Pendidikan Coding Krusial di Era Digital

Jum'at, 15 September 2017 - 12:13 WIB
Pendidikan Coding Krusial...
Pendidikan Coding Krusial di Era Digital
A A A
JAKARTA - Kemampuan coding diyakini menjadi salah satu skill yang perlu dikuasai generasi digital, bahkan menjadi literasi keempat setelah calistung. Pembelajaran ini dinilai membantu anak memecahkan masalah dan mendukung karier ketika dewasa kelak.

Dunia digital menuntut para generasi milineal untuk menambah satu lagi kecakapan. Setelah membaca, menulis, berhitung, coding dipandang sebagai literasi keempat yang perlu dikuasai. Setidaknya inilah yang diyakini para pendidik dan praktisi teknologi.

Kemampuan coding dipandang akan membantu dalam memecahkan berbagai masalah, mendukung pekerjaan, hingga karier mereka nantinya. Coding juga jawaban dalam menyelesaikan masalah dengan menggabungkan semua pengetahuan yang dimiliki.

“Untuk membuat game yang bagus misalnya, harus mengabungkan pengetahuan matematika, sains, bahasa, seni supaya game mereka benar-benar menarik,” ujar Budi Chang Direktur EKTIZO Coding.

Pembelajaran coding sendiri adalah kegiatan memprogram komputer melalui penyusunan instruksi-instruksi dengan bahasa pemrograman. Untuk siswa pemula khususnya anak-anak, tersedia bahasa pemrograman yang menyediakan kumpulan instruksi dalam bentuk blok sehingga tidak perlu dihafal. Blok-blok tersebut dibuat seperti puzzle yang dapat dipasangkan dengan blok lain.

“Blok-blok tadi dapat digunakan untuk memrogram karakter tertentu atau mengatur backdrop, customes, suara, dan lainnya. Dengan mengerti logika dan menguasai penyusunan blok, anak-anak dapat membuat games, animasi, cerita digital, musik, dan sebagainya,” ungkap Budi.

Menurutnya, seperti skill lainnya, coding bisa diajarkan sejak dini. Umumnya coding diperkenalkan melalui permainan untuk anak-anak usia dini. Bagi anak-anak SD yang sudah bisa membaca, bisa diperkenalkan aplikasi yang didesain untuk mengasah logika. Saat ini tersedia banyak aplikasi dan referensi bagi guru dan orangtua untuk mengajarkan logika dan dasar coding kepada anak-anak.

Budi mengaku, dua tahun lalu, tidak banyak yang mengetahui tentang coding. Sebagian besar lainnya yang tahu apa itu coding, belum sepenuhnya mengerti manfaat coding untuk anak-anak. Seiring waktu, orangtua mulai banyak mendengar dan membaca tentang coding dan manfaatnya.

Kini mereka justru menilai coding penting dan mempercayakan pembelajaran coding anak mereka kepada lembaga-lembaga pelatihan coding seperti EKTIZO Coding. Nyatanya, pelatihan coding juga dianggap menyenangkan bagi anak-anak. Mereka melihat pendidikan coding sebagai hal yang keren (berdasarkan hasil penelitian Microsoft terhadap 1,850 siswa di bawah 24 tahun di 8 negara Asia Pasifik termasuk Indonesia).

Selain itu, coding bagi pemula juga dipandang tidak sulit karena sudah tersedia banyak toolsnya. Hanya tinggal mengajari dan membimbing mereka, maka coding pun dapat menjadi bagian dalam keseharian anak-anak.

Sosialisasi Pembelajaran Coding
Guna menyosialisasikan pentingnya pendidikan coding, EKTIZO sendiri aktif mendukung gerakan Hour of Code, yaitu sebuah kampanye global dari Amerika Serikat yang bertujuan memperkenalkan coding kepada semua orang terutama anak-anak dan remaja di seluruh dunia. Saat ini sudah lebih dari 200 juta anak-anak di seluruh dunia belajar coding melalui Hour of Code.

Pertama kali, diadakan workshop Hour of Code ini pada tanggal 11 Desember 2013 di tiga sekolah di Tanah Air. Menurut Budi, kegiatan ini sekaligus menjadi Hour of Code pertama di Indonesia karena kegiatan serupa dimulai di Amerika pada tanggal 9 Desember 2013. Sampai sekarang, tercatat lebih dari 3.000 anak di berbagai daerah di Indonesia telah belajar coding bersama pihaknya.
(kri)
Berita Terkait
Tingkatkan Kualitas...
Tingkatkan Kualitas Pendidikan, Pemkab Langkat Hadirkan Smartboard untuk Siswa
Pendidikan Mahal, Orang...
Pendidikan Mahal, Orang Miskin Dilarang Sekolah
Meningkatkan Literasi...
Meningkatkan Literasi di Dunia Pendidikan
Tingkatkan Mutu Perguruan...
Tingkatkan Mutu Perguruan Tinggi, DPD Perkindo DKI Jakarta Gandeng 3 Universitas
Rayakan Hari Anak Nasional...
Rayakan Hari Anak Nasional 2023, Bank Hana Salurkan Donasi Dana Pendidikan dan Distribusikan Gawai
Program Pendidikan Islam...
Program Pendidikan Islam Kemenag Papua, Yan Permenas Mandenas Tekankan Pentingnya Pendidikan Keagamaan
Berita Terkini
Jurusan D3 dan D4 Paling...
Jurusan D3 dan D4 Paling Diminati di SNBT 2024, Politeknik Mana Paling Unggul?
6 jam yang lalu
Jadwal Pencairan KJP...
Jadwal Pencairan KJP Plus Bulan April 2025, Orang Tua Simak Ya
6 jam yang lalu
Ini 7 Sekolah yang Dikecualikan...
Ini 7 Sekolah yang Dikecualikan dari Ketentuan SPMB 2025
22 jam yang lalu
SPMB 2025 Dibuka Mei,...
SPMB 2025 Dibuka Mei, Ini Jadwal Resmi Pengganti PPDB dari Kemendikdasmen
1 hari yang lalu
Biaya Kuliah Kedokteran...
Biaya Kuliah Kedokteran di 5 PTN Pulau Sumatera Jalur Mandiri 2025: Unand, Unsri, USK, USU, dan Unri
1 hari yang lalu
Profil Pendidikan Ray...
Profil Pendidikan Ray Sahetapy, Aktor Legendaris Indonesia
1 hari yang lalu
Infografis
10 Makanan Khas Lebaran...
10 Makanan Khas Lebaran di Indonesia selain Opor dan Ketupat
Copyright ©2025 SINDOnews.com All Rights Reserved