 Masih Buka Pendaftaran, Simak Persyaratannya
1 hari yang lalu
Infografis
Jadwal Perempat Final...
Jadwal Perempat Final Piala Dunia 2026
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved