Upaya UMB Ciptakan Mahasiswa Peka terhadap Problem Sosial

Kamis, 13 April 2017 - 21:52 WIB
Upaya UMB Ciptakan Mahasiswa...
Upaya UMB Ciptakan Mahasiswa Peka terhadap Problem Sosial
A A A
JAKARTA - Fakultas Komunikasi (Fikom) Universitas Mercu Buana (UMB) menyadari perlu adanya partner yang sesuai bergerak di social service. Fikom UMB sudah melakukan uji coba dua kali dengan MataAir Foundation, dan keduanya sepakat untuk bekerja sama dalam pengembangan pendidikan vokasi dan soft skill bagi mahasiswa UMB.

Motivasi kerja sama ini untuk melahirkan lulusan yang handal dan kompetitif. Apalagi, sekarang tantangan industri yang semakin kompleks dan dinamis.

"Nota kesepakatan tersebut dituangkan dalam MoU yang ditandatangani kedua belah pihak," ujar Dekan Fakultas Ilmu Komunikasi UMB, Agustina Zubair, Jakarta, Kamis (13/4/2017).

Dia menuturkan, kesepakatan ini diambil setelah melakukan simulasi kerja sama selama dua periode magang mahasiswa UMB di MataAir Foundation. Kedua belah pihak, kata dia sepakat dengan hasil selama simulasi dengan berkembangnya anak-anak setelah selesai magang.

Dia berharap ke depan mahasiswa Fikom UMB tidak hanya mampu menjawab kebutuhan industri melainkan dapat memiliki kepekaan terhadap problem sosial (social awareness). Hal itu, lanjut dia diimplementasikan dalam program praktik kerja lapangan (magang) bakti untuk negeri.

"Kami berharap mahasiswa dapat meningkatkan social awareness. Sehingga dapat menjadi bekal sekaligus nilai tambah ketika benar-benar terjun di dunia industri” ucapnya. (Baca: UI-Unbraw Gelar Konferensi Internasional Ilmu Komputer)

Sementara itu, CEO MataAir Foundation, Muhammad A Idris menerangkan, konsep kerja sama dengan UMB sangat strategis bagi kedua belah pihak untuk saling mendukung dan berkembang bersama. Dia menambahkan, selain mengembangkan media kreatif-online bagi pelajar, mahasiswa magang memilki kesempatan terlibat dalam kegiatan sosial, pendampingan pelajar dan santri.

"Kami melihat bukan pada support anak-anak magangnya, tapi kami meyakini jiwa anak muda yang terlibat tentunya lebih tajam dan dekat menangkap arah tren” tutur Muhammad A Idris.
(kur)
Berita Terkait
Paradoks Pendidikan...
Paradoks Pendidikan Tinggi
Pengalaman 36 Tahun,...
Pengalaman 36 Tahun, Universitas Terbuka Ingin Bantu PT Lain
Kualitas Universitas...
Kualitas Universitas Oxford Tak Terkalahkan di Dunia
iSB Sediakan Jurusan...
iSB Sediakan Jurusan Akuntansi Internasional, Ini Sejumlah Keunggulannya
16 Lembaga Layanan Pendidikan...
16 Lembaga Layanan Pendidikan Tinggi di Indonesia, Ini Daftar dan Kontaknya
100 Program Studi Vokasi...
100 Program Studi Vokasi Akan Dipadukan dengan Dunia Industri dan Kerja
Berita Terkini
Dana KJP Bulan Juni...
Dana KJP Bulan Juni 2026 Sudah Cair, Cek Rekeningmu!
4 jam yang lalu
Kemendikdasmen Dukung...
Kemendikdasmen Dukung SE KPK untuk Cegah Korupsi dan Gratifikasi di SPMB 2026
8 jam yang lalu
Pemerintah Targetkan...
Pemerintah Targetkan Perbaikan Sekolah Rusak Tuntas pada 2028
9 jam yang lalu
Youth ESG Maritime 2026...
Youth ESG Maritime 2026 Dorong Generasi Muda Ciptakan Solusi Nyata bagi Krisis Lingkungan Laut
22 jam yang lalu
FK Unair Kukuhkan Profesor...
FK Unair Kukuhkan Profesor University of Melbourne sebagai Adjunct Professor
22 jam yang lalu
Prabowo Terbitkan Aturan...
Prabowo Terbitkan Aturan Baru untuk Perkuat Peran Indonesia di UNESCO
23 jam yang lalu
Infografis
3 Senjata Canggih Iran...
3 Senjata Canggih Iran yang Ciptakan Mimpi Buruk bagi AS dan Israel
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved