Begini Kata Pengamat Pendidikan Soal Rektor Dipilih Presiden

Jum'at, 02 Juni 2017 - 20:06 WIB
Begini Kata Pengamat...
Begini Kata Pengamat Pendidikan Soal Rektor Dipilih Presiden
A A A
BANDUNG - Keterlibatan Presiden dalam menentukan pimpinan tertinggi di Perguruan Tinggi (PT), dinilai tidak akan berdampak terhadap hilangnya keragaman. Pasalnya, keragaman dan kampus, merupakan suatu keniscayaan.

Ahli Pendidikan dari UPI, Said Hamid Hasan mengatakan, keragaman mahasiswa dalam berpikir, menjadi salah satu pemicu dari tumbuh kembangnya ilmu di wilayah kampus.

Meskipun rektor dipilih oleh Presiden langsung, maka tidak lantas dengan sendirinya rektor tersebut bisa menghalangi munculnya keragaman berpikir para mahasiswanya. Sebab, Rektor bukan satu-satunya pihak yang memiliki kewenangan mutlak untuk menentukan sesuatu.

"Saya yakin rencana itu tidak akan menyelesaikan masalah tentang kekhawatiran keragaman pikiran dalam kampus. Keragaman, bukan keseragaman akademik, akan selalu hadir. Karena keragaman pikiran akademik adalah esensi yang menyebabkan ilmu berkembang," kata dia kepada Koran SINDO Jabar, Jumat (2/6/2017).

Di luar itu, dengan berbekal nama Presiden, maka politisasi di lingkungan akan marak. Dengan mangatasnamakan Presiden, pihak-pihak tertentu di kampus akan lebih leluasa untuk mengenyampingkan pihak-pihak lain yang dinilai bisa menghalangi program dari pemilik kuasa di kampus.

"Kekuatan kampus untuk menjadi pewaris budaya dan pengembang budaya bangsa, ilmu, seni dan teknologi akan melemah di bawah ‘ancaman sekelompok orang dengan power tertentu. (orang dengan power ini) Mungkin Rektor, atau pejabat dan bisa kelompok tertentu yang tidak setuju dengan perkembangan yang ada," jelas dia.

"Otonomi Perguruan Tinggi akan semakin berkurang karena kebijakan akademik dibayangi power," lanjut dia.

Status Rektor yang dipilih oleh Presiden juga dinilai bisa ber[potensi menimbulkan gesekan-gesekan dengan Menristekdikti. Kemungkinan tersbeut bisa terjadai ketika para Rektor tdiak sependapat dengan kebijakan dari Menristekdikti.

"Dan akan berdampak negatif bagi dunia pendidikan. Mungkin berdampak positif dari sudut rektor bukan ‘bawahan lagi’ Menristekdikti karena diangkat berdasarkan Kepres. Dan ‘berani’ mengembangkan pikiran inovatif tanpa bayangan kekuasaan kementerian, yang bahkan format silabus pun harus seragam," tandasnya.
(maf)
Berita Terkait
Transparansi dan Akuntabilitas...
Transparansi dan Akuntabilitas dalam Pemilihan Rektor  
Selamat, Tiga Calon...
Selamat, Tiga Calon Rektor Universitas Pancasila Berhasil Ditetapkan Senat
Prof Arief S Kartasasmita...
Prof Arief S Kartasasmita Jadi Rektor Unpad Periode 2024-2029, Ditarget Pendapatan Rp3 Triliun
Harus Bergelar Doktor,...
Harus Bergelar Doktor, Ini Tahapan Pemilihan Bakal Calon Rektor UI 2024-2029
Universitas Brawijaya...
Universitas Brawijaya akan Gelar Pemilihan Rektor Baru
3 Dekan Bertarung di...
3 Dekan Bertarung di Pemilihan Rektor Unhas
Berita Terkini
Web3 University Tour...
Web3 University Tour 2026 Digelar ITERA Lampung, Ratusan Mahasiswa Belajar Blockchain
1 jam yang lalu
Dana KJP Bulan Juni...
Dana KJP Bulan Juni 2026 Sudah Cair, Cek Rekeningmu!
7 jam yang lalu
Kemendikdasmen Dukung...
Kemendikdasmen Dukung SE KPK untuk Cegah Korupsi dan Gratifikasi di SPMB 2026
11 jam yang lalu
Pemerintah Targetkan...
Pemerintah Targetkan Perbaikan Sekolah Rusak Tuntas pada 2028
12 jam yang lalu
Youth ESG Maritime 2026...
Youth ESG Maritime 2026 Dorong Generasi Muda Ciptakan Solusi Nyata bagi Krisis Lingkungan Laut
1 hari yang lalu
FK Unair Kukuhkan Profesor...
FK Unair Kukuhkan Profesor University of Melbourne sebagai Adjunct Professor
1 hari yang lalu
Infografis
10 Negara dengan Tingkat...
10 Negara dengan Tingkat Pendidikan Tertinggi di Dunia
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved