Dana Penelitian Naik Jadi Rp1,3 T

Rabu, 17 Januari 2018 - 07:51 WIB
Dana Penelitian Naik...
Dana Penelitian Naik Jadi Rp1,3 T
A A A
JAKARTA - Pemerintah menaikkan dana penelitian menjadi Rp1,3 triliun. Riset khusus perguruan tinggi ini akan mendukung rencana 10 bidang priotitas pemerintah.

Menteri Riset Teknologi dan Pendidikan Tinggi (Menristekdikti) Mohammad Nasir mengatakan, total penelitian yang akan didanai oleh Kemenristekdikti ada peningkatan cukup tinggi. Tahun lalu, kata dia, dana Bantuan Operasional Perguruan Tinggi Negeri (BOPTN) untuk riset dan pengabdian masyarakat Rp1.030 Triliun. Tahun ini, katanya, naik menjadi Rp1.30 Triliun.

"Harapannya nanti semua riset yang kami danai bisa menghasilkan publikasi internasional dan bisa masuk industri, " katanya usai Peluncuran Pendanaan BOPTN untuk Riset dan Pengabdian Masyarakat 2018 di kantor Kemenristekdikti.

Mantan Rektor Universitas Diponegoro ini melanjutkan, penelitian yang akan didanai ialah yang berbasis Rencana Induk Riset Nasional dan terdiri dari 10 kluster. Pertama ialah bidang Pangan dan Pertanian, Kesehatan dan obat-obatan, Teknologi dan Informasi, Transportasi, Material Maju, Pertahanan, Energi Terbarukan, Maritim, Kebencanaan dan Sosial Humaniora. Dia menerangkan, terjadi peningkatan jumlah penelitian yang didanai tahun ini dari 15.124 judul ke 18.433 judul penelitian.

Nasir berharap, penelitian yang dihasilkan perguruan tinggi tidak hanya untuk kenaikan jabatan dosen. Tetapi, katanya bisa masuk ke dunia industri. Untuk mendukung itu, katanya, pihaknya akan berkoordinasi dengan Kementerian Perindustrian supaya bisa menggaet hasil penelitian ini. Selain Kemenperin, pihaknya juga akan menggandeng kementerian lain seperti Kementerian Pertanian dan Perhubungan. "Sebab apapun bentuknya yang memanfaatkan itu ya dunia industri," jelasnya.

Dirjen Riset dan Pengembangan (Risbang) Kemenristekdikti Muhammad Dimyati mengatakan, proposal penelitian yang akan didanai Kemenristekdikti sebelumnya akan melewati ulasan dari reviewer yang memiliki sertifikat internasional. Dimyati bilang, seleksi oleh tim yang independen inilah yang berhasil memilih 18.433 judul dari 40.000 proposal yang diajukan.

Sementara itu, Badan Pengkajian dan Penerapan Teknologi (BPPT) berhasil melakukan kaji terap pada inovasi Sistem Pemantau Penerbangan Nir Radar Berbasis Automatic Dependent Surveillance-Broadcast (ADS-B). Teknologi ini tergolong baru untuk dimanfaatkan untuk peningkatan layanan dunia penerbangan nasional.

Direktur Pusat Teknologi Elektronika (PTE_BPPT) Yudi Purwantoro mengatakan, ADS-B adalah sistem navigasi penerbangan dimana setiap pesawat terbang memancarkan data penerbangannya berupa identitas, koordinat lokasi, ketinggian, kecepatan dan indikator lainnya ke segala arah secara terus menerus melalui gelombang radio.

"Perangkat navigasi ini mampu menggantikan fungsi radar dalam memantau penerbangan pesawat. Pemasangan ADS-B dilakukan di sepanjang jalur penerbangan dan di bandara," katanya dalam siaran pers. (Neneng Zubaidah)
(nfl)
Berita Terkait
Paradoks Pendidikan...
Paradoks Pendidikan Tinggi
Pengalaman 36 Tahun,...
Pengalaman 36 Tahun, Universitas Terbuka Ingin Bantu PT Lain
Kualitas Universitas...
Kualitas Universitas Oxford Tak Terkalahkan di Dunia
iSB Sediakan Jurusan...
iSB Sediakan Jurusan Akuntansi Internasional, Ini Sejumlah Keunggulannya
16 Lembaga Layanan Pendidikan...
16 Lembaga Layanan Pendidikan Tinggi di Indonesia, Ini Daftar dan Kontaknya
100 Program Studi Vokasi...
100 Program Studi Vokasi Akan Dipadukan dengan Dunia Industri dan Kerja
Berita Terkini
FK Unair Kukuhkan Profesor...
FK Unair Kukuhkan Profesor University of Melbourne sebagai Adjunct Professor
21 menit yang lalu
Prabowo Terbitkan Aturan...
Prabowo Terbitkan Aturan Baru untuk Perkuat Peran Indonesia di UNESCO
1 jam yang lalu
MNC University Umumkan...
MNC University Umumkan Penerima MNCU Future Leader Scholarship Batch 2
2 jam yang lalu
Lowongan Sekolah Rakyat...
Lowongan Sekolah Rakyat 2026 untuk 5.127 PPPK Tendik, Ini Syarat dan Link Pendaftarannya
3 jam yang lalu
Tiga Lulusan Kedokteran...
Tiga Lulusan Kedokteran UGM Lulus dengan IPK 4,00, Simak Perjuangan dan Cita-citanya
5 jam yang lalu
SNI Bukan Sekadar Regulasi,...
SNI Bukan Sekadar Regulasi, Mahasiswa IPB Diajak Memahami Budaya Mutu di Industri Pangan
5 jam yang lalu
Infografis
4 Alasan Selat Hormuz...
4 Alasan Selat Hormuz Jadi Medan Perang Mematikan Antara Iran dan AS
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved